
Happpy Reading 🤗
Pagi hari.
Dikediaman keluarga Irsyad
"Mas bangun aku laper, pengen Makan Cilok Bang Endah... ".rengek Icha sambil membangunkan Ridho.
"Iya sayang, aku udah bangun kok, Kamu Kalau pengen Cilok gak perlu jauh-jauh ke Bang Endah dipasar Nih, punyaku aja ada". ucap Ridho malas.
Icha yang mengerti arah ucapan Ridho pun langsung mencubit perut Ridho.
"Auww...... Sakit sayang". Ucap Ridho.
"Lagian kamu sih aku ngomong serius malah dibercandain huh..". ucap Icha Kesal.
"Kalau gak mau ya udah Gak apa-apa. Nak Papah gak mau beliin kita Cilok, kita gak usah makan Cilok ya sayang Papah udah gak sayang lagi sama kita". ucap Icha sambil mengelus perutnya yang sudah besar, karena usia kandungannya yang sudah 7 bulan.
"Papah sayang banget sama kalian kok cuma masih pagi banget ini palingan itu Cilok masih direbus sama Bang Endahnya". alasan Ridho 😂.
"Tuhkan Nak, papa itu idah gak sayang kita lagi papa cuma alasan aja karena masih ngantuk, lagian suruh siapa tadi habis sholat subuh langsung tidur lagi". ucap Icha lagi.
Mendengar ucapan Icha membuat Ridho menepuk jidatnya. "Ya allah Sayang kan kamu yang bikin aku kayak gini, Kemaren habis Acara 7bulanan kan kamu yang ngidam gitu-gituan sama aku mana kamu semalam agresif banget sampek minta-minta lagi, Kan?". Jawab Ridho menggoda Icha. langsung membuat Pipi Icha Merona.
"Ya tapikan Mas......". elak Icha.
Cup
Ucapan Icha terpotong karena Ridho langsung mengecup bibirnya.
"Iya-iya sayang aku berangkat". jawab Ridho sebelum Icha marah.
__ADS_1
Dimeja Makan
Seperti biasa Pagi ini Raina sudah menyelesaikan semua pekerjaan rumahnya yaitu Menyiapkan Pakaian Kerja Adrian dan memasak sarapan dan menghidangkannya diatas meja makan.
Setelah selesai Sarapan Adrian pun langsung langsung berangkat kerja namun pagi ini Adrian melakukan hal yang beda yaitu sebelum berangkat kerja Adrian berpamitan terlebih dahulu kepada Raina dengan nada bicara yang lembut tidak lagi ketus seperti biasanya.
dan setelah Raina mencium punggung tangannya Adrian mengecup Kening Raina sekilas karena takut Raina tidak suka. karena ini adalah salah satu usahanya untuk mendekati Raina. Padahal mah Raina Senang banget 😍😂.
Seketika Raina menahan senyumnya agar tidak terlihat oleh Adrian karena Ia takut Kalau sampai Adrian tau Dia akan bilang kalau Raina Kegeer-ran dan melarang Dirinya untuk mengharapkan Cinta Adrian.
Tapi Setelah Adrian Sudah pergi Raina Bahkan Berteriak Kesenangan seperti baru saja memenangkan Tender diperusahaan Bosnya😍Ia sangat senang sekali karena perlakuan manis Suaminya.
"Aaaaaaaah.......Ya Allah Alhamdulillah aku senang banget, Terima kasih karena engkau sudah mengabulkan Do'a Hamba, Ya Allah Tempatkanlah Hamba dihatinya, Hamba masih sangat mencintainya sampai kapan pun". Gumam Raina.
Kemudian Raina pun pergi kekamarnya untuk bersiap-siap bekerja. Tak butuh waktu lama Raina sudah Siap dengan setelan baju kerjanya dan berangkat berkerja dengan hati yang berbunga-bunga.
..........................................................................................................................
Tak terasa malam pun datang, Raina Pulang Setelah Maghrib tadi, Setelah membersihkan dirinya dan Sholat Raina langsung memasak Makan Malam Untuk dia dan Suaminya nanti.
