Takdir Hidupku Menikah Karena Perjodohan

Takdir Hidupku Menikah Karena Perjodohan
15. Sarapan bareng


__ADS_3

Adzan subuh berkumandang icha terbangun dari mimpinya indahnya. ketika ia membuka matanya, icha merasa ada sesuatu yang sedang menimpa tubuhnya, lalu ia melihat lihat sekelilingnya..... mata tertuju pada seorang pria yang tengah tidur disampingnya sambil memeluk tubuhnya dengan satu kakinya juga menindih kaki icha wajah sangat dekat dengan wajah ridho mungkin hanya berjarak 1 cm saja diantara mereka.


Deg... degg... degg...


seketika jantung nya berdetak dengan cepat. "aduhh. nih jantung kenapa sih kok kayak gini mulu' kalau lagi deket sama dia".batinnya.


icha membelalakkan matanya terkejut melihat hal itu, ia berusaha melepaskan pelukan dan kaki ridho dari tubuhnya namun, hasilnya nihil karena ridho malah semakin mempererat pelukan pada icha. kemudian icha berniat membangunkan ridho dengan menepuk tangan ridho sedari tadi ada dipinggangnya,


"Mas mas bangun sudah subuh kita sholat yuk".ucap icha dengan lembut karena takut ridho marah padanya.


setelah beberapa kali icha berusaha akhirnya ridho bangun ia pun ikut terkejut melihat tangan dan kaki miliknya telah sangat lancang memeluk tubuh istri yang dicintainya itu.


"Selamat pagi".ucapnya tersenyum tanpa menyadari apa yang ia lakukan pada tubuh icha.


"Selamat pagi".balas icha tersenyum.


"ma-maafin saya, cha saya ng-ngak sengaja".ucap ridho gugup tapi masih belum melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Iya gak apa2 mas".jawab icha Sama gugupnya.


"emmmm..... mas aku mau ke kamar mandi mau sholat subuh".ucap icha agar suaminya melepaskan pelukan pada dirinya.


kemudian ridho mengernyitkan dahi mendengar ucapan icha, ia pun melihat bahwa ia masih belum melepaskan pelukannya ditubuh icha.


"oooo, maaf lagi ya......oke kamu mandi duluan habis itu aku, kita sholat berjama'ah ya?".ucapnya melepaskan pelukannya.


setelah selesai sholat dan mengaji bersama icha segera melepas dan meletakkan perlengkapan sholatnya pada tempat semula.


Didapur


"Pagi juga non icha, ini bibi lagi masak ikan gurame bakar kesukaannya pak adit sama den ridho non, gak usah non gak apa2 bibi aja biar nanti non gak capek".jawab bi ina penuh hormat tapi tetap lemah lembut.


"gak apa2 bi, biar icha bisa belajar masak makanan kesukaannya mas ridho".ucap icha tersenyum.


"Wahhhh mas ridho pasti bangga punya istri yang cantik, sopan, perhatian, baik lagi".ucap bi ina memuji icha.

__ADS_1


"ahh.. bibi bisa aja".jawab icha tersipu malu.


Setelah selesai memasak sarapan icha pun kembali kekamarnya untuk mengajak suaminya sarapan bersama.


beberapa menit kemudian mereka sudah selesai sarapan. ridho yg sudah siap dengan setelan jas kerjanya berpamitan pada icha untuk berangkat ke kantor,


"icha saya berangkat dulu ya, kamu hati2 dirumah, kalau perlu apa2 tinggal minta tolong sama bi ina aja".pamit ridho.


"ia mas kamu juga hati2 ya".jawab icha sambil mencium punggung tangan suaminya dan dibalas sebuah kecupan lembut dikeningnya oleh ridho.


"ya udah Assalamualaikum".


"Waalaikumsalam".


..........................................................................................................................


tak 1 bulan pun berlalu semua anggota keluarga sudah berkumpul kembali tak terkecuali reza dan ana yg sudah pulang Honeymoon swminggu yg lalu, namun masih ada rasa

__ADS_1


canggung diantara ridho dan icha.


__ADS_2