
"Kak" panggil Arya pada wanita cantik yang ada di depan pintu kedatangan bandara Soekarno-Hatta.
Wanita cantik itu pun melihat kearah sumber suara, ia tersenyum dan melambaikan tangan kanannya pada pemilik suara.
"Ar" ucapnya lalu memeluk adik laki-lakinya itu. Yenita melepaskan pelukannya lalu melihat gadis yang ada disebelah kanan Arya lalu mengerutkan keningnya seperti mengingat sesuatu "Khaiyang" pakiknya, tersenyum lalu memeluk gadis manis itu.
"Kak Yen" ujar Dinda.
"Apa kabar kamu Yang ? dah lama kali ya kita gak ketemu" ucap Yenita bahagia, ia memang rindu dengan sosok gadis yang ada dihadapannya saat ini, mereka dulu memang sangat dekat dan akrab, saat Dinda masih menjadi pacar Arya.
"Eh, kenapa kamu dan Arya bisa bareng, jadi penasaran kakak ?" tanya Yenita.
"Eh ngobrolnya, nanti aja lah kak, di mobil kan bisa" ujar Arya lalu mengambil travel bag dari tangan Yenita.
"Okelah tapi kau ceritakan ya" ucapa Yenita lagi.
"Iya, kumat cerewetnya" seru Arya. Yenita hanya tersenyum geli melihat tingkah adik kesayangannya itu lalu berjalan mengandeng tangan Dinda.
"Ayo, Yang kita jalan" ujarnya meninggalkan Arya.
'Kalau udah berdua tak ingat aku lah ya' ujar Arya dalam hati, mulutnya dimajukan karena kesal ditinggal Yenita dan Dinda.
Arya meletakkan travel bag berwarna merah yang dibawa kakaknya ke dalam bagasi.
"Kakak duduk di depan ya, biar aku di belakang aja" ucap Dinda.
__ADS_1
"Gak lah, Yang aja duduk di depan dekat Arya, biar semangat dia nyetirnya" ujar Yenita.
"Tapi kak..." ucap Dinda lagi.
"Gak ada tapi-tapi, masuk lah" potong Yenita lalu masuk ke dalam mobil di bangku penumpang.
Dinda pun membuka pintu mobil Arya di bangku samping pengemudi dan masuk kedalamnya.
Setelah selesai memasukkan travel bag milik Yenita ke bagasi Arya berjalan lalu membuka pintu mobilnya dan masuk ke dalamnya.
"Oke kak, gak ada yang ketinggalan lagi kan ?" tanya Arya.
"Ada" jawab Yenita.
"Apa yang ketinggalan ?" tanya Arya lagi.
"Kalian nih, kalau dah ketemu bikin kesel" ucap Arya kesal di tambah suara tawa Dinda dan Yenita yang semakin menjadi-jadi melihat tingkah Arya. Arya menghidupkan mesin mobilnya lalu keluar dari parkiran bandara dan melaju membelah jalanan yang padat sore itu.
'Bikin kesal saja mereka ini, baru ketemu aja gue udah di kerjai mereka, apa lagi kalau lama-lama, bisa mati muda gue' Arya membantin.
"Eh... kak masih penasaran lah kenapa kalian bisa sama-sama? tadi pertanyaan kakak belum di jawab Ar ?" tanya Yenita penasaran.
Dinda melirik Arya dengan ujung matanya. Arya masih fokus dengan jalanan, tidak ada gelagat ingin menjawab pertanyaan Yenita.
"Memang bang Arya gak ada cerita sama kakak?" jawab Dinda.
__ADS_1
"Cerita apa?" tanya Yenita lagi.
"Aku sekretarisnya bang Arya kak, udah hampir dua tahun aku jadi sekretaris bang Arya" jelas Dinda.
"Perusahaan yang mana Yang ?" tanya Yenita penasaran.
"Kok perusahaan yang mana sih kak Yen ? di PT. Media Utama dong kak, mang berapa perusahaan yang bang Arya pimpin kak?" ucap Dinda penasaran.
"Nanti kamu juga tau Yang" potong Arya masih fokus menjalankan mobilnya.
Yenita hanya diam lalu tersenyum, ia tau kalau Arya belum ingin Dinda tau jika Arya memiliki perusahaan sendiri.
"Yang, kita ke apartemen abang dulu ya antarin kak Yen, setelah itu baru kamu abang antar ya Yang" ucap Arya disela-sela obrolan Dinda dan Yenita.
"Iya bang" ujar Dinda singkat.
Obrolan mereka berlanjut hingga sampai di apartemen Arya.
**BERSAMBUNG...
MOHON MAAF YANG SEBESAR-BESARNYA KARENA SEKARANG GAK BISA UPDATE TIAP HARI LAGI, KARENA SEDANG BANYAK TUGAS KULIAH DAN KANTOR 🙏🙏
TERIMAKASIH UDAH SELALU BACA KARYA KU YA♥️🙏
HAPPY READING ♥️♥️
__ADS_1
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA TOLONG TEKAN TOMBOL LIKE, FAVORIT DAN KOMENTAR NYA, TERIMAKASIH 🙏🙏**