"Hemmh.....Mungkinkah Kisahku dan Mas Rian akan sama seperti kisah disinetron ini? Apakah kelak Mas Rian akan mencintaiku juga seperti aku mencintainya sejak dulu?". Gumam Raina lalu menghembuskan nafasnya kasar.
"Haahh......ini tuh semua Gara-gara kamu Rai, Andaikan dulu kamu mau memilih nerima Cinta Mas Rian daripada Gengsi kamu mungkin Mas Rian gak akan jadi sebenci ini sama kamu". kesal Raina pada dirinya sendiri.
Setelah memikirkan semua Itu Raina tertidur disofa dengan Televisi yang masih menyala.
Tengah Malam Adrian pulang dalam keadaan lemas sepertinya Dia kecapean karena barusaja menyelesaikan Semua berkas-berkas pekerjaannya dikantor. Adrian memang sengaja untuk menyelesaikan semua pekerjaannya bahkan sampai Lembur agar Dia tidak usah kekantor selama 3 hari supaya bisa menghabiskan waktu bersama Raina.
Tekadnya untuk mendekati Raina lagi sudah sangat kuat sekarang karena Adrian tidak mau Raina meninggalkan nya lagi untuk kedua kalinya, Dia. suadh tidak perduli lagi kalau nantinya Raina akan menolaknya lagi Toh, Raina sekarang sudah jadi Istri Sahnya, Dia tidak akan melepaskan Raina sedikit pun bahkan mungkin Dia akan membuat Raina Hamil Anaknya agar Raina tidak bisa pergi lagi darinya.
Setelah masuk kerumah Ia kembali melihat Raina tidur diSofa dengan Televisi yang juga masih menyala.
__ADS_1
Karena merasa sangat lemah Akhirnya Adrian hanya bisa membangunkan Raina hanya dengan menyetuh wajah Raina.
Awalnya memang tidak berhasil tapi Adrian mencoba untuk kedua kalinya dan berhasil, Karena merasakan benda Yang Panas Raina membukan matanya dan terkejut melihat wajah pucat Adrian dengan suha tubuhnya yang tinggi.
"Ya Allah Mas, Kamu kenapa? muka kamu pucat banget dan badan kamu demam lagi?". tanya Raina namun tak mendapat sahutan dari Adrian karena keadaannya cukup lemah.
Tak menunggu lama Raina pun langsung membopong Suaminya kekamar, Setelah sampai Raina langsung membantu Adrian mengganti Pakaian dengan baju tidur.
dan membaringkannya diRanjang, Setelah mengecek suhu tubuh Adrian yang Cukup tinggi menggunakan Termometer Raina langsung mengompres Dahi Adrian dengan handuk basah beberapa kali dan akan meminumkan Obat penurun panasnya tapi Ia berpikir bagaimana caranya untuk memasukkan Obat itu kedalam Mulut suaminya? lalu Ia memutuskan untuk memasukkan Obat itu kedalam mulut Adrian dengan mulutnya. Setelah selesai Raina menyelimuti Tubuh suaminya sampai atas dadanya lalu bangun dari duduknya dan akan tidur disofa saja agar Adrian lebih leluasa Tidur DiRanjang.
Namun sebelum bangun tiba-tiba Adrian memegang tangannya seraya meminta Raina tidur disampingnya. Karena melihat wajah pucat dan lemas suaminya akhirnya Raina memutuskan untuk tidur disamping Adrian dengan Adrian masih terus menggenggam tangan Raina, Tapi tak Berapa lama Raina terbangun karena mendengar Rintihan Adrian.
"Dingin Hesss..... Dingin........". Rintihan Adrian dengan mata yang masih tertutup.
"Mas......Ya Allah Mas.... kamu kedinginan". ucap Raina Khawatir.
Tanpa menunggu lama Raina Langsung memeluk tubuh Adrian dengan Kepala Adrian ada diatas dadanya. Ia Tidak perduli Kalau besok Adrian akan marah padanya karena sudah lancang memeluk Adrian.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Assalamualaikum Readers terimakasih sudah kalian mau membaca ceritaku😍semoga kalian suka ya🤗
Jangan lupa Vote, Koment,&Like ceritaku ya 🤗biar aku makin semangat lanjutin cerita ini 😘😘