
Keesokan harinyaz, saat matahari mulai terbit, Alarm jam kecil Jupri mulai berbunyi. Namun anehnya Jupri tak mendengar suara jam itu walau jam itu berbunyi berkali kali dan tepat di samping telinga Jupri.
Hingga akhirnya ibu Jupri yang saat itu sedang memasak segera masuk ke dalam kamar Jupri
" Nak, ayo bangun, alarm sudah berbunyi, tuh hampir jam 7 pagi dah" Kamu gak mau kerja hari ini?" tanya ibu Jupri sambil membelai rambut Jupri dengsn lembut. Rambut Jupri mulai memutih saja, wajar karena usia Jupri telah menginjak 38 tahun kala itu.
Jupri mulai terbangun setelah mendengar panggilan ibunya itu. Mata Jupri masih bengkak. Sepertinya Jupri menangis semalam.
"Nak, kenapa dengan kamu?" Kenapa matamu mu bengak?"tanya ibu Jupri penasaran.
"Yang benar bu?" tanya Jupri sambil berlari menuju ke lemari kaca yang tak jauh dari tempat tidurnya. Jupri langsung melihat matanya dan ternyata apa yang diucapkan ibunya benar adanya. Matanya terlihat bengkak dan sembab.
__ADS_1
"Bu, aku tadi malam bermimpi sangat buruk sekali, sampai-sampai aku tak tahu harus berlari kemana" ucap Jupri pada ibunya.
"Loh, emang kamu mimpi apa nak?" tanya ibu Jupri
"Sudahlah bu, ceritanya panjang, besok aku ceritakan kepadamu, sekarang aku mau berangkat kerja dulu"jawab Jupri pendek
Jupri akhirnya bergegas menuju ke kamar mandi. Didalam kamar mandi, Jupri membuka syal yang dipakai nya. Masih terlihat jelas tanda merah di lehernya.
"Gimana nih, tanda merah di leher ku belum hilang juga, apa yang harus aku lakukan? ucap Jupri berbicara sendiri di dalam kamar mandi,
" Bu, aku berangkat kerja dulu ya?" ucap Jupri meminta ijin pada ibunya.
__ADS_1
" Oh iya nak, kamu gak mau sarapan dulu?" Nih makanan mu sudah ibu siapkan di meja makan" ucap sang ibu sambil tersenyum penuh kasih sayang.
"Oh yaudah kalau begitu, aku mau makan dulu" ucap Jupri sambil pergi, menuju ke ruang makan. Dengan layaknya, Jupri memakan makanan yang dimasak ibunya itu. Makanan yang dimakan Jupri langsung habis seketika, dan anehnya Jupri menambah makananya sehingga Jupri menghabiskan dua porsi besar.
" Ada apa dengan ku?" Mengapa makanku sekarang menjadi lebih banyak dari biasanya?" Aku masih belum kenyang dengan makam dua piring penuh" Gimana Jupri sambil mengamati makanan nya yang ada di meja.
Tak mau menghabiskan seluruh makanan yang ada di meja, Jupri mencoba minum banyak dan rupanya usahanya berhasil. Perut Jupri bisa teratasi sementara dam dirinya tak merasakan lapar lagi.
Setelah selesai makan, Jupri mulai berangkat kerja dan tentunya Jupri berangkat bersama Santo, teman nya yang selalu ,menemani nya saat berangkat kerja. Di perkiraan jalan, Jupri bertemu Santo dan mereka berdua saling menyapa
" Hei Santo, aku sudah bisa bekerja lagi nih, ayo kita berangkat bersama" ucap Jupri pada Santo
__ADS_1
" Ayo, jawab Santo pendek.
Mereka berdua akhirnya berangkat bersama