Takdir Hidupku Menikah Karena Perjodohan

Takdir Hidupku Menikah Karena Perjodohan
Pergi


__ADS_3

Happy Reading 🤗


"Emm..... Maaf Mas aku Refleks barusan".ucap Raina menunduk karena malu dan juga takut dimarahi.


"Tidak Apa-apa".jawab Adrian berinisiatif langsung menarik Raina dalam dekapannya.


Degh........


Jantung Raina berdetak lebih kencang dari biasanya rasanya sangat terkejut dan malu karena perlakuan manis Adrian padanya, "Ya allah jika ini mimpi aku bolehkah aku tidak ingin bangun dulu?".gumam Raina dalam hati.


Perlahan Raina pun membalas pelukan Adrian, menghirup rakus aroma tubuh suaminya yang mungkin saja tidak akan bisa lagi Ia rasakan nanti.


Namun tak berapa lama Adrian melepaskan pelukannya dari Raina, tampak sangat jelas raut wajah kecewa Raina, "Tidak bisa aku memelukmu sebentar lagi saja?".gumam Raina dalam hati sambil menunduk.


"Emm..... Mas maafin aku ya, a-aku gak sengaja tadi mau meluk kamu, Ta-tapi .......".ucap Raina dipotong oleh Adrian,


"Shutt........ bisa diam nggak?".ucap Adrian kesal karena dari tadi Istri cantiknya ini selalu saja minta maaf.


Raina hanya diam lalu menganggukkan kepalanya.


"Sekarang kita jalan-jalan aja yukk".ucap Adrian langsung menggenggam tangan Raina.


Setelah satu jam lelah Berkeliling dikebun Teh, Kini Adrian sudah pulang bersama kerumah mereka.


Malam hari


Setelah selesai makan malam dan membereskan bekas makannya dan Adrian, Kemudian Raina langsung menyusul Adrian ke dalam kamarnya.


Terlihat Adrian baru saja selesai mandi dengan hanya memakai handuk dipinggangnya, Raina begitu terpesona melihat pemandangan yang tak pernah Ia lihat semenjak menikah dengan Adrian.


"Ehemh..... aku tau tubuhku bagus, awas ilerran kamu😂". Adrian menggoda Raina.


"Hah? emm.. nggak kok Mas, Eh....maaf".ucap Raina takut dimarahi Adrian.


"Ya udah sana Mandi aku tunggu,kita sholat Isya' berjama'ah".ucap Adrian datar.


"Iya Mas".ucap Raina masuk ke kamar mandi tak lupa juga membawa baju ganti nya.


Tak butuh waktu lama kini Raina sudah keluar dari kamar mandi dan langsung mengenakan Mukenah nya karena melihat Adrian sudah menunggu nya.

__ADS_1


Setelah usai Sholat berjama'ah bersama Raina yg duduk dibelakang Adrian ingin sekali mencium punggung tangan suaminya tapi Ia ragu dan takut Adrian enggan menerima Ciuman tangan darinya.


Namun tak lama kemudian Adrian mengulurkan tangan didepan Raina agar Raina mencium punggung tangannya.


Awalnya hanya diam mematung tak mengerti maksud uluran tangan Suaminya tapi Raina tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini Ia pun langsung mencium punggung tangan suaminya bersemangat.


"Kok kamu cium?".tanya Adrian berniat mengerjai Raina.


"Hah? terus maksud nya tadi itu apa mas? kalau aku gak disuruh nujum tangan Mas? ".jawab Raina menundukkan wajahnya sambil merutuki kebodohan nya yang sangat bersemangat mencium punggung tangan Suaminya.Ia takut Adrian akan mengira dirinya terlalu berharap pada Adrian "Ya meskipun pun benar sih".


"Adrian Menahan tawanya karena gengsi, saat melihat raut wajah istrinya yang sedang menundukkan wajah.


Dengan gemas Adrian mengangkat dagu Raina hingga terlihat wajah cantik Raina terlihat murung lalu mengecup kening Raina lembut.


Raina seolah bermimpi melihat apa yang baru saja Suaminya lalukan padanya. Ia pun menatap Wajah Adrian dalam seolah bertanya apa maksudnya dari semua perlakuan manis suaminya itu.


