Tales Of The Void

Tales Of The Void
Ch. 16 - Hexa III


__ADS_3

Setelah duduk dan berbincang sesaat bersama Hexa, "Kita pergi sekarang?" tanya Kyle karena ia melihat teh di cangkir Hexa telah habis.


"Ya.." Hexa menjawab dengan singkat.


Kyle pun mengangguk dan berdiri, kemudian meregangkan tubuhnya, "Kalian ingin pergi?" tiba-tiba Pixtia muncul dari bawah meja dan mengejutkan kedua anak muda itu.


"I-ibu?! Apa yang kau lakukan?!" Hexa refleks bertanya.


Pixtia tersenyum lebar, "Aku memata-matai kalian, dan kulihat kalian berdua canggung sekali.. Hexa! Kau adalah seorang wanita sekarang! Lakukan sesuatu agar Kyle tidak bosan saat bersamamu!" ucap Pixtia dengan tegas yang ditujukan pada Hexa.


Mendengar itu Hexa memiringkan sedikit kepalanya, "Baik.." karena ia tidak mengerti maka Hexa hanya mengiyakan apa yang ibunya katakan.


Pixtia pun tersenyum, ia mengacungkan kedua jempol tangannya pada Kyle, "Bersenang-senanglah bersama Hexa!" ucapnya pada Kyle.


Kyle mengangguk pelan, "Baiklah... M-ma-mami.." sahutnya dengan susah payah dan berat hati.


Pixtia tersenyum lebar ketika Kyle memanggilnya 'mami', "Sudah-sudah, pergi sana." Pixtia menolak punggung Kyle dan Hexa keluar dari kedainya.


Setelah mereka diluar Pixtia berteriak, "Jangan kembali sebelum malam!" dan menutup pintu dengan keras.


Di depan pintunya Pixtia tersenyum bangga pada putrinya, "Baiklah, Hexa sudah punya pasangan. Aku tidak akan punya banyak pikiran saat dia keluar.." batinnya.


Pixtia menatap seluruh isi kedainya yang sebagian berantakan karena perkelahian Kyle sebelumnya, "Ah! Aku lupa!" Pixtia mengangkat wajahnya dan melihat keatas.


"Bagaimana cara aku menurunkannya?"


...\=\=\=...


Tak ada percakapan yang terjadi diantara Hexa dan Kyle Saat mereka berjalan menuju kediaman tuan kota.


Kyle sedang sibuk memikirkan kedua temannya dan juga ayahnya yang akan kelelahan setengah mati jika harus bekerja sendiri tanpa dibantu olehnya, sementara itu Hexa tak dapat memikirkan hal yang bisa dibicarakan dengan Kyle.


"Aku sudah memiliki kekuatan sekarang.. Sulit untuk membayangkan bahwa kekuatan tiba-tiba datang padaku.." batin Kyle yang pikirannya beralih pada hal lain.


"Hexa, apakah kau memiliki kemampuan khusus?" tanya Kyle tiba-tiba, membuka pembicaraan setelah hening diantara mereka.

__ADS_1


"Emm, aku bisa sedikit sihir." jawab Hexa.


"Sihir? Sihir seperti apa?" tanya Kyle penasaran.


Hexa Berhenti berjalan dan menatap dedaunan yang berantakan di jalan, "Akan ku tunjukkan.." Hexa mengangkat tangan kanannya kemudian menggerakkan jari-jarinya.


Perlahan beberapa daun bergerak ke arahnya dengan sendirinya, "Apa?" karena Kyle tidak pernah melihat sihir maka ia bertanya-tanya.


"Sihir itu penyebutan untuk pengendalian mana alam menggunakan mana yang berada di dalam tubuh. Aku mengendalikan mana alam berunsur angin dengan mana di tubuhku untuk mengendalikan daun." Hexa menjelaskan.


Kemudian setengah dari daun yang melayang di dekat Hexa terbakar dan setengahnya membeku dan terjatuh, hancur menjadi kepingan daun.


"Sebenarnya kemampuan sihir ku terbatas. Aku tidak pernah melatihnya jadi..." Hexa menggantung ucapannya, tapi Kyle mengangguk mengerti.


"Ya, aku mengerti."


"Kau sendiri bagaimana?" kini Hexa yang bertanya.


"Aku? Aku tidak bisa sihir." jawab Kyle tanpa ragu.


Kyle menaikkan satu alisnya, menunggu pertanyaan dari Hexa tanpa menjawab pertanyaan gadis tersebut sebelumnya.


"Itu.. Bagaimana kau bisa sebegitu kuat? Maaf, tapi seingat ku kau.. Tidak punya kekuatan.." ucap Hexa penasaran.


Kyle mengelus dagunya, "Apa kuberi jawaban yang sama seperti yang kuberikan pada Koi dan Ceri saja?" Kyle bertanya pada dirinya sendiri di dalam hati.


Hexa menjadi tidak enak melihat Kyle yang sedang berpikir, "Tu-tunggu! Jika kau keberatan, tak perlu menjawab pertanyaan bo-bodoh dariku!" ujar Hexa dengan terburu-buru.


Kyle menatap sekilas wajah Hexa, "Begitu.." sahutnya dengan nada kecil, merasa tidak perlu untuk menjawab pertanyaan Hexa.


Reaksi Kyle diam-diam Hexa menunjukkan wajah kecewa, "A-aku bukan siapa-siapa, apa yang ku harapkan...?" batinnya.


"Hexa, pedang apa sebenarnya yang dipajang ibumu? Kenapa pria itu sangat mati-matian untuk memilikinya?"


