
Arya menggenggam tangan Dinda dan berjalan menuju mobilnya. Arya membuka pintu mobilnya "Masuk Yang" perintah Arya.
Dinda menuruti perintah Arya dan masuk kedalam mobil. Setelah Dinda duduk dalam mobil Arya menutup pintu mobilnya dan berlari ke pintu pengemudi. Arya memasuki mobilnya lalu menyalakan mesin mobil dan mengendarainya meninggalkan parkiran restoran.
Dinda bingung dengan sikap Arya yang seperti orang cemburu.
'Kenapa sih bang Arya, selalu aja gitu kalau deket mas Adryan, nyebelin banget' Dinda membantin.
Suasana dalam mobil sunyi tak ada yang memulai pembicaraan, Arya melirik Dinda dengan ujung matanya. Ia tau jika gadis manis di sebelahnya itu sedang kesal.
"Kamu marah ya Yang ?" tanya Arya masih fokus ke jalanan.
Dinda hanya melirik Arya dengan ujung matanya, tetapi tak menjawab pertanyaan Arya.
"Hei, Khaiyang kamu marah sama abang ? Abang minta maaf" ujar Arya.
"Sebenarnya abang kenapa sih ? selalu aja kayak itu sikapnya kalau ketemu mas Ryan" tanya Dinda.
"Kenapa kamu sekesel itu sih Yang, sebenarnya apa hubungan kamu sama Adryan ?" tanya Arya balik tanpa menjawab pertanyaan Dinda.
'Dasar Hrithik Roshan KW ditanya kok malah balik nanya sih ? nyebelin banget sih'
"Hubungan aku sama Mas Ryan ? maksud abang apa?" tanya Dinda tak mau kalah.
__ADS_1
"Iya, hubungan kamu sama Adryan apa, apa kalian pacaran ?" ujar Arya.
"Maaf bang, kita sekarang ini hanya sebatas hubungan kerja jadi apa pun hubungan aku dengan mas Ryan atau dengan siapapun bang Arya gak perlu tau kan ? dan aku gak perlu izin dan laporan ke abang kan ?" ucap Dinda kesal.
"Yang... abang cuma gak mau liat kamu dekat dengan laki-laki lain, Abang gak suka Khaiyang, Abang..." ucapan Arya terputus, wajah Arya memerah menahan marah dan cemburu.
'Bang Arya semarah itu liat mas Ryan deketin aku, apa benar dia masih cinta sama aku ? apa Hrithik Roshan KW itu cemburu sama Mas Ryan?" ucap Dinda dalam hati, ia merasa senang melihat reaksi Arya yang seperti orang cemburu itu.
"Abang apa bang ?, kenapa abang gak suka liat aku sama mas Ryan ? apa abang cemburu ?" tanya Dinda mengoda.
Arya cuma diam, ia terlalu gengsi mengiyakan kebenaran yang di ungkapkan Dinda padanya.
'Iya abang cemburu, Abang sangat cemburu Yang, masak kamu gak ngerti juga sih' ucap Arya dalam hati, ia terlalu gengsi mengakui jika sebenarnya ia cemburu.
Suasana dalam mobil kembali hening tak ada lagi suara perdebatan antar mereka.
Handphone Arya berbunyi memecah keheningan antara mereka, Arya melihat layar handphonenya tertulis nama pemanggil di layar benda pipih nan canggih itu Kak Yenita. Arya memasang hensat bluetooth ditelinganya dan menerima panggilan dari kakak satu-satunya itu.
\=\=\=\=Percakapan dalam panggilan\=\=\=\=
"Assalamualaikum kak" ucap Arya.
Dinda melirik Arya dengan ujung matanya. Ia melihat lelaki tampan di sampingnya, lelaki tampan yang sampai saat ini masih sangat ia cintai.
__ADS_1
"....."
"Apa ? jemput kakak di bandara ? bandara mana ?"tanya Arya agak meninggikan nada suaranya karena terkejut.
"....."
"Kakak dah di Jakarta? oke tunggu aku jemput" ucap Arya lalu membuka handset yang ada ditelinganya.
\=\=\=Panggilan berakhir\=\=\=
"Yang, kita ke bandara Soeta dulu ya" ucap Arya lalu membelokan mobilnya ke jalur bandara Soekarno Hatta.
"Ada apa bang ?" tanya Dinda.
"Jemput kak Yenita" ucap Arya.
"Oh kakak di Jakarta, senengnya bisa ketemu kak Yen lagi dah lama banget gak ketemu" ucap Dinda bahagia.
Arya melajukan kendaraannya di jalan tol yang cukup padat sore itu.
**Bersambung...
Maaf karena updatenya tersendat trus, karena tugas kuliah dah mulai banyak 🙏🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa tolong tinggalkan jejaknya dengan pencet tombol favorit ♥️, tombol like 👍 dan komentar yang membangun agar author tambah semangat lagi, Terimakasih 🙏♥️
HAPPY READING ♥️♥️**