
Arya membesarkan langkahnya agar bisa berjalan beriringan dengan Dinda, mereka memasuki pintu kaca besar. Didepan pintu kaca itu mereka disambut oleh seorang pelayan wanita yang berpakaian baju kimono, baju khas Jepang berwarna merah yang bergambarkan bunga sakura.
"Selamat datang" sapa pelayan itu dengan senyum ramahnya.
"Ya, kami tamunya Mr. Kitaro" ucap Dinda.
"Baik, Silahkan" ucap pelayan wanita itu, ia mengantar Arya dan Dinda ke sebuah ruangan dengan pintu yang digeser khas negara jepang pada zaman dahulu.
Pelayan itu membuka pintu ruangan dan memberikan hormat dengan menundukkan badannya pada orang yang ada didalam "permisi Mr. Kitaro, ada tamu ada" ucapnya ramah.
"Ya, bawa mereka masuk" ucap asisten Mr. Kitaro.
"Silahkan masuk tuan, nona" ucap pelayan wanita itu mempersilahkan mereka dengan isyarat tangannya.
"Terimakasih" ucap Dinda lalu masuk ke dalam ruangan yang ditunjukkan pelayan wanita.
Didalam ruangan itu sudah ada Mr. Kitaro dan asistennya yang bernama Hendrik. Mereka menyambut Arya dan Dinda dengan senyum ramah.
"Yokoso, Arya Kyo to misu Dinda" ucap Mr. Kitaro ramah dan membungkukkan badannya ke pada Arya dan Dinda.
"Yokoso, Kitaro-san" balas Mereka bersamaan dan membungkukkan badannya menghormati Mr. Kitaro.
"Silahkan duduk" ucap Mr. Kitaro dengan bahasa Indonesia dengan logat khasnya lalu memeluk Arya, mereka memang sudah lama kenal dan menjalin kerjasama bisnis.
"Terimakasih Mr. Kitaro" ucap Arya lalu duduk di depan Mr. Kitaro, Dinda duduk disampingnya.
__ADS_1
Tidak lama setelah kedatangan mereka, Adryan dan Danu pun datang. Mereka menyapa Mr. Kitaro dan asistennya.
Mr. Kitaro mempersilahkan mereka duduk, Adryan langsung memilih duduk disebelah Dinda, ia memberikan senyum termanisnya pada Dinda gadis manis yang ada di sebelahnya.
Arya memperhatikan Adryan, ia sangat kesal dan cemburu melihat tatapan Adryan pada Dinda.
'Adryan b*****k, beraninya dia natap Dinda kayak gitu depan gue, kalau gak deket Mr. Kitaro, dah gue colok matanya' ujar Arya dalam hati.
Metting dengan Mr. Kitaro berjalan lancar. Setelah selesai metting mereka pun berpamitan dengan Mr. Kitaro dan asistennya. Mereka keluar dari restoran bersamaan.
"Dinda" ucap Adryan menghampiri Dinda.
"Iya Mas" jawab Dinda lalu menoleh pada lelaki tampan itu.
"Udah pukul 15.30, udah boleh pulang dong gak harus balik ke kantor, kamu Mas antar pulang ya?" ujar Adryan.
"Gak boleh, kami masih banyak kerjaan, Khaiyang hari ini lembur" jawab Arya cetus.
"Ayo lah bro... kenapa harus lemburnya sekarang sih?" ucap Adryan tak mau kalah.
"Gue bilang, gak bisa ya gak bisa" ujar Arya lagi dengan kesal.
"Kenapa pake nyolot sih bro, biasa aja kali" ucap Adryan terpancing emosi dengan sikap Arya.
'Waduh bisa kacau nih, kalau di biarin' ucap Danu dalam hati.
__ADS_1
Danu berbalik lalu memisahkan dua lelaki itu.
"Udah bro, ini tempat umum" serunya melerai kedua sahabatnya itu.
"Maaf ya, Mas Ryan aku balik sama bang Arya aja, kami memang lagi banyak kerjaan Mas" ucap Dinda menenangkan Adryan. Arya yang melihat itu tambah kesal dan tambah cemburu.
"Dan, gue balik dulu" ucap Arya lalu memegang tangan Dinda dan menariknya. Dinda yang terkejut dengan sikap Arya, mau tak mau mengikuti langkah lelaki itu dan meninggalkan Adryan yang terpaku melihat Arya dan Dinda berjalan ke arah parkiran.
*****
ADRYAN POV
Adryan hanya bisa melihat Arya menggenggam tangan Dinda yang berjalan ke arah parkiran restoran dan memasuki mobil kemudian berlalu meninggalkan restoran.
'Kenapa sih tuh orang, gak suka banget liat gue deketin Sekretarisnya, ada apa sebenarnya hubungan mereka? Apa Arya juga suka sama Dinda? kayaknya gue harus percepat nyatain perasaan gue ke Dinda, gue gak mau keduluan Arya' Adryan membantin.
"Adryan, lu mau trus disini atau ikut gue balik?" ucap Danu membuyarkan lamunan Adryan yang terpaku melihat mobil Arya yang sudah keluar gerbang restoran.
Danu berjalan kearah parkiran dan diikuti Adryan.
**BERSAMBUNG...
Jangan lupa tinggalin jejaknya ya...
Jangan lupa pencet tombol favorit ♥️, like 👍 dan komentarnya, agar author semangat, terimakasi 🙏
__ADS_1
HAPPY READING ♥️♥️**