Tales Of The Void

Tales Of The Void
Ch. 24 - Keputusan


__ADS_3

Kyle dan Alvaro berbincang ringan hingga tak terasa hari sudah siang, mereka segera kembali ke kamp untuk membantu membongkar dan memuat persediaan.


Selama melakukan kegiatan itu Kyle juga berkenalan dengan anggota lainnya, seperti si koki dengan gaya bicara yang unik bernama Alessandro, tapi beberapa orang memanggilnya Dro-bo atau singkatan dari Alessandro-bodoh.


Kemudian Orlan sang dokter dan Crylia, wanita yang berdebat dengan ahli alat sihir tuli kemarin.


Mereka semua memiliki sifat yang unik sehingga Kyle merasa tidak bosan saat berinteraksi dengan mereka karena ada saja tingkah laku mereka yang tak pernah Kyle lihat selama berinteraksi dengan orang lain.


Tapi selama seharian itu Kyle tidak melihat sosok Achille dan pria dengan pedang besar di punggungnya, serta gadis bernama Berta dan juga pria cungkring berambut mohawk yang menjadi lawannya dalam pertandingan minum-minum.


Kyle juga tidak pernah bertemu dengan lima anggota yang tersisa, sejauh ini ia hanya menemui 12 orang saja sementara dari pernyataan Alvaro kelompok mereka terdiri dari 17 orang.


Tak terasa waktu makam malam sudah tiba, semua orang yang ikut membongkar barang merasa antusias untuk mengisi perut mereka setelah bekerja seharian.


Wajar saja, mereka semua adalah orang-orang yang tidak memiliki tubuh yang kuat seperti Kyle. Sejauh ini Kyle hanya dapat merasakan bahwa Achille, Sanny, Alvaro dan pria dengan pedang besar saja yang memiliki kekuatan jauh di atas manusia pada umumnya berdasarkan tekanan yang mereka keluarkan, sisanya adalah manusia biasa yang mungkin setara atau sedikit lebih kuat dari manusia biasa.


"Hey bung! Kau tampak tidak lelah.. Apakah kau mogok kerja tadi?" Alvaro menyadari Kyle begitu segar setelah bekerja seharian.


"Mogok kerja? Yang benar saja, aku bekerja paling keras tadi!" sahut Kyle.


"Hahaha! Aku hanya bercanda! Lagipula semua orang dapat melihatmu, kau begitu kuat dengan tubuh yang kecil." ujarnya sambil tertawa keras.


Sanny cukup terganggu dengan tawa keras Alvaro sehingga ia menegurnya dan satu teguran dari Sanny langsung membuat Alvaro terdiam dan memakan makanannya dengan khidmat.


"Ada apa dengan wanita itu? Bukannya dia orang yang sangat suka menjahili orang lain?" Kyle tentu heran melihat Alvaro takut dengan Sanny, ia berpikir Sanny adalah wanita yang suka usil pada rekannya.


Kyle menatap wajah Sanny yang tersorot cahaya api unggun cukup lama, ia menilai wajah Sanny cukup cantik, apalagi jika ia memanjangkan rambutnya, dengan begitu Sanny termasuk ke dalam daftar salah satu gadis tercantik yang pernah Kyle temui.


"Ada apa?" Sanny baru menyadari Kyle menatapnya setelah cukup lama sang pemuda menatap wajahnya.


Kyle terbatuk pelan dan mengalihkan pandangannya agar tidak terjadi salah paham, sementara itu Alvaro terus menyenggol sikunya sehingga Kyle yang jengkel menyentil telinga Alvaro sekuat tenaganya, membuat laki-laki dengan rambut jingkrak itu meringis dan berhenti menganggunya.


"Mau alkohol?" Berta menghampiri Kyle sambil menawarkan sebotol minuman keras, tapi Kyle menolaknya dengan lembut.


Walau kecewa tapi Berta sadar Kyle bukanlah pecinta alkohol jadi ia menawarkan minuman buatannya yang lain. Akhirnya Kyle memilih meminum susu dan madu.


Achille yang baru mengambil makan malamnya ikut nimbrung, "Malam ini seharusnya regu pengintai kembali.." ucapnya setelah menelan suapan pertama.


