Tanah Bekas Kuburan

Tanah Bekas Kuburan
Pertemuan dengan wanita misterius


__ADS_3

Jupri dengan penuh percaya diri yakin jika wanita itu adalah wanita yang pernah berbincang dengannya melalui pesan singkat di ponsel.


"Wah, apakah dia yang bernama Ratih?" gumam Jupri sambil terus berjalan mendekat ke arah wanita itu.


"Hei, apakah kau yang bernama Ratih?" tanya Jupri saat jupri telah berada di dekat wanita itu.


Wanita berambut panjang itu akhirnya membalikkan badannya dan melihat jupri dari atas sampai bawah.


"Oh, ya aku Ratih" Apakah kamu yang bernama Jupri?" tanya Ratih


"Iya aku jupri" Lelaki yang mengirim pesan padamu baru-baru ini" Ternyata kau cantik juga ya?" puji Jupri berusaha merayu.


"Wah, bisa aja mas Jupri" Mas Jupri ternyata juga ganteng kalau melihat secara dekat" Aku hanya melihat mas Jupri di foto aja" ucap Ratih memuji Jupri.


Wajah Jupri menjadi tersipu malu ketika mendengar pujian yang dilontarkan oleh Ratih dan pujian itu membuar Jupri mulai terbuai semakin jauh saja.

__ADS_1


Wajar saja Jupri terbuai karena dirinya hanya sedikit berpengalaman dengan wanita. Jupri terbilang masih perjaka ting ting. Belum pernah tersentuh senjatanya dengan berbagai wanita. Paling hanya sebatas berciuman saja jika berpacaran dan tak kan pernah bisa lebih dari itu.


Jupri memang pemuda yang kebelet kawin karena sudah sekian tahun ditambah sekian windu dirinya belum bisa menikah. Padahal hanya persoalan sepele, membuat pernikahan Jupri dan pujaan hatinya selalu batal.


Wanita yang pernah kenal dan berpacaran dengan jupri telah menikah duluan dan rata-rata mereka mempunyai anak dengan suami mereka. Anak mereka rata-rata sudah berumur 8 tahun.


"Kali ini, aku gak boleh batal menikah lagi" gumam Jupri dalam hati


Ratih yang melihat Jupri melamun, mulai bertanya dan berusaha menyadarkan Jupri dari lamunan nya.


"Oh ya, tidak" Aku hanya melamun dengan nasib ku yang gak terlalu bagus" Oh ya apa Ratih sudah punya pacar?" tanya Jupri basa-basi


"Ehm, belum mas" Kalau aku punya pacar, ngapain aku janjian dengan mas Jupri untuk bertemu disini" ujar Ratih santai.


"Oh iya, aku jadi lega kalau begitu" jawab Jupri.

__ADS_1


"Oh ya Ratih" Aku langsung saja ya mengutarakan maksudku kepadamu" ucap Jupri terbata-bata


"Iya mas, katakan saja kepadaku" jawab Ratih. Wajah Ratih terlihat datar kala itu dan hal itu membuat Jupri makin penasaran saja


"Aku adalah lelaki lajang dan tujuan ku berkenalan dengan mu adalah aku ingin segera menikah" Setelah pertemuan ini, aku semakin cocok dan yakin jika kamu adalah wanita yang pas buat aku jadikan istri" Apakah kau mau?" tanya Jupri


Wajah jupri menunjukkan harap-harap cemas. Jupri tak ingin lagi menunggu seorang wanita karena dirinya tak ingin pengalaman buruk yang dulu pernah di alaminya.


Jika dulu, Jupri biasanya perpacaran dahulu, dan tunangan dalam waktu yang lama. Hingga tiba saat hendak menikah, ada saja halangan yang membuat pernikahannya ini batal.


Ratih pun melihat wajah Jupri dan terlihat raut muka Ratih menjadi sedikit pucat tak kala mendengar pertanyaan Jupri.


Namun beberapa menit kemudian, wajah Ratih yang pucat berubah kembali menjadi sedikit segar. Tanpa berpikir lagi Ratih langsung menerima ajakan Jupri untuk menikah.


"Iya mas, boleh boleh" Aku bersedia menikah dengan mu" jawab Ratih sambil menunjukkan raut wajah senang.

__ADS_1


__ADS_2