Takdir Hidupku Menikah Karena Perjodohan

Takdir Hidupku Menikah Karena Perjodohan
10. Memikirkannya


__ADS_3

seketika itu mereka pun saling berpandangan dan kemudian saling tertunduk kepalanya karena malu.


menurut papa itu tidak terlalu cepat nak, mungkin sekarang kalian belum saling mengenal satu sam lain....tapi om dan tante yakin kalau setelah kalian menikah nanti nya kalian akan saling mencintai dan saling membutuhkan satu sama lain........jadi apa kalian setuju dengan waktu yang akan ditentukan untuk pernikahan. tanya adit kepada ridho dan icha.


setelah berpikir sejenak kemudian "baiklah aku setuju tapi ada syarat".ucap ridho icha kembali bersamaan.


"wah sayang .....ternyata firasat baik kita kalau benar2 terjadi ya, buktinya sekarang mereka udah kompak kayak gitu.....". ucap reza sambil tersenyum pada ana.


"iya sayang, aku jadi senang lihatnya, kalau memang benar icha sama ridho jodoh". jawab ana pada reza sambil mengerlipkan dan menaik turunkan kedua alisnya kearah ridho dan icha.


"iih apaan sih kalian" ucap icha dan secara bersamaan melemparkan bantal sofa disamping mereka kearah reza dan ana yang sontak menimbulkan senyuman diwajah kedua orangtua ridho.


"tuh kan benar kalau kalian jodoh, buktinya kalian kompak lagi,hahahaha".ucap reza sambil tertawa bersama ana yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari ridho.


sedangkan kedua orang tua ridho hanya menggelengkan kepala melihat tingkah laku anak-anaknya.


"apa syaratnya agar kalian setuju dengan pernikahan kalian" tanya adit.


"oke, kamu dulu".ucap ridho pada icha.


oke, tante, om icha setelah menikah icha masih bisa melanjutkan kuliah icha karena satu tahun lagi icha akan segera lulus dari kuliah icha.

__ADS_1


"tentu saja nak kamu masih bisa melanjutkan kuliah mu nak, dan semua biaya kuliah kamua akan ditanggung oleh ridho suamimu nanti begitu juga dengan ana",ucap papa dan mama ridho.


sebelumnya terima kasih om tante tapi icha masih bisa membiayai kuliah icha sendiri dengan sisa tabungan warisan dari kedua orangtua icha". ucap icha.


"simpan saja semua itu untuk kebutuhan mu sendiri nak, sudah kewajiban ridho sebagai suami kamu untuk menafkahi kamu sebagai istrinya nanti". benarkan ridho yang diucapka mama. ucap mama ridho kepada ridho.


"benar ma, kamu pikir saya gak mampu untuk menafkahi semua kebutuhan kamu termasuk membiayai kuliah kamu hah?? ". ucap ridho kepada icha dengan perasaan kesal.


"iii-iya maaf, saya minta maaf karena sudah membuat mu kesal baiklah saya setuju". ucap icha menjawab icha ridho terbata-bata karena melihat tatapan ridho yang bagai macan sudah siap menerkam siapa pun yang sudah membuatnya kesal.


"Astaghfirullah ini cowok kenapa menyeramkan banget, udah sikapnya dingin lagi gimana nasib ku kalo aku jadi istrinya nanti, bisa mati selonjoran aku nanti ya allah ".ucap gumama icha dalam hati.


"dan kamu nak syarat apa yang kamu berikan pada kami agar kamu setuju dengan pernikahan ini". ucap papa ridho pada anaknya.


"oke, papa dan setuju dengan syaratmu ......bagaimana dengan mu nak,". tanya adit kepada icha


"oh iya om icha setuju". jawab icha yang baru sadar saat ditanya oleh papa ridho.


"oke, oh iya nak kamu sama ana jangan panggil om sam tante lagi ya panggil mama sama papa aja biar sama kayak ridho dan reza lagian kan sebentar lagi kalian aka jadi anak2 kami juga".


"iya tante emmh maksudnya mama maafkan icha".

__ADS_1


"iya gak apa2 sayang". ucap mama ridho dengan kasih sayang kepada keduanya.


..........................................................................................................................


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat hingga satu bulan kemudian tibalah saat pernikahan ana dan reza acara akad dan resepsi pernikahan diadakan dengan sangat mewah dan meriah disebuah hotel berbintang 5 dikota M . tapi selama itu pula sejak pertemuan mereka saat malam itu ridho tidak pernah sekalipun menghubungi icha, namun icha pun juga tidak per


pagi adalah acara akad dan ijab qobul reza yang terlihat sangat tampan dengan memakai setelan jas hitam dengan kemeja putih juga celana hitamnya dan memakai peci hitam yang menambah kesan religi dalam dirinya.


sedangkan ana terlihat cantik memakai setelan kebaya putih panjang dengan kerudung pashmina yang balut dengan selendang putih diatasnya dengan beberapa taburan mutiara indah di bagian depan atas kebaya yang ia pakai menambah kesan mewah dalam dirinya dengan polesan make up yang tidak terlalu tebal tapi tetap elegan dengan senyuman manis diwajahnya yang semakin memamcarkan kecantikan alami didalam dirinya.


tak lama acara akad dan ijab qobul pun dimulai setelah itu terdengar suara ucapan "SAH"oleh para tamu dan kemudian penghulu pun mempersilahkan untuk pengantin turun kebawah untuk menemui suaminya.


tak lama ana yang antar oleh icha dan mamanya pun munuruni tangga, disaat itu pun semua mata tertuju pada pengantin wanita yang terlihat sangat cantik dan anggun termasuk reza yang sudah "SAH" menjadi suami ana dia pun terus menatap ana yang semakin dekat menuju kearahnya.


namun ada sosok laki-laki yang terpesona dengan kecantikan icha yang berjalan disamping ana, tak lain sosok itu adalah ridho yang dari tadi tatapan matanya tak mau lepas dari wajah cantik icha karena selama sejak ia dipertemukan dengan icha ia tidak pernah sekali pun berpikir untuk menghubungi icha ia merasakan persaan aneh seperti ada kerinduan dimatanya saat melihat kala itu.


tapi saat itu tidak memperdulikan karena yang ia perdulikan saat itu adalah kelancaran acara pernikahan ana sahabatnya itu.


setelah sampai dihadapan reza kemudian penghulu menyuruh reza saling bertukar cincin mereka pun melakukannya ,kemudian icha mengambil tangan reza dan mencium punggung tangan suaminya itu dan kemudian reza pun mencium kening ana dengan lembut tampak kebahagiaan diwajah mereka berdua.


tak terasa malam tiba reza dan ana pun telah bersiap untuk melaksanakan resepsi pernikahan mereka.

__ADS_1


semua orang tamu undangan disana pun turut memberikan ucap selama dan doa untuk kebahagiaan rumah tangga mereka.


Jangan lupa like&koment ya readers 😊😊😊


__ADS_2