Takdir Hidupku Menikah Karena Perjodohan

Takdir Hidupku Menikah Karena Perjodohan
Tentang Kita


__ADS_3

Hayy guyss maaf ya udah lama gak up cerita nya ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


Pagi hari


Setelah melaksanakan Sholat subuh Berjama'ah Icha memutuskan untuk melanjutkan tidur nya karena rasanya seluruh tubuh nya sangat lelah akibat semalam yg membuat Icha malu sendiri jika mengingat nya.


Namun tak berapa lama ada sebuah tangan yang melingkar erat diperutnya,


"Sayang". panggil Ridho.


"Hemm". Jawab Icha gugup.


"Terima kasih ya".


"Untuk apa Mas?.


"Untuk semua nya karena kamu sudah mau menjadi istriku, juga mencintaiku,dan sudah mau menjadi milikku seutuhnya".


"Hemm... Iya Mas terima kasih juga karena kamu sudah mecintaiku, entah aku gak bisa bayangin gimana kalau dulu gak ada kamu dihidupku", jawab Icha.


"Iya sayang". jawab Ridho masih memeluk Icha.


"Emm... sayang maaf ya udah buat kamu capek semalam", ucap Ridho.


"Gak apa2 kok Mas malah aku senang melayani kamu suamiku". ucap Icha tersenyum malu.


"Beneran sayang, Jadi kalau aku pengen lagi boleh?". tanya Ridho berbisik ditelinga Icha.


"Jadi apa Mas mau lagi?". tanya Icha menundukkan wajah cantik nya karena malu.

__ADS_1


"Iya sayang boleh ya". tanya Ridho.


"I-iya boleh Mas". Jawab Icha dengan kedua pipinya yang Bersemu merah dari tadi.


Tanpa menunggu lama lagi Ridho pun langsung memulai aksinya itu, sungguh tubuh istrinya itu sudah sangat menjadi candu untuk dirinya.


..........................................................................................................................


Entah sudah berapa kali mereka melakukan nya yang sekarang mereka sudah tertidur saling berpelukan karena sangat kelelahan akibat aktivitas panas mereka.


Kini cahaya matahari pun sudah mulai naik pertanda hari sudah semakin siang. Icha mengerjapkan matanya untuk segera menghilangkan sedikit rasa kantuknya.


Saat rasa kantuk nya sudah mulai hilang Icha segera bangun dari ranjang untuk membersihkan dirinya. ia pun baru menyadari bahwa jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi pantas saja kalau perut nya sudah berdemo ingin segera diisi.


Namun saat dia sudah akan melepaskan tangannya seseorang orang yang ia cintai itu yang masih setia memeluk tubuhnya yang tak memakai pakaian apapun hanya selimut yang cukup tebal saja yang menutupi, tubuh mereka satu sama lain, Tangan itu malah semakin mempererat pelukan.


"Mas bangun yukk udah siang banget ini". rengek nya.


"Ahhhh..... Mas aku laper banget, ini mah bukan cuma meluk masak kayak gini juga". ucap Icha yang tengah menahan gejolah dalam tubuh nya karena merasakan sentuhan dan hisapan dipucuk kedua gunung kembarnya nya oleh Ridho.


"Iya bentar sayang". ucap Ridho menghentikan hisapannya lalu melanjutkan nya lagi.


"Akhhh... akhhh....Mas jangan gini dong nanti aku jadi pengen lagi". ucap Icha menahn rasa malu nya.


"Ya gak apa2 dong sayang dengan senang".goda Ridho terkekeh melihat reaksi istrinya karena sudah berhasil memancing hasrat istrinya.


"Akhhh...Mas udah dulu ya, plisss aku udah laper banget ini". ucap Icha berusaha melepaskan pelukan suaminya.


"Ya udab sana". jawab Ridho melepaskan pelukannya dan duduk ditepi ranjang membelakangi Icha. kayak nya sih ngambek๐Ÿ˜…

__ADS_1


Icha pun akhirnya lega bisa terbebas dan segera bangun bersandar disandaran ranjang, Namun saat melihat ekspresi wajah suaminya ia pun segera membujuk dan merayu nya.


"Mas marah ya sama aku". tanya Icha.


"Udah tau masih nanyak", Ridho sedikit ketus.


"Mas bukannya aku gak mau tapi ini udah siang Mas emang nggak ke kantor?", ucap Icha mencari Alasan.


"Nggak semua nya udah dihandle sama Reza". jawabnya masih ketus.


"Mas kamu masih marah banget sama aku". tanya Icha. Namun tak ada jawaban sama sekali dari Ridho.


"Mas kan nanti bisa gitu lagi". ujar Icha menundukkan wajah dan menggigit bibirnya karena tanpa sengaja bilang seperti itu.


"Beneran sayang?". tanya Ridho mulai menunjukkan senyum karena ia berpikir Icha pasti capek setelah melayaninya melewati beberapa ronde. namun Icha sendiri yang mengatakan nya.


"I-ya Mas Sayang". jawab Icha merasa gemas karena sikap Ridho yang tiba2 menjadi seperti anak kecil.


"Kenapa gak sekarang aja". tanya Ridho memajukan bibirnya.


"Aku laper banget Mas". rengek Icha.


"Ya udah iya". jawab Ridho membuat Icha lega.


"Tapi mandi bareng yuk, harus". bisik Ridho ditelinga Icha.


"Emmmm.....". Icha berpikir.


Cup

__ADS_1


Sebelum Menjawab pertanyaan itu sebuah kecupan sudah mendarat dibibirnya. tak berapa lama setelah kecupan itu Ridho sudah menggendong tubuh Icha kekamar mandi untuk mandi bersama, karena ia tau kalau Icha pasti akan merasakan sakit karena ini adalah pertama kalinya bagi Icha sama seperti dirinya.ohhhh...๐Ÿ˜pengertian banget sih Syayyyyy.........๐Ÿ˜


Jangan lupa Like,Vote&Koment ya Readerrrssss biar Author nya tambah semangat up nya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜Š๐Ÿค—


__ADS_2