Tales Of The Void

Tales Of The Void
Ch. 23 - Mictlampa


__ADS_3

"Aduh.." Kyle terbangun sambil memegangi kepalanya. Rasa pusing yang begitu hebat bersarang di kepalanya.


"Apa.. Apa yang terjadi?" gumam Kyle.


Dengan pandangan yang masih kabur Kyle mulai berdiri dan memeriksa sekitarnya, "Apa?!" Kyle tersentak kaget saat melihat beberapa orang tergeletak di tanah.


Ia menghampiri salah satunya dan memeriksa keadaan orang itu, "Tidak ada luka.. Dan masih bernafas.."


Setelahnya Kyle berusaha keras untuk mengingat apa yang terjadi, kenapa semua orang tergeletak dan kenapa kepalanya begitu sakit.


"Ha.. Kondisimu begitu menyedihkan.." ucap seorang wanita.


Kyle tidak tahu darimana asal suara tersebut karena kepalanya yang sakit mengganggu inderanya, tapi ia tetap membalas, "Ukh, apa yang terjadi?"


Dengan sempoyongan Kyle berjalan menuju sebuah benda besar dan menyandarkan tubuhnya di sana.


"Semalam kalian minum terlalu banyak." wanita itu menjawab.


Akhirnya Kyle ingat dengan kejadian semalam, dimana dia dan sebagian besar anggota Achille melakukan upacara bersulang dan juga minum-minum sepuasnya hingga tak sadarkan diri.


Tentunya Kyle yang tidak pernah sekalipun mengkonsumsi alkohol merasakan dampak yang begitu hebat, tapi tubuhnya sudah diperkuat sehingga dampaknya tidak terlalu buruk walau ia meminum setengah tong alkohol.


"Seharusnya aku tidak ikut pertandingan itu.." Kyle mengelus perutnya juga karena rasa mual sambil mengingat pertandingan siapa yang dapat minum paling banyak semalam.


Beberapa menit berdiam diri sambil memejamkan matanya, Kyle merasa dirinya sudah membaik dan kini dapat melihat segalanya dengan jelas. Suara dengung di telinganya juga menghilang sehingga beberapa inderanya sudah berfungsi dengan normal.


Hanya saja Kyle masih sempoyongan dan mual nya belum membaik, "Aku lapar.."


Kyle mengingat terakhir kali ia makan adalah kemarin pagi, berarti Kyle sudah tak makan lebih dari satu hari, membuatnya merasa sangat lemas.


"Kenapa ya.. Aku masih dapat merasakan detak jantung. Bukannya jantungku sudah menguap?" tiba-tiba pertanyaan itu terlintas di benak Kyle.


Memang di beberapa kesempatan Kyle merasakan jantungnya berdetak kencang, tapi tidak pernah terpikirkan olehnya mengapa hal itu bisa terjadi.


"Apakah kristal yang mengganti tubuhku juga berdetak?" batin Kyle sambil menekan dada kirinya.


"Kenapa? Kau kena serangan jantung?" tanya seorang wanita secara tiba-tiba.


Kyle mengangkat wajahnya untuk melihat siapa yang mengatakan itu, "Kau.. Namamu Sanny jika aku tidak salah ingat."


Sanny memutar matanya dengan malas, "Wah selamat kau benar, tapi sayangnya tidak ada hadiah untukmu."


"Hah?"


"Tak perlu dipikirkan. Nah ambil, untuk mengurangi rasa mabuk mu." Sanny menyodorkan sebuah cangkir pada Kyle.


"Alkohol?" Kyle melihat cairan yang berada di dalam cangkir itu sangat mirip dengan minuman keras yang ia minum semalam.

__ADS_1


Sanny pun berdecak kesal, "Bukan! Pokoknya minum saja!" walaupun ragu, Kyle memberanikan dirinya untuk menyesap cangkirnya.


"Panahh!" Kyle berteriak sambil menjulurkan lidahnya keluar.


"Hahahaha!" Sanny tertawa puas melihat reaksi Kyle tersebut.


"Afa ifni?!"


Sanny tidak menjawab karena dia terus tertawa, "Aduh, perutku sakit.." ia pun duduk di samping Kyle sambil memegang perutnya yang keram.


"Minum saja, itu teh jahe tapi masih panas." ucapnya.


Kyle mencium aroma yang dikeluarkan dari cairan itu. Ia dapat mencium aroma teh walau tipis karena tertutupi oleh aroma jahe yang begitu kental.


"Terimakasih.."


Kyle meniup cangkir itu agar teh jahenya cepat dingin, "Semalam aku tidak melihatmu. Kau tidak ikut minum-minum?" tanya Kyle.


"Tentu saja ada... Tapi, aku tidak berpikiran pendek seperti kalian. Menurutmu apa yang akan terjadi jika semua orang tak sadarkan diri? Siapa yang akan menjaga kalian pada saat itu?" Sanny malah bertanya balik.


Pernyataan Sanny sangat masuk akal. Akan sangat berbahaya jika semua orang terlelap dan tidak bisa bangun, karena tidak ada yang tahu bahaya apa yang sedang mengawasi dari balik kegelapan.


Keheningan melanda di antara mereka berdua, Kyle terus menyesap teh jahenya sementara Sanny memandangi langit berawan.


"Kau sedikit mirip dengan seseorang." Sanny kembali membuka pembicaraan.


"Ya.. Kalian berdua sama-sama berambut pirang dan bertubuh kurus. Benar-benar sangat mirip.." Sanny tanpa sadar tersenyum tipis dan memandangi wajah Kyle.


Tapi ia langsung mengalihkan pandangannya karena Kyle juga memandanginya, "Ehem.. Aku mengantuk.. Mungkin akan ku ceritakan lain kali."


