
Happy Reading 😇
"Mau kemana kamu?",suara bariton itu sedikit mengagetkanku.
"Emm..... Mas aku mau pamit pergi dari sini".ucapku berusaha tidak meneteskan air mata saat melihat ke arahnya.
"Apa?per-pergi kemana?dan kenapa kamu mau pergi?".tanya nya terkejut.
Aku tersenyum miris kudekati dia yang dalam posisi duduk diatas ranjang,setelah sampai aku mengambil sebuah map diatas nakas samping ranjang yang berisikan Surat Perjanjian yang sudah aku dan Mas Rian tanda tangani 7 bulan yang lalu".
"Sesuai perjanjian yang aku buat dulu sama kamu, bahwa tepat setelah 7 bulan aku gak berhasil membuatku mencintaiku aku akan pisah dari kamu".ucapku masih berusaha tegar dihadapannya.
"Nggak-nggak aku gak setuju,dan aku gak akan pernah ngizinin kamu pergi ninggalin aku".jawabannya yang seketika membuatku syok.
"Kenapa-kenapa Mas gak ngizinkan aku pergi, Disurat perjanjian ini jelas tertulis kalau aku harus ninggalin kamu Mas,apa maksud kamu menahanku?".Air mata yang dari tadi aku tahan akhirnya keluar juga,rasanya sangan sesak dihatiku.
Setelah mendengar pertanyaanku tiba-tiba dia beranjak dari ranjang dan berdiri dihadapanku, lalu dengan sekejap dia mengambil map itu dari tanganku dan menyobeknya hingga menjadi beberapa potongan.
"Ini kan yang selama ini menjadi penghalang buat hubungan kita?kenapa kamu lebih mempercayai surat ini dari aku?Suami kamu sendiri Ray?"tanya nya kesal.
"Tap-tapi Mas memang itu kenyataannya kan?aku akan berusaha untuk ikhlas melepaskan mu, Aku sadar kalau aku memang gak bisa memaksa kamu untuk cinta sama aku, dan sekarang kamu udah jadi milik orang lain Mas, aku udah gak berhak lagi sama kamu".jelasku yang langsung membuat wajah berubah menjadi bingung.
"Heh... memangnya sejak kapan kamu jadi milikku, bahkan pernikahan kita hanya didasari dengan perjodahan, aku hanya wanita pelunas hutang-hutang ayahku0, Tap-tapi gak apa-apa kok Mas, mungkin ini memang akhir dari kita,aku ingin kamu bahagia dengan wanita yang kamu cintai meskipun itu bukan aku hiks....hiks.......hiks".
"Apa sudah cukup kamu bicaranya?sekarang dengarka aku baik-baik Ray".titahnya lalu kedua tangannya memegang kedua bahu sambil menatap mataku yang sudah berair.
"Aku Suamimu Ray, dan akan selamanya menjadi Suamimu, Aku milikmu dan sampai kapanpun aku hanya milikmu Ray".ucapnya tersenyum sambil mengusap air mata dipipiku.
"Tapi Mas kenyataannya sekarang kamu udah jadi milik orang lain,aku tau sebentar lagi kamu mau menikah sama Wulan kan?kamu tenang aja Aku akan segera mengurus perpisahan kita".jawabku seolah yakin aku akan bisa hidup tanpa dirinya.
"Syuutth..... Jangan pernah bilang itu lagi,siapa yang mau menikah?untuk apa aku menikah sementara aku sudah punya istri yaitu kamu".jawabnya.
"Dan asal kamu tau aku Adrian Assyarif Mencintaimu istriku".ucapnga lagi, membuat aku membelalakkan mataku aku menjadi diam terpaku dengan masih menatapnya.
__ADS_1
"Iya, Aku mencintaimu lebih dulu bahkan sebelum kamu mencintai aku".lanjutnya.
"Ka-kamu pasti bohong kan Mas?atau aku pasti lagi mimpi kan Mas?gak-gak mungkin kam cinta sama aku kan?aku tau kamu cinta nya sama Wulan bukan sama aku".tanyaku tak percaya.
