
"Ar, kakak berangkat ke bandara ya" ucap Yenita setelah sarapan pagi pada Arya yang masih duduk di meja makan. Yenita tau kesedihan adik lelakinya itu, maka ia tak meminta Arya untuk menghantarkannya ke Bandara.
"Eh... kok gitu kak ? gak, biar aku antar" protes Arya melihat kearah saudara perempuan satu-satunya itu.
"Gak apa-apa Ar, biar Kakak naik taksi online aja, tadi Khaiyang telpon kalau dia mau antar kakak tp dia tunggu kakak langsung di bandara aja" ujar Yenita.
'Khaiyang ? kenapa gak langsung kesini aja sih ? gak mau ketemu aku, karena udah jadian sama Adryan, tapi kenapa sialnya aku masih saja sangat merindukan kamu Yang' pikir Arya kesal.
"Kenapa dia gak kesini aja sih kak ? kenapa langsung nunggu di bandara ? kalau kesini kan lebih deket, kita bisa pergi bareng juga" ujar Arya menyeringai tak suka.
"Iya, pengennya Khaiyang juga kesini tapi dia sekalian mau nganterin Bayu" jelas Yenita.
"Emang Bayu kemana ?" tanya Arya penasaran.
"Mau Dinas ke Padang katanya" ujar Yenita sambil membawa tumpukan piring yang ada di atas meja makan ke dapur.
"Pokoknya aku antarin kakak, gak ada Penolakan oke" ucap Arya tegas, saat Yenita sudah berada di dapur.
"Ya, terserah kau saja" ucap Yenita saat mencuci piring yang ia bawa.
Selesai mencuci piring, Yenita melap tangannya dengan handuk berwarna putih yang tergantung di dekat wastafel lalu berjalan ke kamarnya.
Yenita melihat jam dinding klasik yang ada dikamarnya menunjukkan sudah pukul 10.30 WIB. Wanita cantik yang masih terlihat imut di umurnya yang sudah kepala tiga itu bersiap-siap.
Setelah menukar bajunya Yenita mendorong travel bagnya keluar kamar.
__ADS_1
"Udah siap kak ?" tanya Arya menatap kakak satu-satunya itu.
"Udah" jawab Yenita singkat.
Mereka pun keluar dari unit apartemen milik Arya.
*****
Ting...
suara pesan masuk ke handphone yang di pegang Yenita. Yenita melihat dilayar benda kecil canggih nan pipih itu tertulis nama Khaiyang.
💌 Kakak udah dimana?
💌 Sudah masuk tol Yang, kamu udah dimana ?
💌 Gak, di antar Arya nih Yang
💌 Ohw, ya udah hati-hati ya kak
Dinda mengakhiri pesannya.
*****
"Khaiyang" panggil Yenita saat melihat sosok cantik yang berdiri di depan pintu kaca yang dijaga oleh seorang petugas berbaju biru.
__ADS_1
Wanita cantik itu tersenyum dan berjalan menghampiri Yenita lalu mencium punggung tangan Yenita dan memeluknya.
Dinda terlihat sangat cantik dengan baju kaos yang longgar dan sok berbahan levis yang panjangnya agak di atas lutut.
'Cantik banget' gumam Arya tak bisa mengalihkan pandangannya pada Dinda.
"Ar, tolong bawakan travel bag kakak ya" ucap Yenita membuyarkan lamunan Arya.
"Bayu udah berangkat Yang ?" tanya Yenita.
"Kayaknya belum kak, mungkin masih di ruang tunggu" jawab Dinda sambil menggandeng lengan Yenita.
"Kenapa pulangnya cepet banget sih kak ?" ucap Dinda lagi.
"Ya kalau lama-lama disini, kasih mamak sama papa di Riau Yang, tar kapan-kapan kakak kesini lagi ya atau kamunya main ke Riau, mamak udah tanyain kamu" ucap Yenita.
"Iya kak, insyaallah tar aku main ke Riau ya kak" ujar Dinda manja.
Arya hanya diam tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir seksinya.
*****
Arya dan Dinda sudah berada di dalam mobil milik Arya. Tetapi sikap lelaki ini masih sama mendiamkan gadis disebelahnya.
'Huuuf, abang Arya kenapa sih, dia yang salah malah dia yang marah, oke kalau mau perang dingin ayo aku layanin, sekarang kita diam-diaman aja' ucap Dinda dalam hati menahan kesal melihat sikap Arya.
__ADS_1
HAPPY READING ❤️❤️
TOLONG TINGGALKAN KOMENTAR DAN JANGAN LUPA PENCET 👍 YA, TERIMAKASIH 🙏🙏