
"Hai Bay" ucap Adryan berjalan mendekati Bayu yang sedang duduk di depan pintu kamar kosnya. Pria tampan itu memang sering bertamu ke kos Bayu sekarang setelah ia tahu jika Bayu dan Dinda beradik kakak.
"Hai bro, duduk Yan" jawab Bayu mengarahkan pandangannya sumber suara dan mengeser duduknya untuk mempersilahkan lelaki dihadapannya duduk.
"Thanks Bay, lu mau kemana Bay?" tanya Adryan.
"Gue gak kemana-mana kok Yan" seru Bayu.
"Trus itu pake baju kemeja gitu, mang lu mau keluar ya Bay?" tanya Adryan lagi.
"Oh ini, gue cuma baru nyampe kos aja kok Yan, tadi gue lembur di kantor" ujar Bayu.
"Yah gue ganggu waktu istirahat lo dong Bay" tanya Adryan lagi.
"Ya gak lah, jangan lebay deh lu, kayak sama siapa aja lu Yan" ucap Bayu tersenyum pada sahabatnya itu.
"ini, tuk lu bro" Adryan memberikan salah satu tas kertas berwarna hijau yang ia bawa pada Bayu.
"Apaan nih bos? thanks ya bro" ucap Bayu tersenyum menerima tas kertas yang diberikan Adryan padanya. Ia membuka tas kertas itu dan melihat isi di dalamnya. Adryan membawakannya makanan kecil dan soft drink kesukaannya.
"Lu gak ngapelin cewek lu nih, perasaan tiap malam mingguan lu kesini deh?" tanya Bayu.
"Jadi lu keberatan kalau gue, tiap malam mingguan datang ke rumah lu?" tanya Adryan balik.
"Ets... jangan marah dulu dong bro, gue gak keberatan kok, cuma penasaran aja atau jangan-jangan lu lagi ngapelin gue?" ucap Bayu dengan nada bercanda lalu menaik turunkan alis sebelah kirinya menggoda sahabatnya itu.
"Iih... gak banget lu Bay, lu pikir gue jeruk makan jeruk apa? sampai-sampai gue ngapelin lu gitu, gak usahlah ya, gue masih normal" ujar Adryan membelas candaan Bayu, lalu mereka tertawa bersama.
Adryan memperhatikan seorang gadis cantik yang berjalan kearah mereka, gadis itu tersenyum padanya. Senyum yang setiap hari dirindukannya. Senyum yang membuatnya mabuk kepayang dan tergila-gila.
"Assalamualaikum, Malam Mas... eh ada Mas Ryan juga, lagi ngumpul nih Mas? asyik tiap malam mingguan ada Mas Ryan nih" ucap Dinda masih dengan senyum manisnya saat berada dihadapan dua pria tampan itu.
"Din, ini buat kamu" ucap Adryan memberikan tas kertas berwarna hijau pada Dinda gadis pujaannya.
"Apa ini Mas, makasih ya Mas Ryan" mengambil tas kertas itu, saat melihat isinya Dinda tersenyum ternyata Adryan membawakannya boneka Teddy bear berwarna pink.
"Lucu banget bonekanya Mas, makasih Mas Ryan" Adryan sangat bahagia melihat ekspresi Dinda yang tersenyum melihat isi tas yang ia berikan.
__ADS_1
"Mas Bayu, Mas Ryan kita maen ke Mall yuk" ajak Dinda.
"Ke Mall dek?" tanya Bayu.
"Iya Mas, yuk temanin aku jalan-jalan Mas, aku suntuk di kosan nih" jawab Dinda dengan manja.
"Maaf dek, Mas capek banget nih, pake motor mas aja atau kamu pake mobil Adryan aja, kamukan bisa nyetir mobil sendiri" ucap Bayu lagi.
"Yaaa... Mas Bayu, aku maunya di temenin ke Mallnya bukan pergi sendirian" jawab Dinda masih dengan nada yang manja.
"Kan kamu tau dek, tadi Mas lembur di kantor baru aja nyampe, masih capek banget" ujar Bayu.
"Kalau gitu, biar Mas Ryan aja yang temanin kamu, kamu mau gak Din?" tanya Adryan pada Dinda.
"Beneran Mas Ryan mau temanin aku... asyiiik banget, mau Mas, Ayuk..." seru Dinda kegirangan.
'Yes dia mau' ucap Adryan dalam hati, ia sangat bahagia bisa berjalan berdua dengan Dinda. Lelaki tampan itu heran kenapa di dekat Dinda dia selalu gugup tak seperti ia dengan wanita lain, padahal diantara teman-teman ia paling jago menaklukkan wanita, tapi jika di depan Dinda semua itu hilang yang ada cuma detak jantung yang cepat, rasa grogi dan gugup.