Sanny beranjak pergi meninggalkan Kyle sendirian, "Hum.." sambil menyesap teh jahe, Kyle berpikir siapa orang yang dimaksud Sanny.


TANG! TANG! TANG!


"Bangun-bangun! Saatnya sarapan!"


Suara dentingan keras menggema di sekitar bukit. Suaranya begitu keras hingga dapat menggetarkan air di dalam cangkir Kyle, "Sarapan?" Kyle cepat-cepat berdiri dan berjalan menuju ke sumber suara dengan antusias.


"Harumnya.." aroma khas daging bakar sudah tercium begitu ia berjalan melewati beberapa tenda.


"Yo! Anggota baru! Sepertinya kau adalah orang pertama yang bangun, yo! Cepat ambil bagian mu, yo!" seorang pria berkumis tebal dengan kacamata hitam menyapa Kyle dengan nada bicara yang unik.


"Selamat pagi.. Yang mana bagian ku?" Kyle melihat ada beberapa potongan daging dan makanan lain seperti jagung rebus dan juga roti sehingga ia tidak tahu yang mana bagiannya.


TANG! TANG! TANG!


"Dasar bodoh, yo! Setiap orang hanya boleh mengambil satu bagian dari setiap makanan, yo!" pria itu menghina Kyle tapi dengan nada bicaranya yang unik, Kyle malah merasa lucu bukannya tersinggung.

__ADS_1


TANG! TANG!


Bruaakk!


"Dro-bo! Bisakah kau diam?! Aku ingin tidur!" Sanny tiba-tiba melempar sesuatu pada pria itu hingga dia jatuh tersungkur dari kursinya.


"M-m-mamamia.."


"Hey kau tidak apa-apa?" Kyle yang baru ingin mengambil sepotong daging langsung menghampiri pria itu dengan khawatir.


"Tenang saja, yo!" ia mengacungkan jempolnya walau wajahnya memerah akibat panci yang dilempar oleh Sanny.


"Baguslah.."


Setelah mengambil bagiannya, Kyle memilih untuk duduk lumayan jauh dari pertendaan guna mencari angin segar dan ketenangan, "Hah.." ia menghela nafas pelan.


Sudah lima hari Kyle berada jauh dari kota tempatnya bertumbuh. Rasanya begitu aneh, tapi semuanya mulai terasa menyenangkan apalagi setelah bertemu dengan orang-orang unik di kelompok petualang Achille.


Sambil memakan sarapannya, Kyle mulai memikirkan ulang tujuannya. Memang tujuannya saat ini adalah menuju ke surga binatang sihir, tapi ia bisa menganggap bahwa tujuan itu sudah di depan matanya.


Kyle perlu membuat tujuan lainnya, "Benar.. Kekacauan yang dimaksud oleh Dewa Kucing." pikir Kyle.


Ia sempat melupakan hal tersebut beberapa saat, padahal itu adalah maksud utama dari dewa kucing saat menghidupkannya kembali. Tapi, apa yang harus ia lakukan? Dimana ia harus mencari tentang hal itu? Kyle benar-benar tak memiliki petunjuk apapun.


"Aku tidak tahu, tapi kurasa pihak akademi sihir mungkin mengetahui sesuatu tentang ini."


Akhirnya tujuan Kyle sekarang sudah sangat jelas, ia harus bertambah kuat karena itu satu-satunya cara untuk menyelesaikan tujuan-tujuan yang lain.


Sembari menikmati makanannya, Kyle membaca lembaran berisi peta ke pulau surganya binatang sihir.


Dia baru menyadari bahwa pulai itu bernama Mictlampa, "Mictlampa berdasarkan catatan kuno suku yang mendiaminya adalah lapisan surga utara, penuh dengan kehidupan dan harapan. Setiap harinya suku-suku mendapatkan harapan bertarung, dan berdoa atas nama dewa mereka. Ketiga suku besar di Mictlampa telah mempelajari cara menjinakkan hewan sihir walaupun hewan sihir yang berkategori lemah."


Kyle membaca deskripsi singkat dari pulau bernama Mictlampa, "Jadi ada 3 suku yang hidup di pulau itu? Mereka pasti sangat kuat seperti yang diceritakan oleh Ceri sehingga bisa bertahan di pulau yang penuh dengan binatang sihir."


Sudah sangat benar menjadikan Mictlampa sebagai tujuan utama Kyle saat ini. Tempat itu pasti memiliki lingkungan yang sangat keras dengan penghuninya yang begitu kuat dan juga binatang sihir yang bersarang.


"Hey bung! Apa yang sedang kau baca?" Alvaro menepuk pundak Kyle secara tiba-tiba.


"Hm, sebuah pulau bernama Mictlampa." jawab Kyle.


"Mictlampa? Aku tidak pernah mendengarnya." ungkap Alvaro.


"Apakah kau tahu buku Tuan Franzais sang Petualang?"


"Tuan Franzais? Tentu saja! Dia adalah orang yang menginspirasi orang-orang untuk menjadi seorang petualang!"


"Dia adalah orang yang sangat hebat! Menjelajah ke seluruh penjuru dunia dengan kemampuan pelayarannya yang hebat. Dalam cerita Tuan Franzais adalah orang yang ahli dalam banyak bidang seperti ahli dalam bertarung, kedokteran, botani, arkeologi, sastra dan bahasa. Sungguh sosok yang luar biasa." Alvaro menunjukkan kekagumannya pada sosok Franzais.

__ADS_1


Kyle mengangguk setuju. Dalam hati Kyle juga menyimpan kekaguman pada sosok Franzais yang begitu luar biasa semenjak pertama kali dia mendengar cerita petualangan Franzais.


__ADS_2