Tales Of The Void

Tales Of The Void
Ch. 20 - Petualang


__ADS_3

Di bawah cakrawala biru, berkumpul belasan orang yang memakai zirah dari kulit dan membawa senjata yang beragam di sebuah bukit, mereka tampak mendiskusikan sesuatu dengan mengelilingi api unggun yang mereka buat di tengah tenda-tenda yang mereka bangun.


"Bagaimana, apakah ada tanda-tanda lainnya dari regu pengintai?" pria yang membawa pedang besar bertanya di tengah diskusi.


"Ya! Kami sudah mengetahui kegiatannya selama satu minggu ini. Dia akan bergerak pada pukul 4 sore dan kembali pukul 2 dini hari setiap dua hari sekali, biasanya bergerak ke hutan untuk berburu. Sepertinya ini adalah rutinitas yang dilakukannya setiap saat." lapor seorang pria cungkring dengan rambut mohawk.


"Itu saja? Sederhana sekali.." celetuk pria berpedang besar.


Tanpa mereka sadari, seseorang telah mengawasi kegiatan mereka dari balik salah satu tenda, "Apa yang mereka diskusikan?"


Orang itu tak lain adalah Kyle, yang sudah empat hari berlari dan berjalan menuju ke garis pantai. Dia baru menempuh jarak sekitar 300 kilometer dan ada sekitar 250 kilometer lagi sebelum sampai di kota yang dekat lautan.


Kyle sudah kehabisan persediaan makanan, sementara itu ia tidak menemukan kota ataupun hewan selama beberapa hari ini, jadi dia harus mengirit makanannya hingga menemukan sesuatu untuk dimakan.


Kebetulan sekali Kyle menemukan perkemahan di sebuah bukit dan ia menyelinap ke kemah tersebut secara diam-diam, untuk mengawasi siapa kelompok pemilik perkemahan tersebut, takut-takutnya perkemahan itu dikuasai oleh bandit.


"Mereka tampak bersahabat.. Kurasa mereka bukan bandit." pikirnya setelah mengamati perilaku orang-orang itu.


Dari penampilan, Kyle menyimpulkan kelompok itu adalah kelompok petualang. Kelompok petualang biasanya berkeliling di daerah kerajaan atau bahkan keluar dari daerah kerajaan untuk mencari hal-hal unik dan pengalaman di dunia luar.


Mereka seringkali membantu desa-desa kecil, membunuh binatang sihir yang menganggu ketentraman penduduk dan masih banyak lainnya.


"Bung! Siapa kau? Aku tak pernah melihatmu.."


Kyle melompat kaget saat seseorang menegurnya. Dengan panik ia melompat dan menutup mulut pria itu, "Hushh.. Aku tidak memiliki niat jahat." bisik Kyle.


Pria itu menggeser lengan Kyle dari mulutnya dan berkata, "Hey bung, lantas kenapa kau diam-diam mengawasi kami?" tanyanya dengan curiga.


"Itu.."


Berselang beberapa menit menjelaskan kondisinya pada pria itu, akhirnya Kyle terlepas dari kecurigaannya.


"Jadi kau adalah seorang petualang solo.. Hebat juga kau dapat bertahan sejauh ini.." pujinya.


Kyle menggeleng, "Aku baru mulai beberapa hari yang lalu, dari sebuah kota di selatan bernama Bembridge.."


"Bembridge? Itu sangat jauh dari sini.. Tak mungkin kau sudah bergerak dari sana ke tempat ini dalam beberapa hari. Kami saja butuh waktu satu minggu untuk bergerak sejauh 200 kilometer." ulas pria itu tak percaya dengan ucapan Kyle.


"Yah.. Aku bergerak sendiri jadi tak banyak hal yang perlu diperhatikan dan aku dapat bergerak dengan leluasa. Bukankah itu masuk akal?" ujar Kyle yang disambut dengan anggukan oleh pria berambut jingkrak itu.


"Masuk akal juga.. Omong-omong namaku Alvaro. Siapa namamu?"


Kyle tersenyum dan memperkenalkan dirinya, "Aku Kyle."

__ADS_1


"Kyle? Sangat mudah diingat." gumam Alvaro namun masih dapat terdengar oleh Kyle.


