Tanah Bekas Kuburan

Tanah Bekas Kuburan
Perbincangan penting


__ADS_3

Perjalanan mereka ke pabrik terasa sedikit lama dari biasanya. Itu karena Jupri menceritakan perihal mimpinya pada Santo


"Loh, Jupri, kau bermimpi buruk." Sepertinya, mimpi mu sama dengan mimpi yang pernah aku alami sekitar dua bulan yang lalu" Jawab Santo menanggapi cerita Jupri yang memang sangat mirip dengan mimpi yang dialaminya dua bulan yang lalu.


"Sepertinya, suasana pabrik sudah tak sebagai dulu" Dede itu yang ada di dalam pabrik Sepertinya sudah marah pada kita" ucap Santo pada Jupri


"Iya sih, tapi apa salah kita?" tanya Jupri penasaran


"Entahlah Jupri, otakku gak sampai untuk memikirkan hal yang rumit seperti itu" Jawab Santo pendek


"Oh tapi tenang saja Jupri, ada Ustad Janu yang nantinya menolong kita" Ratna sudah menghubungi dia, dan nanti sore, Ustad Janu akan datang ke pabrik" Pokoknya tanpa sepengetahuan bos amel, jadi kau diam saja tak perlu berbicara apapun pada karyawan pabrik yang lain" ucap Santo pada Jupri

__ADS_1


" Wah, enak nih kalau begitu" Jawab Jupri tersenyum senang. Tak terasa Jupri dan Santo telah sampai ke gerbang pabrik, pak satpam yang berjaga di sekitar pabrik tersenyum menyambut kedatangan mereka. Saat berjalan menuju ke ruangan kerjanya, Jupri dan Santo melihat seorang nenek berbau hijau di ruangan bos Amel.


"Hei, apa kau tau siapa nenek itu Santo." tanya Jupri penasaran


"Oh, nenek itu."


Entahlah aku kurang tau juga, tapi kata teman teman pabrik sih nenek itu adalah dukun yang dipanggil bos Amel untuk mengurus permasalahan yang ada di dalam pabrik" Jawab Santo pada Jupri


"Deggg, jantung Jupri terasa mau copot. Jupri melihat tahapan mata sang nenek sangat sinis dan seperti hantu saja. dan yang membuat kaget lagi, wajah sang nenek sangat mirip dengan wajah nenek Ratih.


" Santo, ayo secepatnya kita ke ruangan kerja kita, jalan nya di percepat" ucap Jupri sambil menggandeng tangan Santo

__ADS_1


" Hei, Jupri, ada apa sebenarnya, tumben sikap mu berubah drastis" ucap Santi penasaran


" Kau tahu, nenek tua itu Sepertinya aku pernah kenal dan ketemu" Nenek itu Sepertinya neneknya Ratih pacar baruku" ucap Jupri jujur.


"Loh, kok bisa sih, ternyata dunia ini sangat sempit, semua terasa kebetulan saja" ucap Santo pada Jupri


"Entahlah Santo, kita tunggu saja kedatangan Ustad Janu, Sepertinya ada yang tak beres di dalam pabrik ini" Jika memang situasi tak bersahabat, ayo kita resign dari sini berbarengan, aku hendak mencari pekerjaan lain saja, yang penting aku tenang saat bekerja" ucap Jupri panjang lebar


"Jupri, kalau kita berhenti kerja, emangnya kita mau kerja di mana, dan perusahaan apa yang mau menerima kita dengan usia yang sudah tanggung, mau tua ya gak terlalu tua, mau muda sudah sangat jauh sekali ?" kata Santo pesimis.


"Santo, walau sulit, kita harus usaha dulu lah, daripada kita hidup dikejar setan terus." Jawab Jupri memberikan alasan.

__ADS_1


"Benar juga sih katamu, kita tunggu kedatangan Ustad Janu saja, dengan begitu kita jadi punya gambaran, mau lanjut kerja, atau undur diri dari pabrik" ucap Santo sambil menghisap rokok yang ada di tangannya


__ADS_2