"Mas apa aku boleh menganggap kamu mencintaiku? aku mohon jangan perlakukan aku semanis ini......aku taku nanti Cinta yang selama ini berusaha aku kubur akan tumbuh lagi".ucap Raina dalam hati.


Adrian hanya tersenyum menatap wajah Raina yang kini masih menatapnya juga.


Kini Kedua insan itu telah ada diranjang mereka, Raina tidak mau lagi berharap suaminya mau memeluk dirinya.


Namun mungkin tidak kali ini,


"Gak sopan banget sih tidur munggungin suami".ucap Adrian secara tiba-tiba dari belakang Raina.


"Eh......iya Mas maaf".jawab Raina langsung membalikkan badannya menghadap suaminya itu.


"Besok pagi aku ada Pekerjaan diluar kota,jaga dirimu baik-baik kalau kau perlu apa-apa kau bisa menelpon Asistenku".Ucap Adrian.


"Emm.......kemana Mas? berapa lama?".tanya Raina penasaran meskipun Ia yakin Adrian tidak akan mau menjawabnya.


"Ke Bandung, Mungkin sekitar 5 harian".jawab Adrian.


"Emm.... Oke".ucap Raina tampak murung karena kepergian Adrian akan membuatnya kesepian dan akan merindukan suaminya itu.


"Oh iya tadi aku sudah mentransfer uang ke Rekeningmu supaya kau tak akan kekurangan apapun selama aku pergi".Ucap Adrian.


"Hah? tapikan Mas bulan ini Mas udah Transfer ke aku buat kebutuhan Rumah? masih banyak kok, lagian aku juga baru aja gajian".ucap Raina karena memang uang diberikan Adrian padanya masih sangat banyak.

__ADS_1


"Tidak apa-apa itu untuk keperluanmu sendiri aja".jawab Adrian lalu memeluk pinggang Raina.hanya tanyanya yang memeluk pinggang Raina sedangkan tubuhnya dan Raina masih berjarak 1meter, Ia tidak mau nanti Raina akan menjauhinya karena berfikiran negatif padanya.


"Hemm...Terima kasih ya, aku akan mengaturnya sebaik mungkin.


"Cerdas sekarang tidur, rasanya lelah sekali tapi aku harus berangkat besok pagi".ucap Adrian lalu memejamkan matanya.


Tak lama kemudian setelah memastikan Adrian sudah tertidur pulas,perlahan Raina mendekatkan badannya pada Adrian hingga mengikis jarak diantara mereka.lalu Raina menenggelamkan wajahnya didada bidang Adrian dan membalas pelukan suaminya itu dengan erat.


"Mas kamu suamiku, aku berhakkan memelukmu Erat seperti ini?,aku berhakkan mengharapkan cinta darimu?, tapi aku tidak mau nantinya kau mencintaiku karena terpaksa, apa cintamu dulu padaku itu sudah hilang?,apa emang sama sekali udah gak ada aku dihati kamu?.ucap Raina dalam hati sambil menatap Wajah tampan suaminya yang mungkin suatu saat nanti akan pergi meninggalkannya lagi.


Pagi hari


Setelah sholat subuh Adrian sudah siap untuk berangkat ke Bandung bersama Sopir dan Sekretaris nya yaitu Yanti yang sudah menunggu dijalankan rumah mereka.


Raina pun mengantarkan Adrian walau hanya sampai didepan rumah.


Setelah sampai didepan rumah Raina langsung Mencium tangan punggung tangan Adrian lalu dibalas Adrian mencium kening nya.


"Emm......Mas hati-hati ya, kalau boleh cepat pulang, tapi kalau Mas gak mau gak apa-apa kok,hehe.....".ucap Raina dengan senyum yang dipaksakan.


Namun sayangnya hanya mendapat jawab iya dari suaminya.


"Sebenarnya Aku pengen banget ikut Mas, kamu mana perginya sama sekretaris Cewek aja lagi, Huffttt......".ucap Raina dalam hati.


.


.


.


.


.


.


Hayy Readersss semua😍😘😘, semoga suka sama cerita dipart ini ya. 🤗😍😍😍


Jangan lupa Vote, Like&koment ya biar aku makin semangat lagi buat lanjutin cerita ini. 🤗🙏😂😘😘😘🙏

__ADS_1


__ADS_2