Kyle pun tersenyum tipis, "Dibandingkan dengan Clarissa dan Koillei, namaku jauh lebih sederhana. Bahkan tak perlu nama panggilan untuk mempersingkatnya." batin Kyle membandingkan namanya dengan kedua temannya.


"Alvaro.. Kita akan ber- Siapa ini?" seseorang memasukkan kepalanya ke dalam tenda tempat Kyle dan Alvaro berbincang.


"Oh hey! Dia adalah Kyle, seorang petualang solo yang berasal dari kota di selatan. Kyle, perkenalkan si botak ,namanya Cruz!"


"Halo.. Krus? Aku Kyle." ucap Kyle memperkenalkan dirinya sambil tersenyum ramah


Sementara itu Cruz mengerutkan dahinya, "Botak? Dan namaku adalah Cruz. C.. R.. U.. Z.. Cruz! Bukan Krus!"


Kyle menunjukkan senyuman menyesal yang dibuat-buat, "Maaf.." ucapnya walau di dalam hati merasa heran, itu hanya kesalahan kecil saja.


"Sudahlah.. Alvaro, kemasi persediaan mu, kita akan mulai berburu selama beberapa hari ini." ucap Cruz, setelah itu beranjak dari sana.


Setelah Cruz pergi, Kyle yang penasaran pun bertanya apa yang mereka buru, "Itu.. Kami mendapatkan informasi ada seekor binatang sihir di daerah tebing. Takutnya binatang sihir itu akan menganggu kehidupan desa di sekitarnya, maka dari itu kami akan memburunya." jawab Alvaro tanpa menutupi apapun.


"Binatang sihir?"


Binatang sihir adalah hal yang paling Kyle butuhkan saat ini, bukan binatang sihirnya melainkan inti sihir yang mereka miliki.


Dari penjelasan dewa kucing, inti sihir dapat menambah usianya selama beberapa hari atau minggu hingga bulanan, itu akan sangat membantunya karena ia tidak tahu seberapa lama dirinya akan tiba di pulau surganya binatang sihir.


"Bolehkah aku ikut dalam perburuan ini? Barangkali kemampuan ku bisa berguna untuk kalian.." Kyle sangat menginginkan inti sihir dari binatang sihir itu jadi ia harus melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya, salah satunya adalah dengan ikut dengan para petualang ini.


"Hmm?" Alvaro tampak ragu dengan tawaran diri Kyle, apalagi ia melihat tubuh Kyle yang ramping dan ia tidak membawa alat atau senjata apapun. Tampang Kyle juga tidak seperti orang yang memiliki banyak pengalaman bertarung atau seorang ahli taktik lapangan.


"Akh.. Aku tidak bisa memutuskan hal ini. Jika kau yakin, maka kau bisa menghadap ketua kelompok. Dan jika dia dan yang lainnya menerimamu, maka kau boleh ikut. Jika tidak, ya.. Itu urusanmu, bung!" jawab Alvaro.


Kyle mengangguk mengerti, pada akhirnya keputusan dalam kelompok harus ditetapkan oleh ketua dan disetujui oleh anggota, itu adalah hal umum dalam suatu organisasi.


"Jadi kau ingin bertemu ketua kami?" tanya Alvaro.


"Ya, tolong tunjukkan aku yang mana orangnya." Kyle menjawab dengan mantap.


Alvaro pun tersenyum lebar, "Aku suka percaya dirimu. Akan menyenangkan jika kau bergabung dengan kami." ujarnya santai.


Kyle tertawa dalam hatinya, dia tak pernah mengira dirinya adalah orang yang menyenangkan karena dia selalu bersikap biasa saja dan tidak berusaha untuk menjadi orang yang menyenangkan.


"Baiklah, ayo ikut aku." Alvaro berdiri dari duduknya dan berjalan keluar tenda, diikuti oleh Kyle di belakangnya.


Sembari berjalan Kyle bertanya, "Ada berapa orang di kelompok ini?"

__ADS_1


"Ada 17 orang. Tidak semuanya kuat, tapi semuanya cukup mampu untuk menjaga diri masing-masing dalam kondisi yang berbahaya." jawab Alvaro sesingkat yang ia bisa.


Sambil mendengar jawaban itu Kyle juga beberapa kali menoleh ke arah anggota kelompok petualang Alvaro yang sedang mengumpulkan persediaan untuk berburu.


