
3 tahun kemudian
Zidan dan Zahra tetap tinggal di rumah Dirga. Orang tua Zidan tidak mengizinkan mereka untuk tinggal di rumah sendiri. Rumah besar itu akan sepi jika Zidan dan Zahra pergi karena Zidan merupakan anak tunggal Dirga dan Nancy. Apalagi sekarang sudah ada seorang cucu yang membuat rumah mereka semakin ramai dengan suara tangisnya.
“Zi, mama dan papa mau mengajak Fatih jalan-jalan dulu, ya” ujar papanya menggendong tubuh gembul cucu kesayangannya.
Al Fatih Zidan Dirgantara. Anak laki-laki Zahra dan Zidan yang chubby dan lucu. Cucu kesayangan oma dan opanya. Zahra dan Zidan tidak bisa melarang oma dan opanya jika sudah menggendong Fatih. Anak itu juga senang sekali ikut oma dan opanya.
"Dadah ayah bunda" ujar Nancy menggerakkan tangan Fatih ke arah Zidan dan Zahra.
"Anak bunda jangan nakal ya sama Oma" Zahra mencium pipi chubby Fatih.
"Ayo, Ma" rengek Fatih sudah tidak sabar mau masuk ke mobil. Fatih paling suka diajak Opanya jalan-jalan naik mobil.
“Lama-lama juga nggak apa, Ma” teriak Zidan melihat mama dan papanya sudah masuk ke dalam mobil. Fatih melambaikan tangannya kepada Zahra dan Zidan.
Zidan merangkul pinggang Zahra lalu mengajaknya masuk ke dalam rumah.
“Mas, kok ngomong gitu” ujar Zahra heran.
“Kita kan bisa berduaan di rumah, Sayang. Nggak ada yang ganggu” kedip Zidan nakal.
__ADS_1
“Ih, Mas Zidan ini” Zahra mulai membaca ada sesuatu yang tidak beres.
Zahra lalu melepaskan rangkulan Zidan dan meninggalkan suaminya yang mulai menunjukkan sinyal-sinyal nakalnya.
“Sayang, tunggu” teriak Zidan mengiringi langkah Zahra namun Zahra tidak menoleh.
“Bunda Fatih ... istri ku tersayang” panggil Zidan lagi tapi Zahra tetap cuek.
“Dokter Zahra Ratu Orchida!!” panggil Zidan lagi dengan nada tinggi.
Zahra menghentikan langkahnya jika Zidan sudah memanggil nama lengkapnya dengan embel-embel dokter, dia tidak bisa menghindar lagi.
“Apa Mas Zidan, suami ku tercinta?” balas Zahra tersenyum membalikkan badannya.
“Mas Zidan jangan genit, ih” ucap Zahra malu.
“Sekarang giliran Mas yang bakalan menyuntik Bu Dokter yang satu ini” bisik Zidan lagi lalu menggendong Zahra.
“Eh, Mas turunkan ... Mas!!” teriak Zahra manja, tapi Zidan tak menghiraukan teriakan manja istrinya.
"Mas Zidan!!!"
__ADS_1
Zahra memukul dada bidang Zidan. Namun Zidan hanya tersenyum melihat sikap istrinya itu. Malu-malu tapi mau. Zidan lalu menurunkan Zahra di atas ranjang dan mengunci rapat pintu kamarnya.
"Sudah waktunya Fatih mempunyai adik untuk temannya bermain" ujar Zidan mendekati Zahra yang sudah berbaring di atas ranjang.
Zahra tersenyum menatap wajah suaminya yang semakin tampan saja.
"A ... apa harus sekarang?" tanya Zahra.
"Sayang, susah sekali meluangkan waktu berdua seperti ini sejak ada Fatih. Kamu bukan lagi milik ku seorang..." Zidan membelai lembut wajah Zahra.
"Bukannya Mas yang terlalu sibuk, kalau pulang sudah capek sendiri terus ujungnya tidur duluan. Padahal aku menunggu mu Mas..." gumam Zahra menatap lekat manik Zidan.
"Benarkah?" tanya Zidan tersenyum tidak percaya mendekatkan wajahnya ke arah Zahra hingga hidung mancungnya menyentuh hidung Zahra.
"Iya, Mas. Aku juga menginginkan mu..." bisik Zahra tersenyum. Zidan pun mendaratkan kecupan mesranya kepada Zahra.
Zidan yang dari dulu sangat tidak menyukai wanita yang manja, entah kenapa dengan Zahra dia selalu merindukan sikap manja istrinya itu. Bahkan dia sangat suka melihat Zahra bermanja-manja dengan dirinya. Wanita yang akan selalu dicintainya sehidup sesurga.
END
Terima kasih sudah membaca cerita Takdir Cinta Zi dan Za sampai selesai. Terima kasih juga buat kamu yang sudah like dan komen. Baca karya lain author :
__ADS_1
- Me and The Credit Queen
- Exchanged Marriage (End)