
"Silahkan Bang, ini kopinya" ucap Dinda meletakkan cangkir yang berisi cairan berwarna hitam itu di atas meja Arya, ia melaksanakan pekerjaannya seperti biasa.
Arya hanya menatap Dinda, di kepala lelaki itu banyak pertanya-tanyaan yang ingin ia lontarkan pada wanita cantik di depannya.
'Bang Arya kenapa ya, kok liatin aku kayak gitu banget, seperti ada yang disembunyiin dan tadi dijalan juga gak fokus bawa mobilnya, ada apa yah ?' ucap Dinda dalam hati.
"Bang, kenapa liatin aku kayak gitu? tadi juga gak fokus bawa mobilnya, kenapa?" tanya Dinda binggung dengan sikap Arya pagi ini, tak biasanya Arya tidak fokus dengan pekerjaannya.
Arya terkejut dengan pertanyaan Dinda "Hmm... a abang gak kenapa-kenapa kok Yang" ucap Arya sekenanya.
"Beneran, Abang gak apa-apa? mungkin ada yang mau Abang tanyain ke aku, gitu?" tanya Dinda lagi dengan senyuman yang memukau.
Arya mengelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, lalu tersenyum singkat pada gadis manis pujaan hatinya itu. Hati Arya masih gundah gulana karena melihat Dinda dan Adryan saat malam Minggu kemarin, tapi ia juga takut bertanya pada Dinda, ia takut dengan jawaban gadis itu nantinya. Arya takut jika antara Dinda dan Adryan ada hubungan dan ia akan kehilangan gadis manis itu.
"Oh iya bang, nanti ada lunch metting dengan Mr. Kitaro dari Jepang dan dengan Pak Adryan di restoran Jepang Khataki Hoki" ucap Dinda membacakan Agenda Arya hari ini.
'malas banget gue harus ketemu Adryan' batin Arya.
"Jadwalnya bisa di tukar gak Yang, kepala abang sakit banget ?" ucap Arya dengan nafas berat seperti orang banyak pikiran.
"Maaf bang, kali ini gak bisa karena Mr. Kitaronya akan kembali ke Jepang besok pagi, asisten Mr. Kitaro yang kasih tau aku lewat telpon tadi pagi" ujar Dinda.
"Ya udah, kamu siap-siap ya, bentar lagi kita berangkat" ujar Arya dengan senyum yang tipis.
"Abang beneran gak apa-apa ? kalau pusing, aku ambilin obat ya ?" ucap Dinda.
__ADS_1
"Gak usah lah Yang, gak usah pake minum obat segala, Abang gak apa-apa, cuma pusing dikit aja, tar juga sembuh sendiri" ujar Arya lalu melihatkan senyum manisnya.
"Ya udah... kalau Abang gak mau minum obat, nanti Abang istirahat aja di mobil, biar aku aja yang nyetir ya, gak ada bantahan kali ini, oke ? aku permisi ke meja kerjaku dulu ya" ucap Dinda dengan senyuman yang menggoda lalu berjalan meninggalkan ruang kerja Arya.
'Abang senang Yang, kamu masih perhatian sama abang, tapi apa hubungan kamu dengan Adryan, abang benar-benar takut kehilangan kamu lagi Yang' Arya membatin.
*****
"Bang kunci mobilnya mana?" tanya Dinda. "Ayo bang" tambah gadis itu tak sabaran.
"Iya, tunggu bentar dong sayang" ucap Arya.
"Apa bang ?" ulang Dinda.
Arya memberikan kunci mobilnya pada Dinda, ia menurut pada sekretarisnya itu, lelaki tampan itu membiarkan gadis manisnya menyetir mobil dan Arya duduk di bangku sebelah pengemudi.
Arya memperhatikan Dinda dengan ujung matanya yang fokus pada jalanan.
"Kenapa abang liatin aku kayak gitu ?" tanya Dinda yang masih fokus menyetir.
"Gak... gak ada kok, cuma abang dah lama aja gak liat kamu nyetir" jawab Arya.
"Ya iya lah bang... Abang dah lama gak liat aku nyetir, waktu kita putus Abang kan langsung ngilang gitu aja, kita gak pernah lagi ketemu" kenang Dinda.
"Iya, Abang minta maaf udah nyakitin kamu Yang" sesal Arya.
__ADS_1
"Iya, gak apa-apa, ya udah itu dah berlalu bang, aku dah maafin abang kok, aku tau Abang ninggalin aku karena ingin cepat selesai kuliahkan ?, trus kerja dan buat bangga mamak juga papa, sekarang bisa dilihat hasilnya, Abang udah berhasil... mamak dan papa pasti sangat bangga sama abang" ucap Dinda panjang lebar.
Arya terkejut mendengar ucapan Dinda 'Khaiyang tau dari mana alasan aku ninggalin dia ? tapi syukurlah dia ngerti, gue bahagia dengernya' ucap Arya dalam hati.
"Makasih kamu ngertiin abang Yang, Alhamdulillah berkat doa semua orang-orang tersayang abang bisa seperti sekarang ini, sebenarnya Abang belum sesukses yang kamu pikir Yang" ujar Arya.
"Mang mau sukses kayak apa lagi yang bang Arya mau ?" tanya Dinda lagi.
'Abang belum sukses jadiin kamu istri Abang Yang' ucap Arya dalam hati.
"Untuk di karir memang abang udah bersyukur banget dengan apa yang Tuhan beri ke Abang, tapi..." ucapan Arya terputus lalu lelaki itu tersenyum penuh arti pada Dinda.
"Tapi apa bang ?" tanya Dinda penasaran.
Arya hanya tersenyum tidak menjawab "Oh iya, emangnya kamu gak bangga sama abang" ujar Arya lalu melirik Dinda yang masih fokus mengendarai mobil.
"Aku ? Aku sangat bangga, liat Abang yang udah sukses kayak gini, aku bangga banget" ucap Dinda jujur.
Setelah mengendarai mobil milik Arya selama empat puluh menit, mereka pun sampai di sebuat restoran yang di disain seperti rumah-rumah kuno di Jepang. Dinda memarkir mobil yang ia kendarai di parkiran restoran itu lalu membuka pintu mobil dan keluar, disusul oleh Arya yang juga keluar dari mobilnya.
**BERSAMBUNG...
Happy reading ❤️❤️
Jangan lupa tinggalin jejaknya ya, mohon bantuan author dengan pencet tombol favorit ♥️, like 👍 dan komentarnya di setiap episode, terimakasih 🙏**
__ADS_1