Tanah Bekas Kuburan

Tanah Bekas Kuburan
Terasa berat


__ADS_3

Saat Santo mulai beradaptasi dengan jalanan yang gelap dan sepi, tiba-tiba saja sepeda motor Santo terasa sangat berat dan tak bisa berjalan cepat. Hal ini membuat Santo menjadi semakin takut saja.


Duh, Tuhan, mengapa sepedaku jadi lemot begini?" padahal aku sudah menambah kecepatannya" apa perlu aku servis lagi?" guman Santo sambil terus menambah kecepatan sepeda motornya.


Terasa berat di tengkuk Santo dan rasa berat itu semakin menjadi jadi.


"Duh, berat sekali, seperti ada yang menaiki punggung ku, tapi siapa?" aku tak melihat siapapun di sini" gumam Subhan sambil terus menyentuh punggung nya yang pegal-pegal.


Santo sejenak menghentikan langkah nya dan melihat ke sekeliling nya siapa tau ada orang yang lewat di jalan itu selain dirinya. Hingga suatu ketika saat Santo memulai perjalanan nya lagi, sosok kuntilanak tua berada tepat di depan Santo. Kuntilanak itu seakan sangat marah pada Santo karena Santo memegang foto kakek buyut nya yang saat itu dia simpan di saku bajunya.


"Heh, serahkan foto itu kepadaku" pinta demit tua itu sambil mengarahkan tangan nya ke arah Santo. Terlihat kuku nya yang panjang menjuntai hingga Santo begidik ngeri.


"Ti ti dak" Aku tak akan menyerahkannya kepadamu" Pergilah dari hadapanku sekarang" jawab Santo dengan suara parau

__ADS_1


Aku tidak akan pergi dari hadapan mu sebelum kau menyerahkan foto itu kepadaku" ujar sang kuntilanak. Sanf kuntilanak itu semakin menunjukkan mukanya yang terlihat sangat seram.


Kuku panjang sang kuntilanak mulai mencengkeram leher Santo hingga Santo tak bisa bernafas lagi.


"Lepaskan aku, tolong, jangan ganggu aku" pinta Santo memohon pada sang kuntilanak.


Tampak nya, kuntilanak itu tak bisa diajak bernegoisasi oleh Santo , hingga akhirnya sang kuntilanak berhasil membawa Jiwa Santo pergi ke alam nya.


Sementara itu, saat jiwa Santo ditarik oleh sang kuntilanak, tubuh asli Santo tergeletak di pinggir jalan, tepatnya dibawah pohon beringin dan tak ada satupun orang yang bisa melihatnya.


Rupanya sebelum membawa jiwa Santo, sang kuntilanak terlebih dahulu membawa tubuh Santo ke pinggir jalan dan disembunyikan di bawah pohon beringin. Tabir gaib mulai menutupi tubuh itu hingga tubuh asli santo tak terlihat sama sekali. Hanya motor butut milik Santo yang terlihat di jalanan itu


Di tempat lain, ustad Janu menunggu kedatangan Santo yang tak kunjung datang ke rumahnya.

__ADS_1


Bos Amel dan Ratna juga sangat cemas karena Santo bukan tipe orang yang selalu ingkar janji.


"Kemana ya Santo?" Dia bilang akan pulang sebentar mengambil foto kakek buyut nya, tapi sampai saat ini Santo belum datang juga" ucap Ratna pada Bos Amel.


"Iya, aku juga bingung"


Ustad, bagaimana ustad?" apakah ada hal aneh yang menimpa Santo?" Aku jadi curiga Santo ada halangan di jalan" ucap Ratna pada ustad Janu


Ustad Janu terdiam sejenak dan mulai menjawab dengan nada cemas


"Sepertinya, Santo tak ada di alam ini, aku tak merasakan energi tubuh nya sama sekali"


Ratna, bos Amel, kalian berdua tunggu di sini ya?" aku mau pergi mencari Santo" ucap Ustad Janu sambil membawa tasbih nya.

__ADS_1


__ADS_2