
"Kenyang sekali.." Kyle mengelus perutnya yang sedikit mengembang.
"Akh.." kondisi Hans juga tidak berbeda jauh dengan Kyle, tapi karena dia punya badan yang lebih besar tidak tampak perubahan signifikan padanya.
"Kira-kira siapa yang makan lebih banyak?" tanya Kyle.
Hans merenggangkan tubuhnya dan menjawab, "Siapa yang peduli itu.. Kita terlalu menikmati nya sehingga lupa menghitung siapa yang menghabiskan paling banyak."
Ia melanjutkan dengan pertanyaan, "Tapi bagaimana? Apakah kau puas dengan traktiran ku kali ini?"
Kyle tersenyum lebar, "Jujur ini pertama kalinya aku makan enak dan tidak merasa khawatir akan kehabisan sebelum kenyang."
Hans juga tersenyum lebar, "Baguslah jika kau senang. Ayo kita kembali, aku merasa khawatir pada Leine." pria itu berusaha berdiri dengan susah payah.
"Sepertinya kita makan dengan sangat berlebihan."
...\=\=\=...
Saat kembali ternyata Leine sedang melakukan tes terhadap Clarissa dan Koillei, disaksikan oleh Magouse dan juga istrinya -- Bellinda.
"Leine~ Bagaimana?" Hans langsung mendatangi Leine yang sedang mencatat beberapa hasil tes Clarissa dan Koillei.
Sementara itu Kyle berdiri lumayan dekat dengan tuan kota dan istrinya, "Ah, sudah lama sekali bibi tidak melihat Kyle. Dasar Clarissa, dia tidak pernah membawa mu ke rumah kami lagi selama ini?" ucap Bellinda.
"Tidak bibi, aku yang terlalu sibuk bekerja di tambang." sahut Kyle sambil tersenyum tipis.
Tuan kota pun melirik Kyle dan agak terkejut dengan apa yang ia lihat, "Sejak kapan anak ini punya mana yang banyak?" batinnya.
Dirinya sendiri adalah seorang master dan merupakan lulusan dari akademi sihir dan dapat dengan mudah mengetahui jumlah mana seseorang hanya dalam sekali lihat, sehingga sebelumnya ia tahu bahwa mana Kyle hampir tak ada sama sekali namun sekarang ia punya mana yang begitu melimpah.
"Dengan kapasitas mana sebanyak itu potensinya termasuk tinggi." batinnya lagi.
Tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana kapasitas mana di tubuh seseorang berkembang. Tapi beberapa profesor dan juga penyihir dari berbagai tempat sepakat bahwa kapasitas mana itu diibaratkan sebagai sebuah wadah elastis yang akan terus membesar seiring waktu.
"Hahh.. Padahal aku sedang malas sekali.." gerutu Hans sambil berjalan mendekati Kyle.
"Kenapa?" mendengar Hans menggerutu Kyle bertanya.
Hans menggaruk kepalanya sebelum menjawab, "Aku harus melakukan tes kepadamu."
Kyle mengangguk mengerti, "Tes yang dimaksud seperti apa saja?"
"Cukup mudah, ini hanya tes mendasar saja.
Karena jika kau sudah berada di akademi nanti akan ada pengujian lanjutan dari para profesor atau penyihir di akademi setelah menjadi murid magang." jawab Hans.
Setelah itu Hans mengeluarkan sebuah benda dari balik jubahnya, "Aku akan mengukur tinggi badanmu dulu." ucapnya sambil menunjukkan benda yang merupakan alat pengukur.
Kyle memiringkan kepalanya sedikit, sedikit heran tapi dia tidak bertanya, "Seratus tujuh puluh lima.. Baiklah."
Hans berjalan kembali mendekati Leine dan bertanya padanya, "Apakah kau tidak membawa pengukur berat?"
__ADS_1
Leine menggeleng, "Itu salahmu." ucapnya singkat kemudian pergi.
