Takdir Hidupku Menikah Karena Perjodohan

Takdir Hidupku Menikah Karena Perjodohan
17. sakit


__ADS_3

setelah ridho sampai didalam kamar ia segera membangunkan icha untuk makan malam dan minum obat.


ia menempelkan tangannya didahi ia.


"panas.....ternyata kamu demam sayang".gumam ridho.


setelah icha bangun ridho menyuapi icha makan karena tidak tega melihat istrinya itu dalam keadaan lemah.


"makasih ya mas udah mau nyuapin aku makan, maaf aku udah ngerepotin kamu".ucap icha disela2 makannya.


"hmm......mas kenapa makanannya gak dimakan".ucapnya lagi.


"gak sayang kamu makan dulu aja mas kan bisa makan nanti, lagian ini sudah kewajiban mas sebagai suami kamu buat merawat kamu".ucap ridho sambil mengusap pelan rambut istrinya.


Degg....


"Ya allah ampuni aku karena selama ini salah gak melakukan kewajiban aku sepenuhnya sebagai seorang istri ".batin icha.


"Tapi juga makan mas biar kamu ikutan sakit juga kayak aku".ucap icha sambil menyuapi ridho tanpa sadar dengan sendok yang digunakan ridho untuk menyuapinya.


Seulas senyuman terbit dibibir ridho saat mendapatkan perhatian dari istri yang ia cintai.


"hmm... mas maaf aku gak sengaja kalau sendoknya barusan bekas aku".ucap icha tertunduk malu.


"Gak apa2 kok sayang justru mas senang karena secara tidak langsung berciuman".ucap ridho menggoda icha.

__ADS_1


"iihh.... apaan sih mas kamu pikirannya kok jadi mesum gini".ucap icha malu.


"sama istri sendiri juga kan gak apa2 cha".ucap ridho.


Setelah selesai minum obat icha merebahkan tubuhnya dikasur disusul oleh ridho disampingnya.


Ditengah malam ridho terbangun dari tidurnya karena mendengar suara mengigil dari istri disampingnya.


ridko pun segera menarik selimut untuk menutupi istrinya.


ia pun memeluk tubuh istrinya agar bisa memberi kehangatan untuk istrinya.


Disaat adzan subuh berkumandang icha terbangun dari ditidurnya dalam dekapan suaminya.


ia mendongakkan wajahnya kearah wajah tampan suaminya sambil tersenyum ia mengagumi ketampanan ridho.


Tak lama ridho membuka matanya seketika icha yang tadinya tengah memandangi wajah tampan suaminya seketika ichapun langsung membenamkan wajahnya kedada bidang ridho dan berpura-pura tidur kembali.


"Alhamdulillah panasnya sudah turun, cepat sembuh ya sayang".ucap ridho sambil mencium lembut kening istrinya.


setelah itu ridho bangun dan berjalan menuju kamar mandi dan segera melaksanakan sholat subuh.


..........................................................................................................................


Dipagi hari

__ADS_1


Ridho tengah bersiap2 untuk berangkat kekantor, icha sudah bersiap untuk pergi kekampus ia pun berjalan kearah suaminya dan membantunya memakaikan dasi dileher ridho.


"lho kamu kok Sudah rapi udah kekampus? lebih baik kamu ijin dulu sayang, kamu masih sakit cha".ucap ridho.


"Aku udah sembuh kok mas, nih lihat udah gak panas lagi kan".ucap icha sambil menempelkan tangan ridho dikeningnya.


"iya sih sudah gak panas lagi, tapi saya khawatir kamu nanti kenapa2".ucap ridho khawatir.


"Mas tenang aja gak usah khawatir habis sarapan akan minum obat nanti ya".ucap icha meyakinkan.


"Ya sudah terserah kamu aja, kita sekarang sarapan yuk terus kita berangkat bareng".ajak ridho sambil menggandeng tangan istrinya yang dibalas anggukan oleh icha.


"Nanti pulangnya aku jemput ya, terus kamu jangan capek2 dan kalau ada apa2 kamu langsung hubungi saya ya".ucap ridho.


"iya mas kamu juga hati2 ya nyetirnya aku masuk dulu".ucap icha.


icha pun mencium tangan istrinya suaminya dan dibalas kecupan dikeningnya oleh ridho. Tapi icha masih belum meranjak dari tempatnya.


"lho kok masih belum masuk sayang".tanya ridho bingung.


Icha pun tiba2 mendaratkan ciuman dipipi ridho.


"Makasih ya mas".ucap icha segera keluar dari mobil karena malu pada ridho dan meninggalkan ridho yang tiba2 memamatung tak percaya akan apa yang icha lakukan terhadapnya.


Jangan lupa vote&favorite ya reader๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿค—

__ADS_1


__ADS_2