Tales Of The Void

Tales Of The Void
Ch. 2 - Dewa Kucing


__ADS_3

"Kenapa tuan kota tidak meletakkan penjaga di dalam? Meletakkan penjaga di luar hanya akan efektif untuk melindungi kediaman dari luar saja." pikir Kyle.


Dengan tata bangunan yang begitu rumit, penjaga yang berada di luar akan sangat sulit untuk bergerak di dalam kediaman jika ada penyerangan yang terjadi di area dalam, maka dari itu Kyle ingin memastikan sesuatu dengan tuan kota dan bertanya beberapa hal.


Saat berjalan beberapa langkah Kyle mulai mengelus lehernya dengan tidak nyaman, "Perasaan ku tidak enak.." ucapnya dalam hati.


TAK!


Sebuah suara membuat Kyle menolehkan wajahnya, dia tidak menemukan siapapun selain dirinya di sana.


Suasana ini semakin membuat perasaan tak enak sehingga Kyle mulai berlari agar segera sampai ke tempat Clarissa.


Betul saja, dari belakang Kyle orang dengan pakaian serba hitam mengejarnya dengan sangat cepat. Dalam sekejap saja dia sudah berada di dekat Kyle dan menarik sebuah belati dari balik pakaiannya.


"Tidak..!" Kyle berusaha meningkatkan kecepatan larinya, namun itu tidak ada artinya lagi.


Belati yang selimuti oleh kobaran api menusuk menembus jantung Kyle dari belakang, Kyle ingin berteriak namun sang pembunuh membungkam mulut Kyle dengan tangannya.


Kyle melotot di saat-saat terakhir hidupnya, "Sial! Aku tidak pernah melakukan hal luar biasa di hidupku.. Bahkan aku tidak bisa melindungi teman-temanku.." sebuah rasa kesal muncul pada saat itu, saat nyawanya berada di ujung tanduk.


Belati yang menusuk jantungnya di tarik keluar, tidak ada darah yang menetes dari luka di tubuhnya karena luka tersebut langsung terbakar dengan api dan belati yang panas.


Kesadaran Kyle pun memudar, penglihatannya mulai meredup dan pada akhirnya dia sudah benar-benar tidak bernapas.


...\=\=\=...


"Tunggu dulu!" sebuah suara tiba-tiba membangunkan Kyle.


Dia mendapati dirinya melayang di atas kediaman tuan kota, "Aku sudah mati? Kenapa aku berada di atas sini?" gumam Kyle bertanya-tanya.


"Membosankan sekali bocah.. Kau mati tanpa perlawanan." suara yang sebelumnya Kyle dengar di mimpinya muncul kembali.


"Itu kau lagi. Khayalan ku yang menawari sebuah kekuatan.." ucap yang Kyle mengingat mimpinya.


"Aku bukanlah khayalan. Lihat ini.."


Sebuah pusaran kecil berwarna biru muncul di udara kosong. Pusaran itu berubah menjadi seekor kucing berwarna putih yang mengeluarkan aura dengan beragam warna.


Kyle memiringkan kepalanya saat melihat kucing tersebut, "Dewa kucing?" gumam Kyle.


"Tidak! Aku dapat berubah bentuk sesuai keinginan ku!" bantah kucing itu dengan suara pria yang berat, tidak cocok dengan penampilannya yang merupakan kucing yang lucu.


"Menjijikkan sekali mendengar seekor kucing memiliki suara seperti paman tukang mabuk." cibir Kyle.


"Apa?!" mendengar teriakan itu entah kenapa Kyle dapat merasakan emosi yang nyata dari wajah seekor kucing seperti ia berbicara dengan manusia.

__ADS_1


Sehingga dengan cepat ia mengganti topik, "Tidak, maksudnya aku sudah mati. Kenapa aku masih berada disini?" tanya Kyle. Dia masih dapat melihat kediaman tuan kota dari atas.


Kucing itu berjalan di udara mendekati Kyle, dia menyentuh kening Kyle dengan kaki kecilnya, "Aku yang menahan jiwa mu agar tetap terhubung di dunia ini." jawabnya.


Setelah keningnya di sentuh, muncul rantai-rantai cahaya berwarna emas yang terhubung ke suatu tempat di kediaman tuan kota dan mengikat Kyle saat ini.


"Apa ini?" tanya Kyle yang melihat rantai itu.


"Sudah jelas bukan? Aku menahan mu dengan mengikat paksa jiwa dan tubuhmu. Nah bocah, apa kau ingin hidup kembali?" tanya sang kucing.


Kyle menjadi serius dan menatap sang kucing dengan cermat, "Apakah aku bisa hidup lagi?" tanya Kyle serius.


Kucing itu mengangguk, "Bukan hal yang sulit.. Tapi, ada syaratnya. Namun jika kau menolak aku akan melepaskan ikatan mu pada dunia dan kau akan benar-benar mati."


Kyle tidak peduli sesulit apa persyaratan yang akan diberikan, asalkan dia bisa melindungi temannya untuk pertama kalinya bahkan jika harus membelah Aerio menjadi dua pun akan dia lakukan.


"Tidak, ini bukan sekedar membelah benua." Kyle tersentak kaget karena pikirannya dapat dibaca oleh sang kucing.


"Aku sudah merasakannya, ada yang aneh di dunia ini. Mungkin kegelapan akan jatuh dan menyengsarakan seluruh makhluk hidup." ucapnya.


Kyle mengerutkan keningnya, "Kurasa kau cukup kuat untuk menghentikan kegelapan itu.."


"Aku bukan bagian dari dunia ini dan tidak memiliki bentuk fisik, jadi mustahil untuk berhubungan langsung dengan dunia ini. Namun entah kenapa, aku bisa berhubungan dengan mu tapi kurasa ini adalah takdir yang baik."


