Tales Of The Void

Tales Of The Void
Ch. 3 - Kekuatan yang Mengerikan


__ADS_3

"Kyle!" Clarissa memanggil nama Kyle sembari menyisir setiap ruangan di lorong rumahnya.


Belasan ruangan telah ia periksa, tapi tidak ada keberadaan Kyle dan dia sudah dekat dengan pintu masuk.


"Tersisa gudang, dapur dan kamar tidur pelayan di depan. Jika Kyle tidak ada di sana harusnya Koi yang menemukannya." gumam Clarissa sambil berlari kecil.


TUK!


"Hah?" Clarissa menatap sekelilingnya dengan tajam karena mendengar suara mencurigakan.


Merasa sesuatu datang dari atas kepalanya, Clarissa melompat ke belakang dengan cepat, dan benar saja sebuah pisau lempar menancap di lantai tempat ia berdiri sebelumnya.


Kemudian lebih banyak pisau dilemparkan menuju Clarissa tapi gadis itu menghindari semuanya dengan baik.


Clarissa melirik ke langit-langit tempat pisau berasal, "Mereka ada di sana." api mulai menyelimuti tangan Clarissa, ia meninju udara dan mengeluarkan semacam proyektil api menuju ke asal serangan.


"Dia menyerang! Segera turun!" beberapa orang melompat turun dari lubang tempat mereka bersembunyi.


Ada lima orang berpakaian tertutup serba hitam, semuanya menatap tajam ke arah Clarissa yang telah mengetahui persembunyian mereka.


Clarissa melakukan kuda-kuda dan menjadi sangat waspada. Orang-orang berpakaian hitam terlihat kuat dan tidak bisa diremehkan.


Apalagi ada lima dari mereka, "Aku hanya bisa berharap Koi datang, hanya dia yang membawa senjata." tanpa pedangnya Clarissa merasa dirinya tidak akan bisa melakukan banyak hal untuk bertahan.


Clarissa pun melirik sekilas beberapa belati yang berada di lantai dan dia berpikir untuk memanfaatkannya sebagai senjata.


"Ya, aku bisa melakukannya."


Gadis itu mulai mengangkat kaki kanannya dan melakukan tendangan berputar, tendangannya menghasilkan gelombang angin yang diselimuti api.


Para penyusup sontak melompat menjauhi serangan Clarissa dalam waktu yang hampir bersamaan, kesempatan yang ia buat segera Clarissa manfaatkan untuk mengambil beberapa pisau lempar di dekatnya secepat yang ia bisa.


Salah satu penyusup segera mendekati Clarissa dan ingin menikamnya dari belakang menggunakan belati, tapi sang gadis dengan gesit menahan tusukan belati itu dengan pisau di tangannya dan meninju perut penyerangnya.


"Kenapa aku tidak membunuhnya langsung dengan belati..?" Clarissa menggigit bibirnya karena tidak berhasil meyakinkan dirinya untuk membunuh lawannya, padahal mereka saja akan membunuhnya tanpa ragu.


Beberapa penyusup itu menyerang Clarissa secara bersamaan, menyudutkan Clarissa dan memanfaatkan keraguan di hati sang gadis yang tidak sampai hati membunuh mereka.

__ADS_1


"Gadis ini cepat dan kuat, tapi keraguan di hatinya bisa membunuhnya. Walaupun begitu dia tidak mudah untuk kita kalahkan, jadi panggil lebih banyak onyx mask."


Dua orang penyusup berbicara dan dapat didengar oleh Clarissa yang sedang bertarung, dia pun mengatupkan giginya, "Kenapa Clarissa?! Mereka ingin membunuhmu, kenapa kau tidak mampu membunuh mereka?!" ia mempertanyakan dirinya sendiri.


Clarissa adalah seorang putri bangsawan. Walaupun ia telah berlatih bertarung sejak kecil, ia tidak pernah bertarung sungguhan apalagi membunuh seseorang kecuali sparing melawan prajurit atau Koillei.


Faktor itu adalah salah satu penyebab Clarissa masih ragu dalam membunuh dan akan sulit untuk meyakinkan dirinya sendiri.


Selama pertarungan Clarissa berlangsung, Koillei juga menemukan beberapa orang penyusup karena sebagai elf dia memiliki kewaspadaan yang tinggi terhadap sekitar.


Tapi Koillei bisa mengatasi mereka dengan baik, karena ia membawa senjatanya dan juga tidak ada keraguan di dalam hatinya saat ingin membunuh orang yang benar-benar mengancam nyawanya.


"Aku harus segera mencari kak Clarissa.. Dia akan kerepotan melawan pembunuh-pembunuh ini." gumam Koillei setelah menghabisi sekelompok penyusup yang ingin membunuhnya.


Di sisi lain, Kyle masih berusaha keras untuk menahan teriakan dan rasa sakit. Kemudian samar-samar ia mendengar keributan di luar ruangan tempat dia berada.


"Uh oh, sesuatu yang tidak baik telah terjadi."


Kyle mendengar sang kucing berbicara, "Aaahh!" dia juga mendengar teriakan yang familiar baginya.


