
Tak lama kemudian, sampailah mereka berdua di depan pabrik, dan tiba tiba saja, sopir angkot langsung menghentikan angkotnya tepat di depan pabrik, tanpa aba-aba dari Jupri.
"Loh, pak, bapak kok tau kalau saya akan turun disini?" tanya Jupri penasaran
" Nak, bapak sering mengantarkan orang ke sini tiap malam, pastinya bapak hafal betul pasti kamu turun disini" ucap sang sopir angkot polos
" Loh emangnya tiap malam ada orang minta antar ke pabrik selain saya?" Emangnya siapa pak?" Wanita?" atau pria?" tanya Jupri penasaran
" Kebanyakan wanita yang minta antar ke pabrik ini, mereka berasal dari berbagai tempat" Jawab sopir angkot pendek
Saat Jupri hendak bertanya lagi, terlihat Santo mulai melambaikan tangannya dan memanggil dirinya agar segera turun dari angkot.
" Oh, yaudah pak, terimakasih banyak ya, ini uangnya pak" ucap Jupri sambil menyodorkan uang lima puluh ribuan pada sang sopir angkot.
"Nak, bapak tidak punya uang kembalian nih" ucap sang sopir angkot pada Jupri.
__ADS_1
"Sudahlah pak, kembaliannya ambil saja, anggap rejeki dari Tuhan" Jawab Jupri singkat
Terimakasih Nak, semoga kau dilindungi Tuhan" begitulah doa dari pak sopir angkot itu
Jupri akhirnya segera turun dari angkot ditemani Ratih.
" Jupri, lama sekali, kau" ucap Santo sambil memandang Jupri dengan tahapan kesal.
" Yah, maaf teman, aku sejak tadi berusaha mencari angkot, dan baru dapat angkot sekitar jam tujuh lewat lima menit" Oh ya dimana Ratna dan Ustad Janu?" tanya Jupri penasaran
"Oh, Ustad Janu sudah ada di dalam pabrik bersama Ratna dan Dian." Aku aja yang disini menunggu kamu" Nih lihat, tubuhku sudah dikirim nyamuk sejak tadi" ucap Santo sambil menunjukkan bekas gigitan nyamuk yang membekas di tangan dan kaki Santo
"Kalau begitu, ayo kita susul Ratna dan Ustad Janu, tampaknya mereka sedang berada di ruang belakang pabrik"
Jupri, Santo dan Ratih akhirnya pergi menuju ke dalam pabrik. Suasana Di dalam pabrik terlihat sedikit mencekam. Walau ada cahaya lampu di dalam pabrik, namun hal itu tidak bisa mengurangi seram nya suasana pabrik milik bos Amel itu.
__ADS_1
"Nah, itu Ratna" ucap Santo sambil memanggil Ratna yang ternyata berjalan lebih dahulu bersama Ustad Janu dan Dian.
"Ratna, tunggu kami" Panggil Jupri dengan suara sedikit keras
Ratna segera menoleh ke arah Jupri, dan mulai menghentikan langkahnya.
"Ayo Jupri, cepatlah" ucap Ratna dengan suara lirik, namun bisa terdengar di telinga Santo dan Jupri.
Tak lama kemudian, Jupri, Santo dan Ratih berhasil menyusul Ratna dan Ustad Janu.
"Nah, gitu dong, teman yang baik" oh ya kita akan pergi kemana dulu?" tanya Jupri penasaran
"Kata Ustad Janu sih, kita ke ruang kerja bos Amel dulu, baru ke ruang belakang pabrik, " Apa benar Ustad?" tanya Ratna pada Ustad Janu yang saat itu berada di sampingnya.
"Oh iya, lebih baik kita ke ruangan bos Amel terlebih dahulu, disana Sepertinya ada aura mistis yang kuat, aku sudah menerawang dari sini" Jawab Ustad Janu
__ADS_1
Setelah berkata demikian, sesekali Ustad Janu melihat sosok Ratih yang berjalan dengan tahapan kosong. Tak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya dan hal itu membuat Jupri penasaran
"Ratih, apakah kau baik baik saja?"