"Bocah, kau adalah satu-satunya harapan ku, meninggalkan dunia ini sementara kegelapan tumbuh membuatku gelisah." ucap kucing yang menunjukkan kekhawatirannya.


"Baiklah, aku tidak mengandalkan mu. Tapi kau harapan terakhir dunia ini." jawab pedas sang kucing.


Kyle terpental jatuh ke dalam kediaman tuan kota dan mendarat di sebuah ruangan, "Lihat ini." sang kucing muncul di samping Kyle dan mengangkat kaki depannya.


Dari dalam sebuah tong jasad Kyle yang berlumuran alkohol keluar dan melayang mendekatinya, "Mereka menyembunyikan tubuhku dengan sangat baik. Mereka adalah pembunuh profesional." komentar Kyle saat melihat tubuhnya dikeluarkan dari tong alkohol.


"Jantungmu benar-benar menguap, kita harus menggantinya dengan hal lain agar tubuh ini dapat hidup kembali." ucap sang kucing yang sama sekali tidak mempedulikan komentar Kyle.


Sang kucing mengangkat kembali kaki depannya hingga cahaya warna-warni berkumpul di satu titik dan perlahan membentuk kristal putih yang diselimuti kobaran api yang juga berwarna putih sebesar kepalan tangan.


"Kristal unsur.. Tapi unsur apa?" Kyle pernah melihat gambaran kristal unsur dan bentuknya sama seperti yang ia lihat sekarang.


"Ini bukan kristal unsur. Dan.. Kristal ini juga akan memberikan energi mana ke tubuhmu, cukup banyak hingga kau bisa menggunakan kekuatan unsur dan penguatan tubuh." kucing menjelaskan.


"Tapi.. Kelemahan kristal ini adalah energi yang terbatas. Saat energinya habis, bisa dipastikan kau akan langsung mati karena dia menggantikan fungsi jantung mu." lanjutnya.


"Memangnya kapan energi nya habis?" tanya Kyle.


"Tepat satu bulan lagi." sahut sang kucing dengan cepat.

__ADS_1


Kyle mengerutkan keningnya, "Apa? Satu bulan? Apa yang bisa kulakukan dalam satu bulan?"


"Tenang saja, kau bisa menambah energi di dalamnya. Semakin banyak energi pada kristal ini, semakin lama kau bisa hidup dan semakin kuat juga dirimu."


Kristal itu melayang dan masuk ke lubang di dada kiri jasad Kyle, "Bersiaplah!" ucap sang kucing.


Rantai yang mengikat jiwa Kyle dan tubuhnya mulai meregang dan menarik jiwa Kyle secara perlahan.


"Saat kau bergabung dengan tubuhmu kembali, akan ada banyak rasa sakit karena ini pertama kalinya tubuhmu dialiri oleh mana yang banyak, kau harus menahannya." sang kucing memperingatkan.


Kyle mengangguk, "Aku akan hidup lagi dan diberi kekuatan. Aku.. Aku akan memanfaatkannya sebaik mungkin." batin Kyle dengan tekadnya.


Tiba-tiba Kyle mengalami kilas balik saat dirinya masih kecil, dia mengingat tentang mimpinya untuk mencari kekuatan kekosongan yang merupakan awal dari segalanya, mimpinya untuk mengulik misteri terdahulu bersama dengan temannya, tidak.. Ia ingin selamanya bersama dengan mereka.


"Apakah mungkin ini kesempatan yang aku impi-impikan?" gumamnya lirih.


Kyle bergabung kembali dengan tubuhnya. Dia tidak bisa melihat apapun dan rasa sakit yang teramat besar dapat ia rasakan.


"Ku peringatkan bocah, sebaiknya kau menahannya dengan baik dan jangan berteriak. Banyak musuh di sekitar sini dan kau tidak akan bisa melindungi dirimu sendiri sekarang. Dan jika kau mati tidak akan ada kesempatan ketiga."


Mendengar peringatan itu Kyle menahan keinginannya untuk berteriak sekencang-kencangnya.


Beberapa saat berlalu, penglihatan Kyle telah kembali tapi rasa sakit yang ia alami bertambah berkali-kali lipat.


Sembari menahan sakit nya Kyle menatap tangannya yang tampak sangat berbeda. Pembuluh di tubuhnya bercahaya sehingga terlihat jelas walaupun dilihat dengan mata.


Sang kucing terus memperhatikan Kyle yang berusaha menahan sakit, ia sedikit kagum dengan tekad Kyle dan kesabarannya menahan sakit.


Padahal jika ia pingsan pun tidak akan terjadi apa-apa dan proses penggabungan kristal akan tetap berjalan dengan semestinya.


"Apakah karena aku mengatakan dia harus menahannya atau memang ia begitu teguh."


...\=\=\=...


"Kemana Kyle? Ini sudah beberapa menit sejak dia berjalan masuk. Tidak mungkin kan dia tersesat?" gumam Clarissa dengan nada khawatir.


"Koi? Ayo kita cari Kyle.." Clarissa menarik tangan Koi yang berdiri di sampingnya.


"Ya.." Koillei mengangguk dan mengikuti Clarissa dari belakang.


Ia mengerti kekhawatiran gadis itu dan dia sendiri juga khawatir pada Kyle. Pasti terjadi sesuatu padanya.


"Kita cari kemana?" tanya Koillei pada Clarissa.


"Harusnya Kyle masih berada di lantai satu jika ia hanya berjalan sejak masuk." jawab Clarissa.

__ADS_1


"Aku mengerti, ayo kita berpisah kak." ujar Koillei.


Clarissa mengangguk dan melepaskan genggaman tangannya dan berjalan sendirian.


__ADS_2