Tanah Bekas Kuburan

Tanah Bekas Kuburan
kedatangan wanita rambut panjang


__ADS_3

Santo segera pulang namun kali ini dirinya


pulang sendirian. Ratna dan bos Amel tetap berada di rumah ustad Janu untuk mendengarkan berbagai teror demit yang ada di dalam pabrik milik bos Amel.


Sambil menatap ke arah bos Amel, ustad Janu berkata


"Ustad, bagaiamana dengan nasib pabrikku?" Aku tak mau pabrik milikku tutup hanya karena masalah demit" Jika saja saya bisa menemui demit kuntilanak itu, saya akan membicarakan pada mereka


"Ya, tenang saja" Aku akan membantumu" Sekarang, kalian masuk ke dalam kamarku, dalam waktu 3 jam dari sekarang aku akan memanggil kalian kembali" ujar ustad Janu pada bos Amel.


Bos Amel dan Ratna segera menuruti apa kata ustad Janu. Pikiran mereka sudah sempit waktu itu. Yang mereka inginkan adalah semua permasalahan menjadi beres dan mereka bisa hidup tenang tanpa teror dari demit kuntilanak itu.


Sementara itu, tampak ustad Janu pergi ke suatu tempat yang terletak di belakang rumahnya. Dia seperti sedang berkomunikasi dengan seseorang yang tak kasat mata.

__ADS_1


Ustad Janu mulai memegang tasbih yang dipegang nya. Mulut nya komat kamit entah apa yang sedang dibacanya. Seketika datanglah sosok wanita tua dengan rambut nya yang panjang..mulut nya panjang hingga menjuntai ke bawah.. Darah berceceran di mana mana..


Wanita itu muncul tepat di hadapan ustad Janu. Dengan suara renta wanita tua itu berkata


"Mengapa kau ganggu aku?" Aku tak pernah mengganggu mu sama sekali" ujar kuntilanak itu dengan suara parau


Mendengar ucapan sang kuntilanak itu, ustad Janu berkata


"Wanita tua, sudah menjadi tugas ku mengusir demit nakal sepertimu" ujar ustad Janu sambil menatap wajah sang kuntilanak yang terlihat sangat jelas di matanya.


Ustad Janu hanya terdiam sambil terus merapalkan doa yang diyakininya hingga pada akhirnya kuntilanak tua itu menghilang dari hadapannya.


Setelah kuntilanak menghilang, terlihat belas pijakan kaki sang kuntilanak yang membuat ustad Janu tertegun. Didekatinya bekas pijakan sang kuntilanak itu dan hal aneh terjadi.

__ADS_1


Tanaman rumput yang baru saja di injak oleh kuntilanak itu, lambat laun mulai mengering dan terbakar. Ustad Janu langsung duduk jongkok untuk memastikan apa yang dilihatnya benar adanya.


Di usap nya tanah bekas pijakan itu dan benar sesuai dengan apa yang dilihatnya tadi. Ustad Janu mulai menyentuh tanah kering itu dengan menggunakan telunjuk jarinya. Diusap kan nya ujung jari ke permukaan tanah itu.


Setelah mengusapkan tangannya, ustad Janu langsung berdiri dan mengamati telunjuk tangan kanannnya yang baru saja menyentuh bekas pijakan sang kuntilanak.


"Hem, aneh" ujar ustad Janu dalam hati


Beberapa lama kemudian, timbul bau busuk yang menyengat hidungnya


"Hoekk" ustad Janu mulai muntah karena tak kuat menahan bau busuk yang muncul secara tiba-tiba setelah dirinya menyentuh bekas pijakan kuntilanak tua itu. Hingga akhirnya ustad Janu baru menyadari jika sumber bau busuk itu berasal dari telunjuk tangannya yang baru saja menyentuh bekas pijakan sang kuntilanak itu.


Ustad Janu segera berlari ke tempat dimana kran air ada di sana dan segera membersihkannya.

__ADS_1


"Hem, sepertinya kasus yang ada di pabrik milik bos Amel sangat sulit diatasi" Aku harus segera menyampaikan hal ini pada bos Amel dan ratna" gumam ustad Janu dalam hati.


Tampak nya, ustad Janu tahu semua misteri yang ada di dalam pabrik milik bos Amel.


__ADS_2