Takdir Hidupku Menikah Karena Perjodohan

Takdir Hidupku Menikah Karena Perjodohan
Bulan pertama


__ADS_3

Happy Reading


Raina POV.


Hari ini adalah hari pertamaku bekerja dikantor pusat Diana Group sebagai sekretaris Mas Adrian, Aku sangat senang karena menjadi Sekretaris Mas Adrian akan membuatku selalu bersamanya,dan itu akan memudahkan aku untuk mendekatinya mulai dari sekarang hingga 7bulan kedepan. Ya, Mas Adrian kemarin akhirnya mau menyetujui surat perjanjian itu dan menanda tanganinya.


Oke Raina Semangat kamu pasti bisa bikin Mas Adrian cinta sama kamu.


Pagi ini setelah sarapan Mas Adrian mengajakku berangkat bersama kekantor, aku nggak tau apa karena Mas Adrian peka sama keinginan aku berangkat sama dia atau karena Dia sendiri yang mau berangkat bareng sama aku๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜œIsh.....apaan sih Lo Ray Pede amat Lo๐Ÿ˜Œ haduuhh.......Lo sadar Dong.....Mas Adrian itu gak mungkin kayak gitu kan Dia gak cinta sama Lo๐Ÿค”.


Disatu sisi aku senang banget karena untuk pertama kalinya aku bisa berangkat sama Mas Adrian yang gak tau ini akan jadi diawal akhir mungkin.


Tapi disisi lain aku ragu, aku takut Dia akan merasa malu karena pastinya semua karyawan dkantor akan membicarakannya kalau aku berangkat bersamanya.


"Emm.......Mas nanti tolong turunin aku disupermarket dekat kantor aja ya, nanti aku jalan kaki aja disana".ucapku yang membuat menatap tajam ke arahku.


"Kenapa gitu?, apa maksud kamu kayak gitu?apa kamu emang gak mau berangkat bareng sama aku?".tanya Mas Adrian tak suka.


"Bu-bukan gitu Mas,justru yang takut nanti kamu malu kalau semua karyawan liat aku betangkat bareng sama kamu, aku takut nanti mereka tau tentang hubungan kita".


"Memangnya kenapa kalau semua orang tau hubungan kita? kamu kan memang Istri aku".jawab nya dengan nada ngambek.


"Emangnya kamu gak malu kalau nanti semua orang tau aku Istri kamu?".tanyaku tak yakin.


"Kenapa harus malu sih๐Ÿ™„udah deh pokoknya kamu harus masuk bareng sama aku Titik gak ada alasan apapun".ucapnya tak mau dibantah.


"Huffttt......Oke".jawabku menyerah.


Setelah sampai didepan gedung, aku dan Mas Rian keluar bersamaan kemudian kita berjalan beriringan dengan Tanganku yang digandeng erat olehnya,


Ahhhh.....ini adalah salah satu impiannya sejak dulu bisa selalu berjalan berdampingan dengan tangannya yang menggenggam tanganku.

__ADS_1


Aku gak peduli jika semua orang akan menganggap aku Bucin(Budak cinta)kamu Mas, yang aku tau dalam kurun waktu 6 bulan terakhir ini aku harus berhasil membuatmu mencintai aku lagi,


Karena sejak kamu menghilang dari aku dulu, aku seperti udah gak punya Impian atau Cita" apapun itu, karena hampir semua Impianku itu menjadi milikmu dan selalu dicintai sama kamu itu adalah tujuanku.


Setelah sampai didepan Ruangan Mas Rian dengan masih menggenggam tanganku dia membawaku masuk kedalan ruangannya.


Aku masih berusaha meneteskan jantungnya setelah merasa gugup plus takut karena barusaja jadi pusat perhatian semua orang diLoby hingga sampai didepan ruangan Mas Rian.


"Kamu kenapa Ray kok kayak habis gugup gitu?".tanya Mas Rian yang duduk disampingku disofa.


"Ng-nggak apa-apa kok Mas, aku cuma gugup aja tadi pas semua orang pada ngeliatin aku karena jalan disambung kamu".jawabku.


"Emang nya kenapa kalau kamu diliatin semua orang tadi?,aku kamu gak nyaman jalan disambung aku".tanyanya penasaran.


"Hah.... Bu-bukan gitu Mas,aku cuma takut nanti semua orang ngomong kamu, apa kamu beneran gak malu jalan sama aku tadi?".tanya agak takut kalau dia akan menjawab iya atas pertanyaanku.


Ku lihat dia malah terkekeh dengan pertanyaanku barusan, lalu menjawab pertanyaanku.