"Orang yang bergabung di kelompok ini sangat beragam.." Kyle dapat melihat ada beberapa orang dengan karakteristik unik.


"Berhenti di sini.." Alvaro merentangkan tangan kanannya sebagai isyarat untuk berhenti.


Setelahnya ia menunjuk pria tampan dengan rambut pirang yang sedang mengasah pedang pendeknya, "Itu adalah ketua kami, namanya Achille. Orangnya sangat ramah tapi jangan menyinggungnya, dia itu sangat kuat dibandingkan dengan kami." ucap Alvaro sekaligus memperingati.


"Terimakasih atas peringatannya, lagipula aku tidak ingin mencari masalah di sini." sahut Kyle sebelum berjalan menghampiri Achille.


Achille menyadari seseorang menghampirinya dan dia merekahkan senyuman di wajahnya, "Halo wajah asing.. Biar ku tebak, kau ingin bergabung dengan kelompok kami?" ia menyapa dan secara mengejutkan mengetahui niatan Kyle mendatanginya.


Belum sempat memberi reaksi, Achille melanjutkan, "Tak perlu heran.. Aku adalah pria yang sempurna.. Aku pintar, kuat, dan tampan. Bukan begitu?"


Kyle mengedipkan matanya beberapa kali, merasa aneh dengan sikap Achille yang terkesan melebih-lebihkan dirinya sendiri, "Oh maaf telah menyinggung mu.. Namaku Édouard Achille, dan dirimu?" Achille menjulurkan tangan kanannya dan Kyle menjabatnya.


"Aku Kyle.."


"Baiklah Kyle.. Jadi tebakanku benar, bukan? Tapi sebelumnya, aku mengingatkanmu bahwa, kami tidak menerima orang yang tidak berguna. Jika kau tidak mampu untuk pekerjaan di sini maka sebaiknya kembalilah ke kampung dan jadilah petani." ujar Achille yang langsung membuat Kyle mengerutkan keningnya.


"Tidak tidak tidak.. Itu hanya perumpamaan saja, jangan di masukkan ke hati. Tapi.. pernyataannya benar adanya.." lanjut Achille.


Kyle pun menarik nafas panjang, berusaha untuk menenangkan dirinya karena Achille ini memiliki sikap yang sangat tidak ia sukai, yaitu merasa berkuasa, padahal ia hanya seorang pemimpin kelompok petualang kecil.


Jika di bandingkan dengan penguasa hebat yang pernah Kyle temui yaitu Magouse von Bembridge atau ayah dari Clarissa yang merupakan tuan kota dari kota yang besar Bembridge, Achille tampak merasa si paling berkuasa dan banyak tingkah, berbeda dengan Magouse yang selalu santai dan tidak menunjukkan dirinya sebagai seorang bangsawan ataupun penguasa.


Tapi Kyle masih bisa memaklumi sikap Achille yang masih muda, pengalamannya pastinya tidak sebanding dengan Magouse yang sudah berkepala empat dan ia masih minim kebijaksanaan.


Tak perlu berpikir jauh-jauh tentang sikap Achille, yang Kyle butuhkan saat ini adalah inti sihir dari binatang sihir yang kelompok petualang Achille buru, "Aku cukup yakin akan berguna untuk kelompok ini." jawab Kyle tanpa berpikir panjang.


Achille pun tersenyum tipis, "Begitukah? Tapi kata-kata adalah hal yang paling tidak dapat dipercaya, maka dari itu. Buktikan.." Achille pun berdiri dan mengusap pedangnya dengan kain.


Melihat itu Kyle perlahan mundur, "Kenapa kau mundur?" tanya Achille kebingungan, sementara Kyle juga dibuat kebingungan.


"Bukannya kita akan bertarung?" Kyle bertanya balik.


Achille menggeleng, "Tidak, maksudku bukan begitu... Dan, jika kita bertarung dapat dipastikan kau tidak akan selamat.." ujar Achille yang membuat Kyle sedikit tersinggung.


"Cih.. Orang ini sombong sekali.." gerutu Kyle di dalam hatinya.


Akan sangat menyiksa baginya untuk berpergian bersama orang seperti Achille. Dan jika bisa ia ingin sekali menonjok muka menyebalkan itu hingga remuk.

__ADS_1


__ADS_2