"Apa yang harus aku lakukan supaya kamu percaya sama aku, kalau yang aku cintai itu cuma kamu".tanyanya lalu menangkup kedua pipiku sambil mendekatkan wajahnya dengan wajahku. kemudian......
"Cup Cup Cup".
"Apa kamu masih belum percaya sama aku?".tanya nya tersenyum.
Spontan aku menyentuh bibirku tang barusaja dicium olehnya.
"Ap-apa kamu beneran cinta sama aku Mas?.tanyaku masih ragu.
"Iya aku serius cinta sama kamu,aku masih menjadi Rian yang sangat mencintaimu sejak dulu, aku masih Rian mu ya ng dulu".jawabnya membuatku langsung memeluknya erat.
"Aku beneran gak mimpi kan sekarang?kamu benar-benar ada dipelukanku kan Mas?Ak-aku juga sangat mencintaimu Rian.....aku cinta sama kamu, aku... aku gak bisa jauh dari kamu, aku gak sanggup kalau harus jauh dari kamu lagi.... hiks...... hiks....hiks.....".
"Ja-jangan tinggalin aku lagi ya Mas,aku ingin selalu ada disamping kamu, Janji ya?kamu gak akan tinggalin aku lagi seperti dulu". ucapku mengajaknya menyatukan jari kelingking sebagai tanda janji yang dulu selalu kami lakukan.
Cukup lama kami berciuman hingga akhirnya aku memukul-mukul dadanya untuk menhentikan ciumannya karena aku sudah kehabisan napas.
"Kamu mau bunuh aku ya Mas,Huhh.....".marahku. membuatnya salah tingkah,
Hehehe....maaf ya Ray habisnya bibir kamu manis".
Blusss Ucapannya membuat seketika pipiku memerah karena tersipu malu.
"Ya udah yukk kita duduk disini".ajaknya membawaku duduk ditepi ranjang lebih tepatnya diatas pangkuannya,lalu memelukku dengan meletakkan wajahnya didadaku.
"Sayang kamu tau, apa yang membuatku menghilang darimu dulu?".tanyanya yang kujawab spontan dengan gelengan kepala.
"Dulu aku menghilang dari kamu waktu itu karena aku sadar kalau aku emang gak pantas ada disamping kamu, makanya aku belajar dengan giata juga sambil bekerja karena sebulan setelah aku pindah sekolah darisana ayahku meninggal, jadi aku bersekolah dibiayai oleh Paman dan Bibi Zaskia, lalu bekerja setiap pulang sekolah, dan Alhamdulillah setelah lulus kuliah akhirnya aku bisa membangun Perusahaanku sendiri Ray,dan itulah yang membuat aku jadi lebih merasa pantas memilikimu untuk seumur hidupku sayang". cerita Adrian pada Raina sambil meneteskan Air mata. membuat Raina spontan mengusap air mata dipipinya.
__ADS_1
"Aku udah bahagia bisa memiliki kamu Ray, aku gak mau yang lainnya, Dicintai kamu itu seperti mimpi bagiku Ray, aku merasa kalau aku gak pantas buat kamu apalagi waktu itu kamu jelas terlihat membenci aku Rai, tapi memang aku yang salah, seandainya waktu itu aku gak mengungkapkan perasaanku sama kamu kita pasti masih sama-sama seperti dulu tanpa adanya rasa kebencian dan permusuhan dihati kamu".lanjut Adrian menetap melas Raina.
"Jadi aku mohon kamu jangan pergi ya Rai".pinta Adrian menempelkan keningnya dengan kening Raina sambil menangis sesenggukkan. sontak membuat Raina mengangguk mengiyakan.
"Raina tersenyum, udah ya Mas jangan nangis lagi kamu keliatan jelek kalau lagi nangis gini".ucap Raina terkekeh,
"Gak apa-apa jelek yang penting kamu cinta kan?".balas Adrian mengerlingkan satu matanya genit.
Kini bukan tangis Kesedihan lagi yang mereka alami melainkan hanya tangisan bahagia tiada batas yang mereka rasakan saat ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Gimana part hari ini Readersss?
Jawab dikolom komentar ya😇
__ADS_1
Jangan lupa Tetap Like,Vote&Koment kalian biar aku jadi lebih semangat lagi💞