
"Hai bro, dah lama ?" sapa Danu.
"Baru aja gue sampai, lu mau pesan apa nih ? pesan dulu sana biar enak ngobrolnya" ucap Bayu menyerahkan menu yang ada di dekatnya pada Danu.
Bayu mengangkat tangan kanannya memanggil pelayan yang berdiri di sebelah kasir. pelayan wanita yang berbaju hitam putih itu berjalan menghampiri Bayu dan Danu, setelah mencatat semua pesanan Danu, pelayan itu pun pergi untuk mengambil pesanan tersebut.
"Tumben lu Dan, mau ketemu gue, ada apa ?" Bayu membuka pembicaraan mereka.
"Iya gue mau ngomong sama lu, tentang Adryan" ucap Danu.
"Kenapa Adryan ?" tanya Bayu sambil meminum es jeruk yang dia pesan.
"Adryan bilang malam Minggu ini dia mau nembak adek lu Dinda, gue cuma takut kalau Arya tau nanti bisa perang lagi, lu tau mereka kan ?" ujar Danu panjang lebar.
Pesanan Danu pun datang, pelayan wanita itu pun menghidangkannya.
"Menurut gue Dan, biarin aja Adryan nyatain cintanya ke Dinda, biar dia long dan bahagia juga dari pada dia simpan dan biar dia tau apa jawaban Dinda, kalau kita halangin trus untuk menjaga perasaan Arya, gak baik juga Dan, Adryan tambah penasaran, kasihan juga liat Adryan nya, Arya dan Adryan sama-sama teman kita, kita gak bisa pilih salah satu dari mereka" jelas Bayu.
"Bener juga kata Lo Bay, tapi kayaknya Adryan udah siapin semuanya ampe beli cincin juga buat nembak Dinda" ujar Danu lagi.
"Lu ikutin aja maunya Adryan Dan, biarin aja mereka bertemu dan Adryan nyatain cintanya sama Dinda, gue yakin apa yang dipilih Dinda itu lah yang terbaik untuk Dinda" ujar Bayu.
"Kalau itu saran Lo, oke lah Bay, thank bro... kita mang gak boleh pilih-pilih karena mereka teman kita" ucap Danu.
Setelah mereka selesai makan siang bersama, Danu pun pamit pada Bayu dan mereka sama-sama pergi dari cafe itu.
*****
Arya duduk di sofa ruang kerjanya sambil membaca berkas yang ada di tangannya. Arya sangat fokus pada berkas kerjasama itu tiba-tiba lelaki tampan itu merasakan tangan mulus memeluknya dari belakang, Arya tersenyum, ia pikir yang memeluknya dari belakang adalah sekretarisnya Dinda.
"Kamu udah balik Yang ? mana kakak ?" tanyanya.
__ADS_1
"Maksud kamu Yang siapa Ar ?" tanya wanita itu.
Arya terkejut mendengar suara itu lalu lepaskan tangan mulus yang memeluk lehernya dan melihat ke belakang "Lania ngapain kamu kesini ?" tanya Arya.
"Ngapain Aku kesini ? ya aku mau ketemu kamu lah, mau apa lagi, aku rindu kamu Ar, dah lama kita gak ketemu, di hubungi kamu selalu sibuk dan gak angkat telepon aku, aku WhatsApp juga gak pernah kamu balas, sesibuk itu kah kamu Ar ?" ujar Lania pada Arya, ia memang sangat merindukan lelaki tampan nan berkharisma itu.
"Ya, aku lagi sibuk" jawab Arya singkat
"Jadi siapa tadi yang kamu maksud dengan Yang ?" tanya Lania.
"Yang ?" Arya menyerngitkan dahinya.
"Iya, yang kamu panggil Yang, waktu aku peluk" ujar Lania penasaran.
"Kenapa aku harus jelasin ke kamu ?" jawab Arya singkat.
'Siapa yang dimaksud Arya ? apa sekretaris jelek itu, kurang ajar' Lania membatin, ia sangat kesal dan cemburu.
"Maaf Lania, gak ada yang harus aku jelasin ke kamu, kalau kamu gak ada kepentingan silahkan tinggalkan ruangan aku, aku lagi sibuk" ucap Arya lalu membali sibuk dengan berkas-berkasnya.
"Kamu ngusir aku Ar ? kenapa sih kamu, semenjak ada cewek jelek itu kamu dingin sama aku, selalu bela dia" tanya Lania.
"Cukup Lania, tolong keluar dari ruangan aku, aku lagi banyak kerjaan" bentak Arya.
Lania terkejut dengan bentakan Arya, 'B******k kamu berani ngusir gue Arya cuma karena cewek jelek itu, gak ada yang bisa dapetin lo kecuali gue' ucap Lania dalam hati.
"Oke aku pergi, aku akan ingat penghinaan kamu hari ini Ar, Kamu harus ingat aku gak akan biarin kamu dimiliki siapa pun, kamu itu milik aku, ingat itu Ar" ucap Lania lalu gadis itu keluar dari ruang kerja Arya dengan kesal.
"Huuf dasar cewek aneh" ujar Arya dan menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri melihat kelakuan gadis cantik itu.
Saat keluar dari ruangan kerja Arya, Lania berpapasan dengan Yenita dan Dinda, Lania melihat tajam dan kesal pada Dinda. Ia benar-benar benci dengan gadis itu. Lania pergi dengan sikap angkuhnya.
__ADS_1
Yenita memperhatikan Lania
"Siapa itu Yang ? sombong kali "ujar Yenita.
"Itu mbak Lania kak, teman dekatnya bang Arya" jawab Dinda jujur.
"Teman dekat Arya, masak sih... mentel kali kak liat" ucap Lania lagi lalu ia masuk ke ruang kerja Arya.
Dinda tersenyum mendengar perkataan Yenita yang ceplas-ceplos lalu mengikuti wanita itu memasuki ruang kerja Arya.
.
.
.
.
.
.
.
.
**BERSAMBUNG...
HAPPY READING β₯οΈ
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA π
__ADS_1
TOLONG PENCEN TOLONG LIKEπ, FAVORIT DAN KOMENTARNYA, TERIMAKASIH ππβ€οΈ**