"Mas Bayu, aku boleh pergi sama Mas Ryan gak ke Mallnya? boleh ya Mas?" ucap gadis itu.
"Asiap bro, laksanakan" ujar Adryan memberikan jempol jari tangan kanannya pada Bayu.
"Enak aja titip-titip mang aku barang Mas, pake di titip segala" seru Dinda menggembungkan pipinya pura-pura marah.
"Iya gak lah dekku sayang, ya udah berangkat sana tar keburu malam, tutup Mallnya" ucap Bayu.
Adryan tersenyum melihat tingkah laku Dinda.
"Mas aku pergi dulu ya, Assalamualaikum" ucap Dinda lalu melangkah keluar gerbang tempat kos Bayu.
"Bro gue pergi dulu ya" ujar Adryan lalu mengikuti Dinda. Bayu menganggukkan kepalanya lalu tersenyum.
Mereka berjalan kearah mobil mewah milik Adryan bercat warna merah menyala yang lelaki itu parkir di depan pagar tempat kos Bayu. Adryan membukakan pintu depan sebelah kemudi untuk Dinda "silahkan tuan putri" ucap Adryan mempersilahkan Dinda masuk dan duduk dalam mobil dengan isyarat tangannya, setelah gadis itu masuk dan duduk di dalam mobil, Adryan menutup pintu mobilnya itu lalu berlari ke pintu sebelahnya.
Adryan menaiki mobilnya, memasang sabuk pengaman dan menghidupkan mesin mobilnya lalu melaju membelah jalanan Jakarta malam itu.
*****
__ADS_1
Setelah sepuluh menit, mereka sampai disebuah gedung bertingkat yang tinggi menjulang yang padat dengan manusia yang datang dan pergi. Adryan memarkirkan mobilnya di parkiran mobil yang telah disediakan oleh Mall. Setelah memarkirkan mobilnya, Adryan buru-buru keluar mobil dan membukakan pintu mobilnya untuk Dinda.
"Makasih Mas Ryan" ucap gadis manis itu.
"Sama-sama tuan putriku" ucap Adryan yang membuat Dinda tersenyum.
Mereka pun memasuki Mall. Setelah berjalan-jalan, Adryan mengajak Dinda mampir disebuah restoran.
"Din, kita mampir minum atau makan cemilan dulu disitu, mau gak?" tanya Adryan dan menunjukkan salah satu restoran yang ada di Mall itu.
"mmm... boleh, yuk Mas" seru Dinda.
Mereka pun memasuki restoran, seorang pelayan menyambut mereka dengan ramah.
"Selamat malam, Mas, Mbak silahkan" ucap pelayan wanita yang berpakaian merah maroon itu dan mengantarkan mereka ke tempat duduknya. "Silahkan duduk Mas, Mbak, ini Menunya" ucap pelayan itu lagi dan memberikan menu pada Adryan dan Dinda.
"Kamu pesan apa Din ?"tanya Adryan.
"Mmm... aku es krim sunday aja Mas" jawab Dinda.
"Makanannya" tanya Adryan lagi.
"itu aja deh" jawab Dinda singkat lalu memberikan menu pada pelayan.
"Oke es cream Sunday nya aja dua" ucap Adryan pada pelayan yang ada di samping kirinya lalu memberikan daftar menu pada pelayan itu.
Setelah mencatat pesanan dan memastikan pesananya, pelayan itu meninggalkan mereka dan berjalan kearah dapur restoran. Sedangkan Asyiknya mengobrol tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperhatikan mereka dari luar restoran.
Lelaki itu memperhatikan Adryan dan Dinda dengan wajah yang memerah karena marah dan terbakar api cemburu. Ia terus memperhatikan dua orang yang berada di dalam restoran yang sedang asyik mengobrol. Tak ingin berlama-lama melihat kemesraan mereka, lelaki itu pergi dan pulang berjalan keluar Mall.
**Bersambung...
Maaf ya updatenya sekarang agak lama dan molor terus karena thor lagi banyak kegiatan, udah mulai banyak tugas kuliah dan tugas kantor, mohon maaf atas ketidak nyamanannya 🙏
HAPPY READING ♥️♥️
JANGAN LUPA PENCET TOMBOL FAVORIT, LIKE DAN KOMENTARNYA YA, AGAR THOR TAMBAH SEMANGAT LAGI, TERIMAKASIH 🙏❤️😘**
__ADS_1