
" Oh, iya, nenek ku suka ular" Dia suka memelihara ular di sekitar rumah ini, kata nenek ku sih, ular itu untuk kebutuhan Ritual" Jawab Ratih jujur
"Oh ya, gak apa apa, Ratih, nenek mu kok belum pulang ya?" Padahal aku menunggunya hendak menentukan tanggal pernikahan kita" tanya Jupri pada Ratih.
"Gimana kalau sekarang, kita pergi ke pabrik, dimana nenek Ratih berada?" Aku ingin tahu apa saja yang dilakukan nenek Ratih di sana, sekalian kita bersama Ustad Janu memantau perkembangan ritual yang dilakukan oleh nenek Ratih" ucap Jupri memberikan pendapatnya.
" Oh ya, kalau begitu baiklah, tunggu aku ya? Aku mau ganti baju dulu" Jawab Ratih sambil pergi menuju ke kamarnya.
Santo dan Jupri akhirnya menunggu Ratih ganti baju, sambil menunggu Ratih ganti baju, Jupri menelepon Ratna dan menanyakan tentang kapan Ustad Janu dan Ratna akan pergi ke pabrik.
" Kring, kring..." telepon milik Ratna berdering dan beberapa saat kemudian, Ratna mulai mengangkat teleponnya
" Hei, Jupri, ada apa?" tanya Ratna
"Oh, ya Ratna, kapan kau akan membawa Ustad janu ke pabrik?" Nih aku dan Santo juga mau ikut ke sana, sekalian aku membawa Ratih" ucap Jupri pada Ratna
__ADS_1
"Oh, kau akan mengajak Ratih ke pabrik?" Kenapa emangnya?" tanya Ratna pada Jupri.
" Oh, ya, aku mengajak dia karena sekalian menemui nenek nya Ratih yang ternyata sedang membantu bos Amel mengusir setan di pabrik" Jawab Jupri
"Oh ya, baiklah kalau begitu"
"Jam tujuh malam, kalian tunggu di depan pabrik ya, aku bersama Ustad Janu menuju pabrik sekitar jam tujuh malam, nanti aku telepon deh" Jawab Ratna
" Baiklah kalau begitu, " Jawab jupri pendek.
Tak lama kemudian, terlihat Ratih memakai baju putih dengan kalung berwarna keemasan menghiasi lehernya.
"Wah, Ratih, kau cantik sekali?"
" Oh ya, saat berangkat ke pabrik, kita berdua naik angkot aja, biar Santo yang membawa sepeda motorku" ucap Jupri pada Ratih.
__ADS_1
Mereka bertiga akhirnya berangkat menuju ke pabrik dimana nenek Ratih berada di sana. Santo mulai menghidupkan motor milik Jupri, sesekali Santo melirik le arah pohon besar yang di dahan pohon itu ada ular yang melihat.
Tampaknya, ular itu tak berpindah tempat dan tetap berada di sana" gumam Santo dalam hati.
Santo segera meninggalkan rumah Ratih terlebih dahulu dengan mengendarai motor Jupri, sedangkan jupri, bersama Ratih menunggu angkot yang biasa lewat di depan rumah Ratih.
"Ratih, Santo uda berangkat duluan, kita disini sejak tadi belum juga menemukan angkot sama sekali " ucap Jupri pada Ratih.
"Iya, Jupri, sabar aja " Nanti ada angkot yang lewat di sini, biasanya sih sekitar jam 7 lewat lima, gak apa apa terlambat sedikit yang penting kita bisa sampai ke pabrik dengan selamat, Lagian Santo dan Ratna pasti menunggumu " Jawab Ratih mencoba menenangkan Jupri.
Jupri mengangguk kan kepalanya dan dengan sabar Jupri menunggu angkot. Tepat ja, tujuh malam lewat sedikit terlihat mobil angkot berada di timur jalan.
Ratih, tuh ada angkot yang sedang berhenti di timur jalan, apakah dia sedang menunggu penumpang?" tanya jupri penasaran
Iya, jarak nya sangat dekat dengan kita, apakah kita menuju ke sana saja, ?" ajak Ratih pada Jupri
__ADS_1
"Baiklah, ayo kita jalan saja, " Jawab jupri