Tanah Bekas Kuburan

Tanah Bekas Kuburan
Ratih hadir dalam mimpi


__ADS_3

Lanjutan mimpi Jupri 1


Terlihat wajah pak satpam sangat sinis seakan tak suka akan kehadiran Jupri.


"Maaf, pak, sudah terlambat" ucap pak satpam ketus.


Jupri lemas saat itu juga. Namun, saat dirinya mulai berputus asa, Jupri merasakan ada hal yang janggal pada raut wajah pak satpam yang menolak nya untuk masuk ke dalam pabrik


"Wajah pak satpam berbeda dengan pak satpam yang biasa bekerja di pabrik" Apakah pak satpam ini orang baru?'Hati Jupri mulai bertanya-tanya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Karena penasaran, Jupri mulai menaiki pintu gerbang dengan cara sembunyi-sembunyi. Terlihat suasana di dalam pabrik begitu ramai. Tak ada sosok Santo, Mery dan teman pabrik lain di sana. Yang ada hanyalah wajah orang asing yang mengerjakan tugas mereka masing-masing.


"Loh, apakah aku salah lihat?' Apa ini bukan pabrik tempat ku bekerja?" apakah aku tersesat?" begitulah beberapa pertanyaan yang ada di hati Jupri saat itu.


Karena tak melihat seorang teman pabrik nya di sana, Jupri mulai mengambil ponsel yang ada di dalam saku celananya.


"Aku harus menghubungi Santo sekarang juga" Aku masih asing dengan lingkungan di sekitar pabrik" gumam Jupri.

__ADS_1


Jupri pun segera memencet tombol ponsel nya dan dengan sabar Jupri menunggu Santo untuk mengangkat telepon darinya.


Setelah beberapa lama meunggu, ponsel Jupri mendapat tanggapan dari suara seorang wanita


"Ada apa mas Jupri nelepon?" tanya wanita itu.


"Dreg, jantung Jupri seketika terasa berhenti berdetak setelah mendengar jawaban dari sang wanita


"Loh, ini suaranya siapa ya?" sepertinya bukan suara nya istri nya Santo" Batin Jupri. Karena penasaran, Jupri memberanikan diri untuk bertanya pada wanita itu.


Tak ada jawaban yang pasti dari sang wanita hingga membuat Jupri makin penasaran saja.


"Tut tut tut" telepon terputus secara misterius.


Jupri mulai berlari menuju ke sebuah tempat dibelakang pabrik, dimana bos Amel pernah kesurupan di sana. Suasana belakang pabrik yang semula sepi menjadi sangat ramai. Di tempat itu justru banyak pekerja wanita yang bekerja menjahit baju

__ADS_1


"Loh, sejak kapan tempat ini dijadikan tempat untuk menjahit?" Apa aku tidak salah lihat?" gumam Jupri di dalam mimpinya.


Wanita yang ada di tempat itu asyik menjahit dengan cepat seakan akan sudah terbiasa bekerja di sana. Hingga Jupru mulai mendekati salah satu wanita yang sedang menjahit itu.


"Hei, maaf mbak mengganggu" pangil Jupri sambil menepuk pundak salah satu wanita yang sedang asyok menjahit. Wanita itu menoleh ke arah Jupri dan Jupri sangat terkejut melihat wanita yang dijumpai tepat di hadapannya itu.


"Ratih, apakah kau Ratih?" tanya Jupri penasaran.


"Iya mas Jupri, aku Ratih, kenapa kau ada di sini?" tanya Ratih pada Jupri.


"Loh, biasanya aku yang bertanya kepadamu Ratih, mengapa kau bekerja di pabrik tempat aku bekerja?" setahuku kau tak bekerja di sini?" tanya Jupri pada Ratih


"Dan aku merasa sangat aneh" Semua teman ku tak ada di tempat ini, semuanya terasa asing bagiku" ucap Jupri dengan nada serius.


"Bang Jupri sedang bercanda ya?" Aku bekerja di tempat ini sudah sangat lama" Lihatlah hasil jahitan bajuku" bagus kan?" ucap Ratih sambil menunjukkan hasil jahitannya. Sebuah baju hamil berwarna putih dan model nya tak ssesuai selera Jupri.

__ADS_1


__ADS_2