"Ceri!" Kyle yang sudah berlutut di lantai langsung berusaha berdiri dengan susah payah.


"Kau dengar aku bocah?! Otot-otot, organ dan tulang mu yang lain masih setengah mati! Kau tidak akan bisa melakukan apapun kecuali menggali kuburan mu sendiri jika kau keluar!"


Tapi Kyle sepertinya tidak mendengarkan dan terus berjalan perlahan ke pintu ruangan. Langkahnya begitu pelan tapi dia tidak berhenti sekalipun.


KRIIEEKK..


Kyle mendorong pintu dengan semua tenaganya hanya untuk terkejut melihat beberapa orang berpakaian serba hitam di depannya, dan juga seorang gadis dengan gaun biru yang berlumuran darah setengah berlutut di lantai.


"..Ceri.." ucap Kyle dengan nada pelan walaupun sebenarnya dia lumayan terkejut.


Clarissa melirik ke Kyle yang baru saja keluar dengan kondisi yang sangat aneh, "Apa yang terjadi padamu Kyle?"


"Tunggu Ceri.. Aku akan.." Kyle mulai melangkah kembali, membuat para pembunuh menjadi waspada.


Melihat Kyle keluar salah satu pembunuh menunjukkan wajah terkejut di balik topengnya, "Aku telah membunuhnya tadi, kenapa dia masih hidup dan apa yang terjadi padanya?" ucapnya.

__ADS_1


"Kau yakin dia sudah mati? Dia terlihat aneh saat ini.."


"Peduli apa, aku akan membunuhnya lagi.." ucap pembunuh yang membunuh Kyle sebelumnya.


Dia berlari ke arah Kyle dan ingin menikam perut Kyle dengan belati yang sama, "Apa?" Kyle menahan belati itu dengan telapak tangannya.


"Aku tidak akan mati dengan cara yang sama.." ucap Kyle dengan dingin. Ia meremas mata belati yang di selimuti oleh unsur api hingga hancur menjadi serpihan logam dan menampar wajah sang pembunuh dengan serpihan-serpihan itu di telapak tangannya.


DHUAAR!


"Kau..!" dua orang pembunuh berlari ke Kyle dan keduanya ingin menikam Kyle dengan belati yang diselimuti oleh unsur masing-masing.


PAK!


Kyle mengenggam pergelangan tangan kedua pembunuh itu, dia membanting salah satu ke lantai dan melempar yang lainnya menjauh.


"Bocah, kendalikan tubuh mu! Jangan terlalu banyak bergerak!" suara sang kucing muncul di kepala Kyle.


Namun Kyle tidak menghiraukannya dan dia terus berjalan perlahan, "Berhenti atau gadis ini mati!" salah satu pembunuh memberi ancaman dan berhasil membuat Kyle berhenti.


Dua pembunuh yang dihajar oleh Kyle bangun kembali dan ingin menyerangnya lagi, "Kyle jangan dengarkan! Aku dapat melindungi diriku sendiri!"


Melihat Kyle terpengaruh dengan ancaman itu Clarissa berteriak agar Kyle menghindari serangan tersebut.


Pembunuh di dekat Clarissa menatapnya dengan penuh hinaan, "Dapat melindungi dirimu sendiri? Cuih, kau bahkan tidak sanggup membunuh orang yang berniat membunuhmu." ia mencibir.


Clarissa mengatupkan giginya. Tanpa ada yang menyadari, "Tapi dia memiliki teman yang selalu melindungi satu sama lain." bisik seseorang di samping telinga pembunuh itu.


"Ap- Akh!" sebuah pedang menembus jantung nya dari belakang. Pedang pun ditarik kembali dan sang pembunuh terjatuh dengan darah yang mengalir deras dari tubuhnya, sudah pasti tewas.


Ternyata yang menusuk pembunuh itu adalah Koillei, "Kak Kyle! Kak Clarissa aman bersamaku." ucap Koillei dengan nada tinggi hingga dapat terdengar di seluruh penjuru ruangan.


Dua pembunuh yang tersisa menoleh ke arah Koillei, "Tidak, bagaimana sekarang? Kurasa tidak ada kesempatan untuk menang." tutur salah satu pembunuh itu setelah melihat banyak rekannya telah mati.


Pembunuh satunya mendecih, "Aku lebih baik mati daripada mengabaikan misi." ucap pembunuh itu pada rekannya. Ia berlari ke arah Koillei dan menarik belatinya.


Sedangkan pembunuh yang ingin menyerang Kyle kembali menjadi bimbang, "Ngghh!" Kyle mengerang dan melangkahkan kakinya, mengeluarkan tenaga yang besar hingga meninggalkan retakan di tanah.

__ADS_1


Salah seorang pembunuh angkat bicara, "Ingat, untuk apa kita berlatih selama ini? Hanya untuk menyelesaikan misi atau mati dalam mengerjakan misi." teriaknya tanpa takut.


Mendengar ujaran itu para pun pembunuh membuang segala keraguan dan menyerang Kyle walaupun tahu tidak ada akhir yang baik dari tindakan tersebut.


__ADS_2