Tanah Bekas Kuburan

Tanah Bekas Kuburan
Ratna menjerit


__ADS_3

"Ada apa Santo?" Kenapa kau menghentikan kegiatan mu mencabut rumput?" Apa kau menemukan sesuatu?" tanya Ratna penasaran


"Iya nih, aku menemukan sebuah batu besar" ucap Santo sambil mengamati batu besar yang saat itu ada di depannya.


"Yang benar Santo?" coba mana aku lihat" ucap Ratna sambil berjalan ke arah Santo yang saat itu sedang memegang rumput yang baru saja dicabutnya.


"Mana Santo?" tanya Ratna penasaran sambil melihat ke arah sebuah batu mirip nisan.


"Wah, benar Sekali" Batu inilah yang kemarin sempat aku lihat saat Jupri pertamakali menemukan"


"Sayang sekali aku tak mengabadikan nya dengan menggunakan foto" Kalau saja batu nisan ini aku foto, pasti bos Amel percaya pada kita kalau batu nisan ini emang benar-benar ada" ucap Ratna sambil merogoh kantong bajunya untuk mengambil ponsel milik nya.


"Ceklek" Ceklek" Kamera foto milik Ratna mulai berpetualang menjepret batu nisan tua itu. Kali ini Ratna tak mau kehilangan kesempatan dengan adanya batu nisan yang awal nya masih misteri.

__ADS_1


"Sudah Rat?" tanya Sarto pada Ratna yang saat itu sedang menfoto batu nisan tua itu.


"Sudah, aku sudah selesai menfoto" Nanti foto ini akan aku share di grup karyawan pabrik" ucap Ratna tersenyum senang.


"Eh, Hujan sudah mulai turun dan suasana sudah mulai gelap karena mendung, sebaiknya kita kembali yuk" Toh kita sudah menemukan batu nisan ini" ucap Dian pada Ratna maupun Santo.


"Ya, ayok" Aku kok tiba-tiba merinding ya setelah memfoto batu nisan ini?" ucap Ratna sambil mengamati hasil foto yang baru saja di dapatnya.


"Heh, Ratna, kau jangan bercanda" Aku tak mau jadi orang kedua yang kesurupan setelah bos Amel" celoteh Dian sedikit merinding.


Ratna pun mulai memilih beberapa foto yang baru saja di dapatnya, sambil berjalan meninggalkan ruang belakang pabrik. Saat Ratna mulai membuka foto yang terakhir, bulu kuduk Ratna mulai merinding karena foto yang didapat oleh nya sangat berbeda dengan foto sebelum nya.


"Loh, ada apa ini?" ucap Ratna dengan wajah yang gugup.

__ADS_1


"Mana rat?" Kok sepertinya kamu takut banget" ucap Santo sambil mengintip ponsel yang dipegang oleh Ratna


Terlihat di foto yang berhasil di jepret Ratna, sosok wanita terlihat samar-samar, namun jika diperhatikan sangat jelas terlihat jika itu memang sebuah penampakan.Wanita itu berambut panjang. Kukunya panjang dan siap mencakar. Giginya berwarna kuning keemasan dan berlubanh besar.


"Santo, apa kau tak melihat yang duduk di atas batu nisan ini?" ucap Ratna gugup.


"Loh, iya, itu seperti gambar seorang wanita" Tapi siapa dia?" tanya Santo penasaran


"Wah, alangkah baiknya kita panggil pak ustad Janu saja" Ustad yang terkenal di desaku" Aku tak mau jika terus dihantui makhluk sialan itu" ucap Ratna begidik ngeri.


"Aku akan hapus foto ini, aku tak mau ponsel ku kena sial" ucap Ratna sambil berusaha menghapus satu foto yang begambar wanita kuntilanak itu.


Namun, kali ini jantung Ratna berdetak makin hebat.

__ADS_1


"Hah?"Apa?" Fotonya gak bisa dihapus" Bagaimana ini" jerit Ratna gugup.


Ratna mulai menjambak rambutnya sendiri seakan merasakan ketakutan amat sangat. Kala itu Ratna tak bisa mengontrol rasa takut dan emosinya. Ponsel yang dipegang Ratna tiba-tiba jatuh dan basah air hujan yang mulai mengguyur kota itu.


__ADS_2