
Sementara itu, di tempat lain, Jupri dan Santo bersiap menuju kerumah Ratih sang kekasih Jupri.
"Jupri, sepedaku aku parkir di rumahmu saja ya?" Kita pakai sepeda satu saja" Apa yang akan kau bawa untuk Ratih?" tanya Santo pada Jupri
" Ya, aku sudah membawa cincin nih" Kalau begitu kita berangkat saja, katanya nanti malam kita dan Ustad janu akan pergi ke pabrik?" Jadi siang ini kita harus sampai ke rumah Ratih" ucap Jupri mengingatkan Santo.
" Oh iya, tapi Ratna pastinya akan menghubungi aku jika memang mau membawa Ustad Janu ke pabrik" Jawa Santo
Akhirnya Santo dan Jupri pergi ke rumah Ratih. Alamat rumah Ratih masih ada di tangan. Beberapa lama kemudian, sampailah Jupri dan Santo di rumah Ratih. Kondisi rumah Ratih tetap saja seperti dua hari yang lalu tanpa ada perubahan yang berarti.
"Santo, kau tunggu saja di sini" Aku akan mengetuk pintu rumah Ratih terlebih dahulu" Ucap Jupri pada Santo
Santo hanya menganggukkan kepalanya sambil melihat keadaan sekitar. Terlihat banyak pohon besar di sekitar rumah Ratih dan hal itu menambah seram nya rumah itu walaupun rumah Ratih terlihat sangat megah dan mewah.
__ADS_1
Di dahan pohon yang tumbuh di halaman rumah Ratih, ada banyak hewan melata peliharaan dari Ratih, dan Santo sangat jeli memperhatikan hal itu. Sedangkan Jupri walau pernah ke rumah Ratih, diri ya belum pernah melihat hewan melata seperti yang dilihat oleh Santo,
Ular dengan warna hitam gelap berada di dahan pohon dan tampak sedang tidur. dan tak bergerak. Walau letak ular itu agak jauh dari tempat Santo, tetap saja membuat Santo ngeri dan takut. Karena merasa takut, Santo memanggil Jupri yang saat itu masih berada di depan pintu rumah Ratih.
"Jupri, ayo kesini" Lihatlah" Aku melihat ada ular besar di dahan pohon yang besar itu" Panggil Sarto berusaha memanggil Jupri.
"Santo, tenanglah, yang penting ular itu tak menghampirimu" Nih Ratih sudah mau membukukan pintu, ayo masuk aja" ucap Jupri tanpa melihat ke arah Santo.
" Halo, Jupri, ayo masuklah" ucap Ratih tersenyum senang. Jupri melihat ke sekitar ta, terlihat sama sekali wajah nenek Ratih yang biasanya berjaga di pintu depan.
"Ratih, mana nenek mu?" Sejak tadi aku tak melihatnya" tanya Jupri pada Ratih
Ratih dengan tersenyum menjawab
__ADS_1
"Nenek ku mendapat panggilan dari pelanggan nya, dia datang untuk menangkap setan" ucap Ratih pada Jupri
"Jleg" , jantung Jupri terasa mau copot karena dugaannya benar, bahwa nenek tua yang dilihatnya saat itu adalah neneknya Ratih
"Kenapa Jupri, wajahmu kok pucat?" Apa kau pernah melihat nenek ku sebelumnya?" tanya Ratih penasaran
" Iya Ratih, aku melihat nenek mu bersama bos kami di pabrik dan memang tampaknya mereka sedang melakukan ritual khusus untuk mengusir hantu" Jawab Jupri pada Ratih.
" Oh ya Jupri, kalau begitu ayo duduk, aku akan membuatkan teh hangat untuk mu, oh ya siapa teman mu yang kau bawa?" tanya Ratih sambil melihat ke arah Santo.
" Oh dia, perkenalkan dia bernama Santo, dan dia teman kerjaku di pabrik" Jawab Jupri pada Ratih
"Oh iya, Jawab Ratih sambil menuturkan tangannya hendak bersamaan dengan Santo. Terasa di tangan Santo tangan Ratih sangat dingin seperti es
__ADS_1