"Apa?" Hans termangu.
Ia mendesah tak berdaya dan kembali lagi pada Kyle, "Seharusnya kita bisa menebak berat badanmu." ujarnya setelah mengamati Kyle sesaat.
"Kau cukup kurus.. Tidak sangat kurus.. Cukup mengejutkan tubuh mu dapat menampung mana yang begitu banyak." lanjutnya.
Kyle tersenyum tipis, "Percayalah, aku tidak sekurus ini sebelumnya dan aku berencana untuk mengembalikan kondisi tubuh ku ke semula. Oh, maka dari itu tak apa akan jadi masalah jika mengisi berat badan tanpa mengukurnya bukan?.."
Hans mengangguk setelah berpikir sejenak, ia pun menulis empat puluh tiga kilogram, "Empat puluh tiga, bagaimana?" Kyle menyahut dengan mengangkat bahunya.
"Nama lengkap dan usia?" Hans kembali bertanya.
"Kyle Smith, tujuh belas tahun. Tunggu, bukannya nama yang diisi terlebih dahulu?" tanya Kyle sedikit bingung karena Hans duluan mengukur tinggi dan berat badannya sebelum menanyai nama dan usianya.
"Benar, namun aku melakukannya secara efisien dengan caraku sendiri." jawab Hans menjelaskan sambil menulis.
"Teruslah membual." Leine mengejek dari belakang dengan wajah yang datar.
Hans hampir tak bereaksi namun dia menanggapi, "Kau seperti baru mengenalku saja."
"Anggap saja kita tak saling kenal." ucap Leine setelah itu pergi.
Hans yang mendengarnya jatuh tersungkur, sehingga Kyle menahan tawanya sambil membatin, "Hubungan yang sehat.. Mungkin."
"Haha, tak perlu heran. Sejak dulu Leine sudah seperti itu. Dia ramah pada orang namun 'kasar' padaku." Hans bangkit dan menepuk pakaiannya yang berdebu.
"Memukul mu? Apakah kau bercanda?" Kyle tampak tak percaya dengan ucapan Hans.
Hans tersenyum agak lebar, "Jangan terlalu meremehkan ku dan menganggap tinggi kekuatanmu. Ada jarak yang begitu jauh antara kekuatan kita berdua, lagipula aku ini adalah seorang petarung yang mengandalkan fisik daripada unsur, sehingga tubuhku termasuk sangat kuat."
Kyle mengerutkan keningnya, walau kalimat Hans terdengar merendahkannya namun itu adalah kenyataan. Perbedaan kekuatan antara dirinya sendiri dan Hans bahkan dapat dirasakan hanya dengan berdiri di dekatnya.
"Baiklah, aku tidak akan begitu khawatir pada dirimu." Kyle membentuk kuda-kuda layaknya seorang petinju.
"Bagus.." tubuh Hans berkedip dan ia tiba-tiba sudah berada puluhan meter dari tempat ia berdiri sebelumnya, membuat Kyle melongo.
"Ia benar-benar cepat.." batin Kyle.
Hans melebarkan kedua lengannya, "Ayo pukul aku!" teriaknya.
Kyle mulai menutup matanya dan memfokuskan dirinya untuk merasakan mana di tubuhnya dan mengalirkan sebagian besar ke tangan kanannya.
Perlahan tapi pasti mulai muncul garis-garis bercahaya putih di telapak tangan Kyle yang terlihat seperti pembuluh bercabang.
Setelah proses itu selesai cahaya mulai menghilang digantikan dengan uap yang keluar dari kulitnya.
"Hmm?" baik Clarissa dan Koillei yang memperhatikan Kyle dan Hans setelah tes mereka selesai tak bisa mengalihkan pandangan mereka dari tangan Kyle yang mengeluarkan uap setelah memfokuskan mana.
Di sisi lain, setelah merasa telah siap untuk menyerang, Kyle mulai berlari dan menarik tinjunya untuk mendapatkan momentum agar bisa mengeluarkan pukulan yang paling yang dapat ia lakukan.