"Woya? Berarti besok kita akan segera berangkat?" tanya Alvaro.

__ADS_1


"Tidak.." Achille menggeleng.


"Kita berangkat malam ini. Jadi makan yang banyak agar energi kalian cukup untuk bergerak di malam hari. Orlan dan Berta juga sudah meracik jamu untuk mengurangi rasa kantuk dan meningkatkan stamina, jadi tidak akan ada masalah untuk bergerak malam ini juga." Achille menjelaskan.


"Kenapa malam ini? Bagaimana dengan kamp kita? Baru setengahnya saja yang sudah di muat di gerobak." tanya Sanny tidak mengerti dengan keputusan Achille.


"Itu akan kita pikirkan setelah perburuan selesai."


Kemudian Achille menjelaskan alasannya yang lain kenapa mereka harus segera pergi malam itu juga tepat setelah regu pengintai kembali karena binatang sihir yang mereka buru punya siklus aktivitas yang unik, dimana ia akan keluar seminggu sekali selama dua hari untuk mencari makan.


Jika benar begitu maka binatang sihir itu keluar pada sore hari tadi dan akan kembali dua hari kemudian di tengah malam. Waktu pada saat ia tidak berada di sarangnya adalah kesempatan yang bagus untuk menyiapkan perangkap berburu dari alat-alat sihir agar menjamin kesuksesan perburuan mereka.


"Pokoknya kita harus membunuh binatang sihir itu.. Tidak ada waktu lagi untuk menunggu.." ucap Achille dengan sangat serius.


Alvaro, Sanny dan Dro-bo yang baru saja bergabung sadar situasi gawat yang sedang terjadi sementara Kyle masih kurang mengerti kenapa Achille begitu tergesa-gesa karena seharusnya masih ada persiapan yang bisa dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan mereka.


Mereka yang berada di depan api unggun sambil menyantap makan malam mulai berbincang tentang tujuan mereka selanjutnya setelah berhasil membunuh binatang sihir itu.


Di tengah pembahasan tersebut, muncul lima orang yang terdiri dari tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan, penampilan mereka cukup unik karena menggunakan pakaian yang sebagiannya tertutup oleh dedaunan dan mengeluarkan aroma khas tanah yang basah akibat terkena hujan.


Dari segi penampilan saja Kyle sudah yakin bahwa kelompok kecil itu adalah regu pengintai yang dimaksud oleh Achille.


"Ukhh.. Aku sudah tidak tahan lagi.. Aku ingin segera mandi." salah satu wanita yang tergabung dalam regu pengintai menggerutu dan langsung pergi dari sana, berpisah dengan regunya.


"Elis tunggu aku..!" wanita satunya menyusul.


Salah satu dari tiga pria di regu pengintai menggeleng dan tersenyum tak berdaya, ia cukup memaklumi kenapa dua wanita itu sangat ingin membersihkan tubuh mereka.


Saat melakukan tugas mengintai mereka berlima tak dapat pergi kemanapun, kecuali saat binatang yang mereka intai sedang berburu, itupun mereka harus mengikutinya dan mencatat segala tindakan dan perilaku makhluk tersebut.


Walau bisa saja kedua wanita itu pergi sesaat, tapi sungai terdekat di daerah sarang makhluk tersebut berjarak puluhan kilometer sementara itu mereka hanya membawa satu kompas dan peta untuk pengintaian.


Pria yang menggeleng barusan melepas ransel dan juga ikat pinggang dengan pelengkapan lengkap miliknya, "Huft, menggunakan barang-barang ini selama berhari-hari membuat tubuhku pegal semua." keluhnya.


Dua pria yang lainnya juga melepas perlengkapan mereka sebelum perhatian mereka teralihkan pada Kyle, sebuah wajah asing.


"Wow Achille, kita punya anggota baru?"


"Hey apakah kami melewati upacara bersulang?"

__ADS_1


Tentu saja mereka cukup kecewa karena tidak dapat ikut merayakan kedatangan anggota baru di kelompok mereka karena tugas, namun Achille mengatakan akan mengadakan pesta yang sangat meriah jika perburuan mereka berhasil sebagai ucapan selamat datang bagi Kyle dan juga perayaan kesuksesan perburuan mereka.


