Takdir Hidupku Menikah Karena Perjodohan

Takdir Hidupku Menikah Karena Perjodohan
12. Persiapan pernikahan


__ADS_3

Tak terasa Hari pernikahan Ridho dan icha sudah semakin dekat orang tua ridho dan juga orang tua angkat icha pun sudah mulai sibuk untuk mempersiapkan pernikahan mereka.


Dipagi hari🌥🌥🌥


Dirumah keluarga ridho


setelah selesai membantu bi ina memasak makanan untuk sarapan dan menghidangkan nya diatas meja makan ana pun berpamitan kepada bi ina untuk pergi ke kamarnya untuk segera bersia siap pergi kuliah.


Tak butuh waktu lama... icha sudah selesai bersiap-siap untuk berangkat kuliah ia pun terlihat rapi mengenakan gamis ala2 mahasiswa untuk pergi kuliah. tak lama ichapun keluar dari kamarnya menuju ke ruang makan dilantai bawah sana,


setelah sampai icha pun menyapa hangat semua orang yang sudah menunggunya disana untuk sarapan bersama......semua orang pun juga membalas sapaan hangat icha tersebut kecuali Ridho.....dia tampak terpesona melihat penampilan icha yang terlihat sangat cantik dan rapi.


"subhanallah dia terlihat cantik sekali hari, ya allah apakah dia gadis yang setiap malam selalu ada dalam mimpiku.


gumam ridho didalam hati.


kemudian icha duduk disamping mamanya ana dan mereka makan bersama.......setelah selesai.


anita bertanya"Ridho icha karena pernikahan kalian waktunya hanya tinggal beberapa hari lagi .....nanti setelah pulang kuliah icha.... kalian fitting baju pernikahan ya dibutik tante rina.


"hah , emangnya harus hari ini ya mah? tapi kayak nanti ridho ada meeting deh mah jadi ridho gak bisa".ucap ridho beralasan.


sebab tidak mau jantungnya berdetak kencang lagi jika harus pergi bersama icha dan terlihat gugup didepan nya. hal itu selalu terjadi disetiap ridho bertemu dengan icha karena memang sudah beberapa hari icha dan orangtua nya ana tinggal disana setelah pernikahan ana dan reza,untuk mempersiapkan pernikahan nya dengan icha,


apa itu karena ridho sudah mulai menyukai icha entahlah hanya ridho dan allah yang tau.


"udah deh dho' kamu tenang aja soal meeting nanti boar aku aja yang handle hitung2 sebelum aku pergi honeymoon sama ana". ucap reza yang tau bahwa ridho hanyalah beralasan.


"dasat!!! reza tau aja kalau cuma alasan aja biar gak grogi kalau aku nanti jadi pergi sama icha. umpat ridho dalam hati.

__ADS_1


icha pun segera pamit kepada orang tua ridho dan juga orang tua karena memang sekarang icha hidup sebatang kara semenjak kedua orangtuanya meninggal maka sejak itulah kedua orangtua ana mengangkat nya sebagai anak untuk berangkat kuliah .


"emmh...gimana kalau kalau kalian berangkatnya bareng aja, ridho kamu anterin icha berangkat kuliah dulu, baru nanti kamu berangkat kekantor biar reza nanti berangkatnya bareng sama papa, ya kan pah,". ucap mama anita.


ridho yang sedang minum air tiba2 tersedak saat mendengar ucapan mama nya.


"uhuk uhuk....apa mah Ta -tapi kan mah.....". ucap ridho terbata-bata karena gugup .


"hahaha.., biasa aja dong dho'gak usah gugup gitu lagian bentar lagi kan kalian akan nikah jadi kamu udah harus terbiasa jalan bareng sama icha. ucap reza menertawakan


ridho yang sedang gugup.


"benar juga sih kata reza aku memang harus terbiasa jalan bareng sama icha, karena kan bentar lagi statusku akan jadi suaminya dia, aduh kok aku jadi kayak gini sih belum nikah aja jantungku udah mau lari marathon aja kalau ketemu icha gimana kalau udah jadi suaminya nanti yang akan tinggal sama2 bareng dia dan pastinya aku harus memberikan nafkah lahir dan batin untuk dia". gumam ridho sambil melamun.


"woyy, kenapa jadi bengong lo, dho'? ah.... aku tau nih kalau kamu pasti lagi mikirin icha kan, noh buruan anterin icha jangan sampai dia telat gara2 nungguin calon suaminya kelamaan bengong2 gak jelas". ucap reza tiba2 menepuk bahu ridho yang membuyarkan lamunan ridho saat itu sambil mengejeknya.


"semua orang yang ada disana pun terkekeh mendengar jawaban gugup dari ridho. kecuali icha yang tampak biasa saja karena memang ia belum punya perasaan apa2 kepada ridho.


"lho, malah pada ketawa semua sih, apanya yang lucu. ucap ridho bingung karena semuanya tengah menertawakan dirinya.


"ya sudah sudah sekarang mendingan kalian berangkat deh, kasian nanti icha jadi telat kuliahnya". ucap mama anita kepada ridho dan icha.


setelah mendengar ucapan sang mama ridho dan icha pun beranjak dari duduknya dan menyalami semua orangtua mereka secara bergantian.


"semangat kuliah nya kakak ipar biar cepat jadi Dr. Dewi Indah Anisa". ucap reza yang dibalas senyuman tipis oleh icha.


"ya udah mah pah semua....kita berangkat dulu ya, Assalamualaikum ". ucap ridho berpamitan pada kedua orangtuanya.


"iya nak,Waalaikumsalam warohmatullah.... hati-hati ya nak". ucap orang tua icha pada mereka.

__ADS_1


"cie.... ciee... yang kita, hahaha". ucap ana dan reza mengejek ridho yang dibalas tatapan tajam dari ridho.


tak lama ridho dan icha pun sudah ada didalam mobil. ridho segera menyalakan mesin menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang,


selama perjalanan tidak pembicaraan apapun diantara keduanya icha yang sedang fokus memainkan Handphone nya dan ridho yang sedang fokus menyetir mobilnya dengan tatapan lurus kedepan. namun sesekali ridho melirik icha yang tengah duduk disamping nya.


setengah jam kemudian, mereka pun sampai didepan universitas kuliah icha, setelah sampai icha pun pamit dan tak lupa mengucapkan terima kasih kepada calon suaminya yaitu ridho.


namun sebelum itu ridho bertanya pada icha.


"kamu nanti pulangnya jam berapa biar nanti saya jemput buat pergi fitting baju dibutiknya tante rina. tanya ridho sambil menghadap kearah icha.


"eemm, nanti kayaknya sekitar jam 2 an". ucap icha.


"oh ya sudah nanti siang saya jemput kamu disini, dan untuk kepastiannya saya akan telfon kamu nanti". ucap ridho pada icha.


"emang nya kamu udah punya nomer Hp ku, dapat dari siapa?". tanya icha pada ridho.


"iya saya punya, dikasih sama ana kemaren". jawab ridho pada icha.


"ooh ya udah kalau gitu terserah kamu aja, aku masuk dulu ya, makasih ya udah nganterin aku, Assalamualaikum ". ucap icha tersenyum pada ridho, lalu keluar dari mobil ridho.


"Waalaikumsalam warohmatullah". ridho menjawab salam dari icha.


"Ya allah kenapa aku jadi senang sekali senyuman manis icha, apa sebenarnya aku udah..... aaahhh itu gak mungkin".


Visual Reza




__ADS_1


__ADS_2