Tanah Bekas Kuburan

Tanah Bekas Kuburan
Kejadian tak terduga


__ADS_3

Ratih hanya tersenyum dan diam seribu bahasa. Terlihat di raut wajah Ratih bahwa Ratih ketakutan dengan suasana yang ada di dalam pabrik. Jupri segera memegang tangan Ratih dan mengajak nya tetap berjalan mengikuti ustad Janu dan Ratna yang terlebih dahulu berada di depan mereka.


Sebelum mereka menuju ke lingkungan belakang pabrik, terlebih dahulu mereka lewat di depan ruang kerja milik bos Amel. Terlihat bos Amel berusaha menggoyang goyangkan tubuh nenek tua yang wajahnya tak asing bagi Jupri dan Ratih.


"Bos Amel, sedang apa bos Amel di pabrik malam-malam?" tanya Santo bertanya pada Bos Amel sambil mengintip kegiatan ritual yang dilakukan oleh bos Amel bersama nenek tua.


Mendengar suara Santo, bos Amel segera beranjak dari duduk nya dan membukakan pintu ruang kerjanya.


" Loh. Ada apa kalian semua kemari malam malam?" Bukankah aku sudah bilang bahwa kalian bisa pulang lebih awal dari biasanya?" tanya bos Amel penasaran sambil mengamati satu persatu orang yang datang ke pabriknya.

__ADS_1


" Siapa wanita yang bergandengan tangan dengan Jupri?" Aku tak pernah melihatnya?" tanya bos Amel beberapa saat kemudian dengan perasaan sedikit cemburu.


"Oh, ini bos. Perkenalkan namanya Ratih, dia adalah calon istriku" jawab Jupri santai


Bos Amel hanya diam mendengar jawaban dari Jupri dan memalingkan wajahnya untuk melihat nenek Ratih yang terlihat masih duduk tak bergerak.


Mendengar pertanyaan bos Amel, Santo berkata


"Kami bawa ustad Janu datang kemari untuk menolong kita, " ucap Santo sambil memperkenalkan ustad Janu pada bos Amel.

__ADS_1


Bos Amel langsung mengamati wajah ustad Janu dan tampak nya bos Amel merasa senang karena dirinya juga bisa mendapatkan bantuan dari sang ustad. Mengingat sang nenek dukun belum bangun dari pertapaannya hingga sekarang. Padahal sudah jelas sang nenek tadi berjalan bersamanya ketika dirinya keluar dari alam demit.


Ustad, sebelum ustad berangkat ke belakang pabrik, tolong lihatkan nenek dukun sebentar saja" ucap bos Amel sambil memperlihatkan sang nenek tua yang tetap duduk di depan sesajen dengan mata masih terpejam.


"Oh ya sebentar, saya akan melihatnya" jawab ustad Janu. Setelah menyanggupi permintaan tolong bos Amel, ustad Janu segera menghampiri sang nenek.


Mata ustad Janu terpejam dan setelah itu mulai membuka kembali.


"Gimana ustad?" Bagaimana keadaan sang nenek?" tanya bos Amel sedikit cemas.

__ADS_1


"Oh, nenek ini masih berada di alam demit, dan entah sampai kapan dia kembali" Aku melihat ada sebuah perjanjian kuat antara sang nenek dengan demit yang sekarang sedang mengganggu kenyamanan karyawan pabrik" Sang nenek terlihat sedang memelihara anak demit, dan entahlah aku kurang tau cerita selanjutnya karena nenek dukun ini memakai tabir gaib dan butuh waktu lama jika aku ingin mengetahui nya lebih jauh " jawab ustad Janu pada bos Amel


Mendengar ucapan dari ustad Janu, Ratih saling pandang pandangan dengan Jupri, begitu juga dengan Santo yang langsung melihat ke arah Ratih.


__ADS_2