"Siapa namamu anak muda? Kulihat kau sepertinya belum menginjak usia 20 tahun.. Berapa umur mu sekarang?" pria bertubuh kekar dengan bandana duduk di samping Kyle sambil bertanya dengan penasaran.


Kyle tersenyum tipis, "Aku Kyle, sebelumya seorang petualang solo, umurku 17 tahun." jawab Kyle dengan ramah.


Kyle bisa merasakan ada sedikit tekanan yang keluar dari tubuh pria di sampingnya itu yang berarti ia orang yang memiliki kekuatan untuk menyainginya.


Memang Kyle dapat merasakan tekanan dari tubuh seseorang, seperti halnya saat ia berada di dekat Hans. Pria itu memiliki tekanan yang sangat berat sehingga dapat membuat Kyle gelisah dan tidak nyaman saat berada di sekitarnya, tapi berangsur-angsur tekanan tersebut menghilang begitu ia bertambah akrab dengan Hans.


Sebenarnya bukan Hans atau pria di sampingnya saja yang mengeluarkan tekanan semacam itu, melainkan orang lain seperti Leine, Achille, Sanny, Alvaro, Jose atau pria dengan pedang yang besar, dan kelima anggota regu pengintai walau dua wanita itu mengeluarkan tekanan samar-samar, tapi Kyle yakin jika ia berjarak cukup dekat maka tekanan tersebut akan terasa lebih jelas.


Beberapa orang yang duduk di depan api unggun terbatuk pelan dan tidak sedikit yang melebarkan mata mereka mendengar ujaran dari Kyle, "17 tahun?"


Mereka menatap Kyle dari ujung kaki hingga ujung kepala, "Dia masih 17 tahun.." gumam Alvaro. Memang tak ada yang spesial pada usia Kyle, tapi mereka kagum dengan keberanian yang dimiliki oleh seorang pemuda untuk berpetualang sendirian di usia yang begitu muda.


Biasanya pada usia 17 tahun seseorang yang ingin berpetualang masih belajar tentang banyak hal untuk mempersiapkan diri dan akan berangkat ke dunia luar begitu berusia 19 hingga 21 tahun agar memiliki persiapan yang matang dan dapat bertahan hidup, itupun mereka masih berpergian dengan kelompok petualang.


Sementara Kyle, dia masih begitu muda dan berpetualang sendiri, membuktikan nyalinya cukup besar.


Kyle tersenyum kecut, merasa dirinya tidak ada yang spesial dari berpetualang di usianya. Ia tidak takut karena jika tak segera pergi maka ia akan mati dalam waktu satu bulan, dan tidak ada yang perlu ia takutkan karena ia yakin dengan dirinya sendiri.


"Kau berasal dari mana?" pria dengan sebuah bekas luka di pipi kanannya bertanya dengan penasaran.


"Bembridge." Kyle menjawab.


Pria dengan bandana dan bekas luka saling bertatap-tatapan, kemudian salah satu dari mereka bertanya, "Ahh.. Tidak mungkin kau berpetualang sendirian."


Kyle mengangkat kedua bahunya, ia merasa tidak perlu memperdebatkan dan membuktikan hal tersebut karena tidak mendapatkan keuntungan apapun.


"Sudahlah, sebaiknya kalian mengambil jatah makan malam kalian dan beristirahat. Pasti sangat lelah mengintai makhluk itu." saran Achille.


"Benar juga.. Ayo.. Hey Berta! Tolong buatkan susu hangat.." ucap pria dengan bandana.


"Hoamm... Aku juga mau susu hangat."


"Aku ingin teh yang spesial, Berta!"


Mendapatkan permintaan dari ketiga orang itu membuat Berta tersenyum bahagia. Ia adalah seorang peracik minuman dan memiliki banyak resep minuman dengan berbagai khasiat yang ia pelajari dari desanya.

__ADS_1


"Baik!" tentu saja gadis itu sangat senang dengan pekerjaannya dalam kelompok mereka.


__ADS_2