"Iya, tapi kan disini belum Ada yang tau kalau aku istri kamu,lagipula aku diamini juga hanya sebagai sekretaris kamu Mas, jadi gak menutup kemungkinan kalau nanti mereka ngomongin aku sama kamu".jelasku.


"Tau aku kan udah bilang kalau kamu gak perlu peduli sama semua omongan orang lain, kalau kamu mau aku akan mengumpulkan semua karyawanku untuk berkumpul fisika untuk memberitahukan kalau kamu itu istri aku".jawab Mas Rian sambil mengusap-usap lembut pipi Chubyku.


"Nggak usah Mas aku gak mau kamu melakukan itu sebelum kamu mencintaiku,biarkan seperti ini dulu ya Mas".pinta ku padanya.


"Terserah kamu aja kalau gitu Rai".ucapnya pasrah lalu menatap ku dalam, membuatku gerogi ditatap seperti itu olehnya.


"Ke-kenapa Mas?".tanyaku penasaran.


"Kamu Cantik banget Ray".jawab membuat Wajahku merana seketika "Mas bisa aja".jawabku tersenyum malu. membuat Mas Rian tertawa aku suka melihat tertawa seperti saat ini, kadar ketampanannya makin bertambah hehehe....


"Oh iya Mas, mana berkas-berkas yang harus aku kerjakan? aku mau mulai mengerjakan nya sekarang".tanyaku supaya aku ada kerjakan, karena didekati Dia terus bisa kena Diabetes aku gara-gara ketampanannya.

__ADS_1


"Oke Siap Boss".ucapnya lalu mulai mengumpulkan berkas-berkas nya lalu memberikan nya padaku.


Tak terasa jam makan siang pun tiba, kami berdua memilih memesan makanan dan makan bersama diruangannya.


Seperti saat itu Mas Rian kembali manja padaku, Dia mau aku menyuapinya makan disatu piring berdua dan satu sendok berdua denganku. Ahh.... Romantis sekali sih, meski sebenarnya aku takut dia akan jijik kalau makan menggunakan sendok dan piring yang sama denganku. tapi aku suka gimana dong๐Ÿ˜.


"Haah......apa aku nantinya bisa seperti ini terus sama kamu? tapi rasanya gak akan mungkin. Kamu bagai Bulan yang sampai kapanpun tidak pernah bisa aku raih. dan aku hanya bagai "Pungguk yang merindukan Bulan"๐Ÿ˜ข.batinku sambil menyuapinya dan menatap matanya dengan cinta, kali aja dia nanti langsung bisa merasakan sebesar apa cinta padaku Yeee kannn๐Ÿ˜œ.


Kami pun makan bersama dengan cara saling menyuapinya secara bergantian karena sebaiknya cuma satu.


Setelah selesai makan dan membersihkan bekas sisa-sisa makanan, aku pun menuju pantry untuk membuatkan kopi untuknya.


"Ini Mas kopinya".ucapku menyerahkan secangkir kopi padanya.


"Terima kasih Ray,Kopi buatan kamu emang selalu jadi favorit aku Ray, hehehe".jawabnya membuatku seketika tersenyum malu, Semoga aja selalu seperti itu selamanya, jadikan nanti disaat kita sudah gak jadi istrinya setidaknya jika merindukan Kopi buatanku dia akan memanggil untuk membuatkan nya kopi๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚, Ahh.... mikir apa sih aku ini".


"Sama-sama Mas,kalau gitu aku balik dulu keruanganku ya Mas buat ngerjain tugas-tugas aku".ucapku pamit.


"Yah kok udah mau balik sih Ray".tanya nya tampak lesu.


"Ii-iya Mas soalnya masih banyak yang harus aku kerjain".jawabku tersenyum, sebenarnya sih masih pengen banget bareng kamu disini hehehe.....๐Ÿ˜‚


"Hemm.... ya udah kalau gitu jangan capek-capek lho Ray, aku gak mau kamu sakit nanti".ucapnya perhatian,


"Oh iya satu lagi, nanti kamu pulang bareng sama aku titik gak terima penolakan".ucapnya membuatku langsung mengangguk dan Dia mengelus lembut rambutku.


Ahh... yang kek gini nih yang bikin hati aku serasa disiram air es segger banget ๐Ÿ˜.


Hayy .....Readerss semoga suka ya sama part kali ini ๐Ÿ˜‡


Jangan lupa Like,Vote&Koment ya Readerss biar Author jadi makin semangat ngelanjutin Ceritanya ๐Ÿ’ž๐Ÿ’ž

__ADS_1


__ADS_2