Walaupun Hexa merasa kecewa karena Kyle tidak ingin menjawab pertanyaannya ia merasa harus menjawab pertanyaan Kyle, "Itu adalah sebuah pedang yang penggunanya berasal dari sebuah tempat yang tidak tergabung dengan benua Aerio."

__ADS_1


"Di tempat itu pedang tersebut sangat umum dijumpai, biasanya para ahli pedang menggunakannya. Tapi jika aku tak salah ingat pedang-pedang ini punya tingkatannya tersendiri." Hexa melanjutkan penjelasannya.


Tapi penjelasannya masih belum berakhir, Hexa berhenti sejenak untuk mengambil nafas dan melanjutkan, "Yang ibu punya adalah pedang dengan tingkat tertinggi diantara pedang-pedang lainnya. Walaupun pedang itu sudah tua, tapi pedang itu adalah sebuah benda yang diceritakan dalam legenda turun temurun di pulau tersebut." Hexa menutup penjelasannya.


"Legenda?" Kyle merasa penasaran, pasti cerita legenda tersebut sangat menarik, dan ia juga ingin mengetahui bagaimana cara Pixtia dapat memiliki pedang tersebut.


Hexa menopang pipinya dengan telapak tangan, "Aku.. Tidak dapat mengingatnya. Terlalu banyak informasi di kepalaku.." jawab Hexa masih dengan pose yang sama, sepertinya ia melakukan itu saat berpikir.


Setelah ucapan terakhir Hexa perjalanan mereka kembali hening. Hanya ada suara kesibukan kota di pagi hari yang mengiringi jalan mereka, hingga akhirnya Hexa mengucapkan, "Ya.. Aku dapat mengingat legenda itu sedikit.."


Kyle pun memelankan jalannya sedikit dan menolehkan wajahnya pada Hexa, tak bisa dipungkiri Kyle selalu tertarik dengan cerita-cerita legenda atau tentang orang-orang terdahulu, karena sejak kecil ia ingin mengetahui banyak hal.


Menyadari Kyle ternyata begitu tertarik dengan sebuah legenda, Hexa menjadi sedikit antusias untuk menceritakannya, "Ehem.." Hexa sengaja batuk untuk memperjelas suaranya sebelum bercerita apa yang dapat ia ingat dari legenda itu.


"Bagi penduduk asli pulau tempat asalnya pedang itu, cerita ini bukanlah sebuah legenda karena banyak orang yang meyakini adanya kejadian tersebut dan tokohnya benar-benar hidup pada masanya, yaitu masa puncak peperangan di Aerio."


"Masa dimana kehancuran sudah menjadi hal yang sangat biasa, hampir 70% dari keseluruhan Aerio saat itu berubah menjadi medan perang. Karena semua kehancuran itu, binatang sihir yang menduduki Aerio melakukan migrasi besar-besaran ke segala penjuru untuk mencari tempat yang aman untuk bertahan hidup."


"Binatang sihir yang hanya dapat bergerak di daratan tak dapat pernah meninggalkan benua Aerio, dan pada akhirnya juga akan mati karena persaingan diantara mereka untuk memperebutkan sumber daya, namun berbeda cerita dengan jenis binatang sihir yang dapat bergerak di udara.."


"... Mereka yang dapat terbang dalam jarak yang cukup jauh bisa meninggalkan benua Aerio untuk mencari tempat yang aman. Hanya ada satu jenis binatang sihir yang dapat bergerak begitu jauh, yaitu naga! Makhluk bersisik dengan tubuh seperti kadal raksasa. Sisiknya begitu keras hingga tak ada serangan yang menggunakan mana dapat menembus tubuhnya, sehingga naga adalah salah satu binatang sihir yang berdiri di puncak hierarki binatang sihir."


"Bagaimana naga bisa terusir jika tubuhnya sangat kuat?" Kyle memotong cerita Hexa dan bertanya penasaran.


"Ada ras kerdil kuno yang dapat menciptakan senjata perang hebat. Senjata perang yang mereka ciptakan tidak menggunakan mana untuk menciptakan kerusakan, melainkan mana dijadikan semacam perantara untuk mengontrol senjata itu, menjadikannya satu-satunya senjata yang dapat memberi ancaman nyata bagi naga." Hexa menjelaskan.


Kyle masih tidak terlalu mengerti isi penjelasan dari Hexa, namun dia mendapatkan sedikit gambaran.


"Akan ku lanjutkan cerita tadi.. Ada satu jenis naga, tidak diketahui apa seberapa kuat naga itu, tapi menurut legenda itu dia punya panjang tubuh ribuan meter, belasan kali lebih besar dari naga pada umumnya tiba di tanah para pendekar pedang, membawa serta kekacauan karena kebenciannya dengan makhluk-makhluk seperti manusia yang menyerangnya dan membuatnya terluka sekaligus menghancurkan tempat tinggalnya."


"Tapi, ada satu pendekar pedang terhebat dalam sejarah tanah mereka, mengalahkan naga itu, dengan sebuah pedang yang sudah usang, tanpa menggunakan tangannya, hanya dalam satu serangan mematikan, dan memotong gunung menjadi dua dan membelah lautan sepanjang ratusan kilometer.."


"Terdengar sangat tidak masuk akal bukan?" ucap Hexa setelah selesai bercerita.


Kyle mengangguk setuju, "Sangat tidak masuk akal.. Mungkin membelah gunung dan lautan bisa diterima dengan akal sehat. Tapi.. Dia tidak menggunakan tangannya untuk menebas, lantas bagaimana caranya menggunakan pedang?"

__ADS_1


Hexa tersenyum tipis, "Itu hanya legenda, pasti mereka hanya melebih-lebihkan cerita itu.."


__ADS_2