__ADS_1
"Haaahhh!!" Kyle berteriak untuk menyemangati dirinya sendiri sebelum memukul.
Hans mengangguk melihat apa yang Kyle lakukan, satu detik sebelum Kyle memukulnya, ia langsung menyilangkan kedua tangannya di depan tubuhnya untuk menahan pukulan Kyle.
BAAAMM!
Pukulan Kyle berhenti begitu mengenai punggung tangan Hans, namun bentrokan itu menghasilkan gelombang kejut ke seluruh arah dan gelombang kejut yang lebih kuat di belakang Hans hingga meninggalkan retakan di tanah.
Hans tersenyum dengan lebar, "Aku mendapatkan gambaran seberapa jauh kekuatanmu." ucapnya.
Sementara itu Kyle merasa kurang puas dengan kekuatannya. Hans tidak bergerak satu senti pun padahal Kyle telah menggunakan seluruh kekuatannya.
Menyadari ekspresi kurang puas di wajah Kyle, Hans menepuk pundak Kyle dan menyemangati nya, "Terlalu awal untuk kecewa pada kekuatan mu. Kau belum pernah berlatih bukan? Aku yakin kau akan melampaui ku nantinya."
Kyle menatap wajah Hans, ia tersenyum tipis dan mengangguk, "Terimakasih... Aku akan mengerahkan segala yang ku bisa untuk menjadi kuat." ucap Kyle.
"Aku pasti tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh dewa kucing.. Aku akan melindungi dunia dengan kekuatan ini!" lanjut Kyle di dalam hatinya dengan semangat yang lumayan 'membara'.
...\=\=\=...
Setelah makan malam bersama di kediaman tuan kota, Leine dan Hans langsung berpamitan karena tiba-tiba ada hal mendesak yang harus diurus.
"Kalian yakin? Perjalan beberapa hari pasti sangat melelahkan, kenapa tidak beristirahat dulu?" tanya Magouse.
"Terimakasih atas tawaran baik tuan Magouse, tapi ini hal yang cukup darurat." jawab Hans sehingga Magouse tidak ingin mendesaknya.
"Hm.. Hm.." Leine mengangguk dua kali menyetujui perkataan Hans.
"Kyle! Aku akan menunggumu! Enam bulan lagi kau harus berada di akademi sihir. Saat itu tiba aku harap kau cukup kuat untuk bertarung dengan ku."
"Tunggu aku! Aku pasti akan menjadi puluhan kali lebih kuat!" ujar Kyle sambil mengepalkan tinjunya.
"Hahaha! Jangan kira hanya kau saja yang akan bertambah kuat. Aku juga akan kembali berlatih dan dengan keras.. Aku akan menunggumu, saudaraku!" ucap Hans dengan nada tinggi.
"Kalian berdua juga harus sudah berada di akademi sihir enam bulan lagi. Namun jika ingin pergi lebih cepat juga lebih baik." pesan Leine pada Clarissa dan Koillei. Mereka berdua mengangguk serentak.
"Sampai bertemu lagi!"
Hans dan Leine berbalik badan, beberapa langkah kemudian tubuh mereka diselimuti oleh cahaya halus -- Hans diselimuti oleh cahaya biru gelap sedangkan Leine berwarna kuning cerah.
"Kau siap?" tanya Hans pada kekasihnya itu.
"Hn." Leine mengangguk.
"Ayo." Hans mengambil ancang untuk melompat dan melompat tinggi ke udara diikuti oleh Leine.
Setelah itu mereka berdua meluncur dengan kecepatan tinggi, meninggalkan jejak cahaya di belakang mereka dan hal itu tampak indah dan keren.
"Woah.." Kyle baru pertama kali melihat hal tersebut dan langsung takjub.
"Dunia ini sungguh luar biasa.." gumamnya.
__ADS_1