
Happy Reading 🤗
"Ehh...Mm-Mas kamu sudah pulang?".tanya Raina pada Adrian.
"Hemm".jawab Adrian singkat.
"Kapan? ".tanya lagi Raina.
"Tadi waktu kamu Tidur sofa ruang tamu".jawab Adrian.
"Ohh...berarti kamu Dong yang mindahin aku kesini".tanya Raina.
"Iya emang kenapa?".tanya balik Adrian.
"Ya-ya nggak Apa-apa Mas".jawab Raina.
"Ya sudah, Ayo Aku mau Makan sekarang".ucap
Adrian lalu turun ku ebawah untuk makan dikuti oleh Raina setelah cuci muka terlebih dahulu.
Dimeja Makan
"Apa kau tadi menungguku?sampek belum Makan Malam".tanya Adrian dengan berharap Raina menjawab "Iya".
__ADS_1
"Emmhh...... I-iya,Tapi aku janji gak akan nungguin kamu lagi".jawab Raina takut,Karena mengartikan kalau Adrian akan marah tidak suka kalau Ia menunggunya.
Seketika nampak senyuman terbit dibibir Adrian karena Raina menjawab apa yang Ia harapkan Namun senyuman itu langsung berubah karena Raina mengatakan kalau tidak akan menunggu nya dan itu berarti dia tidak bisa makan bersama dengan Istri yang sangat Ia cintai.
"Ke-kenapa kau tidak mau menungguku lagi?".tanya Adrian.
"Ya kan, kamu tidak mau aku menunggumu lagi".tanya balik Raina.
"Siapa bilang? aku ingin kau selalu menungguku sampai kapan pun.
"Hah, kenapa?".tanya Raina terkejut.
"Tidak Apa-apa, Aku sudah selesai".ucap Adrian dan berlalu ke kamar.
Dikamar
"Selamat Tidur Mas, Aku tidak mau berharap kau akan memimpikan ku".ucap Raina lalu mencium kening Adrian. setelahnya Raina tertidur membelakangi Adrian.
Namun tak lama kemudian Adrian membuka matanya,
Dengan Senyuman yang merekah dibibirnya Adrian menyentuh kening bekas kecupan Raina yang masih hangat disana.
"Terima kasih Sayang, Ya allah apa aku boleh berharap bisa seperti ini dengannya selamanya?".Adrian membalikkan tubuh Raina menjadi menghadap padanya, lalu diapun melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Raina padanya. Dan berakhir dengan Adrian memeluk tubuh Raina erat memberi kehangatan untuk mereka berdua.
__ADS_1
..........................................................................................................................
Pagi Hari
Euuhhh....... suara lenguhan terdengar dari mulut Raina karena mata sudah mulai masuk dari sela-sela gorden kamarnya, Iapun mengerjapkan matanya untuk segera mengembalikan kesadaran, Namun saat kesadarannya sudah mulai kembali, Raina terkejut karena baru menyadari posisinya ada dipelukan Adrian suaminya
Dengan tangan kiri yang dengan lancangnya sudah berada dipinggang Adrian, Tatapannya pun kini berganti menatap wajah tampan Suaminya,
Ya Allah Kapan kah aku bisa memiliki Raga dan Hatinya? Gumam Raina sambil menurunkan Tatapannya karena tidak ingin Adrian sampai melihatnya dan akan marah padanya.
Dengan cepat Ia langsung menarik tangannya dari pinggang Adrian dan akan langsung pergi namun tidak bisa karena tangan Adrian masih setia memeluk pinggangnya erat, dan kedua kaki nya diapit oleh kaki Adrian,
"Emm..... Mas......Mas aku mau bangun".ucap Raina berusaha membangunkan Adrian lembut,
"Apa?".tanya Adrian dengan suara seperti khas orang tidur, Padahal sebenarnya dia sudah bangun dari tadi karena memandang wajah Raina setiap bangun tidur sudah menjadi kebiasaan barunya semenjak menikah dengan Raina,
"Ya aku mau bangun,ayo Mas".jawab Raina sedikit kesal.
"Ya terus kenapa? kalau kamu mau bangun Ya bangun aja kenapa harus bangunin aku",Ucap Adrian ketus padahal sebenarnya dia sedang menahan tawanya karena sudah berhasil mengerjai Raina.
"Tangan sama Kakimu yang berat dari tadi meluk Aku sampek aku susah banget".Jelas Raina kesal.
"Hah, Ya sudahlah gak Apa-apa".ucap Adrian enteng sambil mempererat pelukannya.
__ADS_1
"Haahhhh, Mas kok jadi gini sih".Rengek Raina.
"Biarkan seperti itu ini dulu ya?".ucap Adrian lembut ditelinga Raina yang membuat sang empunya Telinga seketika menjadi merinding. Tapi sebenarnya Raina sangat senang karena dia bisa merasakan Pelukan Dari Suami yang benci pada dirinya menurutnya.