Takdir Cinta CEO

Takdir Cinta CEO
Part 38 - UNGKAPAN CINTA ADRYAN


__ADS_3

Adryan menempelkan benda pipih canggih itu di telinganya.


" Hallo Dan, Gimana persiapannya, lancarkan ?" tanya Adryan.


"Beres bro, dah siap" jawab Danu saat menerima panggilan telepon Adryan.


"Gue mau Perfect untuk hari ini, tar gue miss call aja ya Dan, bawa cincin dan bunga yang gue pesan sekalian, thanks ya bro" ucap Adryan lagi, lalu mengakhiri panggilannya.


*****


'Gue harus kasih tau Bayu nih rencana Adryan hari ini' ucap Danu lalu mencari nomor kontak sahabatnya itu di kontak handphonenya dan memencet tombol panggilan.


"Hallo bro" terdengar suara dari seberang.


"Hallo Bay" ucap Danu.


"Bay, hari ini Adryan beneran mau nyatain cintanya ke adek lu, lu udah tau ?" tanya Danu.


"Iya udah, Adryan kemarin bilang ke gue, minta izin katanya, biarin aja Dan, sebagai sahabat kita cuma bisa kasih dukungan buat dia, gue juga gak tau keputusan apa yang nantinya di ambil adek gue, kita liat nanti aja" ucap Danu bijak.


"Iya Bay, gue cuma takut dia kecewa, gue juga takut kalau Arya tau, dia pasti marah besar, gue jadi serba salah Bay" ungkap Danu.


"Semua keputusannya ada pada Khaiyang Dan, apapun yang dipilih Khaiyang itu pasti yang terbaik tuk mereka, kita liat aja lah"ucap Bayu lagi.


"Oke bro, kita liat nanti aja" Danu mengakhiri panggilannya.


*****


Pukul 7 tepat Adryan sudah berada di depan kos Dinda.


Gadis manis itu telah menunggu di depan pintu kamarnya. Gadis itu terlihat sangat menawan dengan dres berwarna merahnya dan riasan tipis nan sederhananya dengan sepatu teplek yang berwarna senada, Adryan tersenyum melihat gadis pujaannya.

__ADS_1


'Gue mang gak salah pilih, kamu cantik banget Dinda, hanya dengan riasan tipis sudah sangat cantik' gumam Adryan.


Adryan berjalan menghampiri Dinda. Pria tampan itu mengenakan kemeja berwarna cream dengan stelan jam bermerek berwarna hitam dan celana yang berwarna senada dengan warna jasnya.


"Hai Dinda, udah siap ?" tanya Adryan.


"Eh, Mas Iyan formal banget pakaiannya, aku salah kostum ya ?" tanya Dinda. "Kalau gitu aku ganti baju lagi aja ya Mas" tambah gadis manis itu.


"Gak usah Dinda, kamu gak salah kok, udah itu aja bajunya, udah cantik banget" ujar Adryan tulus.


"Beneran ?" tanya Dinda singkat.


"Iya, beneran, kita berangkat yuk" ajak Adryan dengan senyum yang menawan membuat wajah lelaki itu semakin tampan.


Dinda menganggukkan kepalanya mengiyakan. Mereka berjalan beriringan kearah mobil Adryan. Adryan membukakan pintu disebelah kemudian untuk Dinda.


"Terimakasih Mas" ucap Dinda dengan senyum manisnya.


Sebelum menyalahkan mobil mewahnya Adryan menanyakan keinginan Dinda, ia tak ingin dicap lelaki yang egois oleh gadis manis di sebelahnya itu.


"Dinda, kamu maunya kemana ? apa ada yang ingin kamu kunjungi atau mau kamu tuju gitu ?" tanya Adryan lembut.


"mmm... gak ada Mas, aku terserah Mas aja, atau kita ke Mall deket-deket sini juga boleh Mas" jawab Dinda.


"Oke, kita jalan go..." ucap Adryan lalu menyalakan mobilnya dan melaju keluar dari tempat kos Dinda.


Sepanjang perjalanan mereka selalu mengobrol, selalu ada bahan untuk Adryan untuk membuat Dinda tersenyum.


Setelah lima belas menit sampai lah mereka di parkiran Mall dimana tempat sudah Adryan persiapkan untuk nembak Dinda.


*****

__ADS_1


"Ar, kau tak pergi malam mingguan ?" tanya Yenita pada adik kesayangannya itu.


"Gak kak, mau malam mingguan sama siapa ?" jawab Arya lesu.


"Ya sama Khaiyang lah, sama siapa lagi" ujar Yenita lalu duduk di sebelah Arya.


"Kakak kan liat, sikap dingin Khaiyang ke aku" jawab Arya teringat sikap Dinda kemarin padanya.


"Kalian bertengkar ?" tanya Yenita lagi.


"Gak, cuma setelah kalian pulang dari makan siang kemarin tu, sikapnya langsung berubah jutek lagi, tah lah kak, aku juga tak tau salah aku apa" ujar Arya bingung.


"Gengsi kau itu tinggi kali, kalau kau masih sangat cinta sama Khaiyang ya kau harus ungkapin dong Ar, jangan dipendam terus, cewek juga ingin pernyataan cinta Ar, gak hanya dengan sikap aja" ucap Yenita.


"Tapi cinta gak harus diungkapin kan kak ? dengan sikap kan bisa juga"bantah Arya.


"Tapi wanita butuh ungkapan cinta dari laki-laki Ar, mereka tak ingin menebak-nebak, Khaiyang pasti ingin kau nyatakan cinta kau sama dia, dia takut lah, takut salah dia... kalau kau tak bilang, kau tak akan tau apa Khaiyang masih cinta sama kau atau tak, kalau kau lama-lama gini, Khaiyang bisa-bisa direbut orang" ucap Yenita.


"Ya udah lah, besok kakak mau pulang ke Pekan, dah terlalu lama kakak tinggalkan papa sama mamak, dari pada kau bengong kayak itu, lebih baik kau temani kakak ke Mall, kakak ingin beli oleh-oleh tuk papa sama mamak, kau mau gak ?" ujar Yenita.


"mmm... ya dah lah kak, oke lah aku temanin kakak cari oleh-oleh tuk papa sama mamak, kakak udah siap ?" tanya Arya.


"Udah, tinggal pergi" ucap Yenita singkat.


"Oke, aku ambil kunci mobil dulu" ucap Arya lalu berdiri dari sofa dan mengambil kunci mobil yang ada di meja di dekat pintu apartemennya.


Yenita mengambil tas yang ada di kamarnya lalu berjalan keluar apartemen Arya. Mereka berjalan menuju lift.


**BERSAMBUNG...


JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA, TOLONG KLIK TOMBOL 👍 DAN FAVORIT ❤️ JUGA KOMENTARNYA, DAN BANTU AUTHOR AGAR TAMBAH SEMANGAT, TERIMAKASIH 🙏🙏

__ADS_1


HAPPY READING ❤️❤️**


__ADS_2