
Setelah selesai berbincang sejenak, mereka bertiga akhirnya kembali ke pabrik dimana mereka bekerja.
"Aku lega sekarang" Tampak nya kita harus secepatnya memecahkan misteri ini" Situasi pabrik semakin lama sudah tak sehat" Semakin mencekam saja" ucap Ratna pelan.
Sesampai di pabrik, mereka bertiga berusaha menutupi kejadian dibelakang pabrik. Mereka bertiga takut kena marah bos Amel lagi karena sejak kejadian kesurupan yang menimpa bos Amel, beberapa karyawan lelaki maupun perempuan banyak yang mengajukan pengunduran diri tanpa sebab yang jelas.
Mereka semua beralasan lain yang sekiranya tidak menyinggung bos Amel, namun walaupun demikian bos Amel sangat tahu tentang alasan yang sebenarnya dari beberapa karyawan pabrik yang mengajukan pengunduran diri.
Bos Amel terlihat duduk di kursi kerjanya. Matanya mulai mengamati ponsel yang sejak tadi dibawanya. "Kemana sih nenek jany" Sejak tadi aku menunggu dia disini tapi dia tak kunjung datang" gumam bos Amel kesal
Tak lama kemudian, saat bos Amel keluar dari kamar mandi, terlihat nenek Jany berdiri di depan pintu kantor yang sudah terbuka.
__ADS_1
Nenek Jany terlihat mengenakan pakaian kebaya yang berwarna hijau. Wajahnya sudah cukup tua namun tetap berpenampilan moden. Rambut nya di ikat seperti wanita jawa kebanyakan. Sanggul nya sangat besar dan tak lupa ada tusuk konde berwarna keemasan yang menghiasi rambutnya.
Lipstik nenek Jany juga terlihat modern. Lipstik dengan nuansa warna merah darah. Jika dilihat lama-lama, orang yang melihat nenek Jany bisa dibilang sedikit ngeri karena nenek Jany memakai celak tebal yang berwarna hitam. Hampir mirip seperti nenek sihir bagi orang yang baru pertama bertemu dengannya.
Bos Amel yang saat itu baru saja keluar dari kamar mandinya seketika merasa terkejut melihat penampilan nenek jany yang sedikit kekuno kunoan. Matanya juga sangat tajam sehingga terlihat siap menerkam bos Amel kapan saja.
"Loh, nek, kau sudah datang?' kenapa pintu kantor ku terbuka?" Padahal tadi aku kunci" tanya bos Amel penasaran
"Oh maaf nenek," Mungkin saya lupa" jawab bos Amel sambil terus berpikir
Nenek Jany segera duduk di kursi tepat di depan kursi bos Amel. Sambil memandang bos Amel, nenek Jany berkata
__ADS_1
"Nak, apa yang harus nenek lakukan untuk mu?" tanya nenek Jany sambil membetulkan selendang nya yang hampir saja jatuh.
"Nenek, Aku meminta bantuan mu, untuk menangkap demit yang ada di belakang pabrik" ujar bos Amel pada nenek jany. Mendengar ucapan dari bos Amel, Nenek jany mulai mengerti apa yang dimaksud oleh bos Amel, dan mengangguk tanda dirinya sudah siap untuk menangkap demit.
"Kalau begitu, ayo nek, kita pergi ke belakang pabrik, "Disana sepertinya ada makhluk halus yang sedang mengganggu karyawan ku" Aku tak mau pabrik ku jadi bangkrut hanya karena masalah hantu sialan" ujar Amel pada nenek Jany.
"Ya nona ayok" ucap nenek Jany pada bos Amel. Sebeluk nenek Jany pergi bersama bos Amel, terlihat nenek Jany mengambil tusuk konde yang ada di balik rambutnya.
"Nak, bawalah tusuk kondeku untuk berjaga-jaga" Sekarang, ayo kita menuju ke belakang pabrik' ajak sang nenek pada bos Amel.
Mereka berdua pun segera menuju ke belakang pabrik bersama-sama.
__ADS_1