Tanah Bekas Kuburan

Tanah Bekas Kuburan
Sopir angkot


__ADS_3

Jupri dan Ratih akhirnya berjalan menuju ke tempat dimana angkot itu sedang berhenti menunggu penumpang.


"Pak, pak sopir, apakah bapak sedang menunggu penumpang?" tanya Jupri pada sopir angkot yang saat itu sedang duduk di dalam mobil angkot. Terlihat sosok bapak tua yang merupakan penumpang satu satunya duduk di kursi belakang angkot tersebut.


" Oh, ya, mari silahkan naik, sebentar lagi akan angkot akan berangkat menuju ke kota, emangnya tuan dan nyonya mau kemana malam malam begini?" tanya sang sopir angkot


"Oh , kami berdua akan pergi ke pabrik pakaian yang tak jauh dari sini" Jawab Jupri singkat


"Oh yaudah kalau begitu, naik saja, lima menit lagi, saya berangkat" ucap sang sopir angkot.


Ratih dan Jupri akhirnya naik ke dalam angkot tersebut. Terlihat pak tua yang sedang duduk di kursi paling belakang memandang mereka dengan tahapan sinis.


Angkot yang ditumpangi Jupri dan Ratih akhirnya berjalan menuju ke arah timur. Ratih duduk di dekat Jupri. Saat di dalam angkot, tahapan Ratih terlihat kosong seperti sedang memikirkan sesuatu.


Sementara itu, Jupri asyik memegang ponsel nya untuk melihat pesan dari Ratna dan Santo. Saat Jupri sedang membalas pesan dari Ratna, Pak tua itu tiba tiba saja memegang tangan Jupri dengan erat.

__ADS_1


"Eh pak ada apa bapak memegang tangan saya?" tanya Jupri terkejut


Jupri mencoba melepaskan tangan pak tua namun genggaman tangan pak Tua terasa sangat kuat dan Jupri tak kuat untuk melepaskannya. Anehnya, Ratih yang berada di samping Jupri hanya diam dan melamun, layaknya seperti patung.


"Nak, kau sedang berada dalam bahaya" bisik pak tua itu tepat di telinga kiri Jupri.


"Loh, kenapa pak?" Makaud bapak apa?" tanya jupri penasaran. Pak tua itu tak menyahut pertanyaan Jupri, dan hanya memberikan sebuah gelang berwarna hitam.


"Pakailah gelang ini, jika nanti terjadi sesuatu yang buruk terhadapmu" ujar pak tua itu. Pandangan pak tua itu kian tajam membuat Jupri sedikit ngeri. Setelah berkata demikian, pak tua itu memanggil pak sopir angkot, untuk menghentikan angkot nya


Sopir angkot segera menghentikan angkotnya dan Setelah angkot berhenti, pak tua itu turun dan langsung menghilang di kegelapan malam.


" Siapa sih pak tua itu?" gumam Jupri penasaran


"Ratih, Hei Ratih", panggil Jupri pada Ratih yang sejak tadi diam mematung

__ADS_1


"Ehm, ada apa Jupri? tanya Ratih sedikit terkejut


"Loh, kamu gak mendengar pembicaraan ku dengan pak tua itu?" tanya Jupri penasaran


"Oh, pak tua itu, maaf aku tidak mendengar percakapan apapun, emangnya pak tua itu bilang apa mas?" tanya Ratih penasaran


" Jleb," jantung Jupri mulai berdetak hebat. Sangat tidak mungkin sekali Ratih yang terlihat tidak tidur, sampai tak mendengar jika pak tua itu memegang tangannya dengan sangat erat.


" hem, ini sangat aneh" Ratih tak tau apa yang dilakukan pak tua terhadapku, ada apa ini?" Aku jadi bingung" gumam Jupri dalam hati


"Hei, mas, kok melamun?"


"Emangnya apa yang dikatakan oleh pak tua itu?" tanya Ratih penasaran


Yah, sudahlah Ratih" Kau pasti yak mengerti jika aku bercerita kepadamu" Kita fokus saja, sebentar lagi, kita berdua sampai di pabrik" Santo sudah menghubungiku barusan, sekarang dia sedang menunggu ku di pintu gerbang pabrik bersama Ratna dan Ustad Janu" Jawab Jupri.

__ADS_1


__ADS_2