
"Santo, jalannya pelan-pelan saja kenapa?" Kita ketinggalan nih" ucap Ratna pada Santo.
"Oh iya, aku pelan nih" ujar Santo sambil memperlambat langkah nya.
Akhirnya mereka berjalan beriringan dan sampailah mereka di belakanh pabrik, dimana Santo dan Jupri terbiasa berada di sana saat istirahat.
"Tuh, lihat, sepertinya tidak ada apa-apa di sini" ucap Santo mengamati situasi di belakang pabrik yang menurutnya tetap sama seperti saat dirinya dan Jupri beristirahat di sana.
"Iya Santo, emang seperti tidak ada apa-apa" Tapi, kemarin saat aku dan teman-teman berada di sini, kami semua melihat sebuah batu nisan yang tak terawat ada di pojok timur itu" ucap Ratna sambil menunjuk ke arah timur pabrik.
"Mana?" tanya Santo penasaran
__ADS_1
Santo segera menoleh ke arah timur dimana telunjuk Ratna mengarah ke sana. Pandangan Santo mulai tertuju ke arah itu dan tiba-tiba saja Santo merasakan hal yang amat berat ketika matanya tertuju ke sana.
"Baiklah, kalian semua tunggu aku disini" Aku akan menuju ke sana" ucap Santo sambil menuju ke arah timur itu
"Wah, aku takut pergi kesana" ujar Ratna pada Dian yang sejak tadi memegang tangan Ratna erat-erat.
"Iya bener" Aku juga takut" Biarlah Santo saja yang kesana" Kita tunggu saja disini" Kalau ada apa-apa kita bisa teriak" ucap jawab Dian.
"Mana batu nisan itu?" Sepertinya memang tak ada" gumam Santo sambil mengamati ke sekeliling nya dengan teliti. Cukup lama Santo melihat ke kanan, ke kiri, ke belakang dan ke depan, namun, tak ada batu nisan yang pernah dilihat oleh teman-temannya itu.
Dalam hati Santo bergumam
__ADS_1
"Andai saja aku ikut mereka waktu itu, pasti aku bisa dengan mudah memahami apa yang terjadi di tempat ini" Santo berkata dalam hati sambil memandang ke tumpukan rumput yang lebat dan lebih tinggi dari rumput lainnya
Karena penasaran, Santo menuju ke rumput yang tinggi itu. Santo ingin melihat apakah di semak-semak itu ada batu nisan yang dimaksud oleh Ratna.
"Santo, sudah ketemu?" tanya Ratna dari kejauhan.
Belum Ratna, tunggu sebentar ya?" ujar Santo santai
"Tuh kan gak ketemu" Kemarin itu emang tidak ada sama sekali batu nisan itu" Hilang lenyap entah kemana" Padahal sangat jelas sekali awal sebelum lapor ke bos Amel, batu nisan itu masih ada" Saksinya banyak" Ada Jupri, Mery, aku, Dian dan beberapa karyawan pabrik yang lain" Yang belum sempat melihat batu nisan itu hanyalah bos Amel yang kedua kamu Santo" ucap Ratna panjang lebar.
"Ya, biarlah sudah" Mumpung belum sore, aku akan mencari batu nisan itu disini" ucap Sarto sambil menyingkirkan rumput panjang yang ada di sana. Dengan menggunakan tangannya, Santo mencabut rumput panjang yang sekiranya menutupi pemandangan. Tak terasa, Santo mulai mencabut rumput yang paling tinggi diantara rumput lain. Terlihat jelas rumput itu berwarna lebih hijau dari rumput lainnya.
__ADS_1
Santo segera mencabut rumput itu dan dirinya terkejut melihat apa yang ada di depannya kala itu.