Tanah Bekas Kuburan

Tanah Bekas Kuburan
Cerita Ratih


__ADS_3

Santo dan Jupri akhirnya duduk sebentar menunggu Ratih membuatkan teh hangat untuk mereka. Sambil berbincang! Santo memberi tahu pada Jupri mengenai hal aneh yang baru saja dilihatnya di rumah halaman rumah Ratih.


"Jupri, kau tak melihat pohon besar yang ada di halaman rumah Ratih?"tanya Santo pada Jupri


"Pohon besar?" Aku tak terlalu memperhatikan keadaan sekitar, Malah aku tak tahu jika ada pohon besar di halaman rumah Ratih, emang kenapa Santo?" Sepertinya kau terlihat takut saat kau bercerita ini kepadaku" ucap Jupri sambil melihat raut wajah Santo yang terlihat sedikit pucat


"Jupri, aku melihat ada ular besar di dahan pohon itu, apakah kau percaya?" tanya Santo pada Jupri


Sebenarnya sih, aku tak percaya, rumah semegah ini masak pelihara ular?" Nanti saja aku akan melihatnya jika kita sudah pulang dari rumah Ratih" ucap Jupri santai. Jupri terlihat lebih berani dari sebelumnya. Sesekali Jupri melihat foto keluarga Ratih yang terpasang di tembok rumahnya.


"Hem, foto itu masih ada di sini" gumam Jupri sambil melihat ke arah foto yang disana ada Ratih dan sosok wanita misterius yang memegang leher Ratih.


Karena ingin membuktikan jika penglihatannya benar, Jupri bertanya pada Santo perihal foto Ratih yang terpasang di dinding.

__ADS_1


"Santo, apakah kau melihat kalau di dinding ada foto wanita mirip kuntilanak?" tanya Jupri pada Santo


"Oh ya, mana fotonya?" tanya Santo penasaran


"Tuh, lihat di dinding" ucap Jupri sambil menunjukkan sebuah foto keluarga yang disana ada foto Ratih bersama ayah dan ibunya.


Santo segera melihat foto yang ditunjuk Jupri, dan ketika mulai melihat foto Ratih, memang terlihat jelas sosok wanita kuntilanak berkuku panjang sedang mencengkeram leher Ratih.


"Jupri, apa aku salah lihat?" di foto itu terlihat ada sosok wanita mirip kuntilanak sedang memegang leher Ratih. Kukunya sangat panjang" Apa aku tak salah lihat?" tanya Santo pada Jupri.


Ehm, tenang dulu, aku akan melihat setiap apa yang dilakukan Ratih, Sepertinya wanita ini bukan manusia biasa" Coba perhatikan gerak gerik nya sebentar lagi kalau Ratih membawa teh nya untuk kita" ucap Santo berusaha mencegah Jupri agar tidak bertindak gegabah.


" Eits, diam dulu, tuh Ratih sedang menuju ke sini, kau pura pura saja tak terjadi apa-apa" ucap Santo pada jupri

__ADS_1


Jupri mengiyakan arahan dari Santo. Semenjak Jupri pulang dari rumah Ratih memang banyak kejadian aneh yang menimpanya mulai dari bekas gigitan seseorang, ditambah Jupri tak kuat untuk melakukan aktivitas yang berat setelah pulang dari rumah Ratih.


"Jupri, apa kau sudah menungguku sejak tadi?" tanya Ratih sambil melihat ke arah Jupri.


" Ehm, tidak lama kok, aku akan sabar menunggumu" Jawab Jupri sambil membantu Ratih memberikan teh hangat untuk Santo.


Jupri segera meminum teh yang baru saja dibuat oleh Ratih, begitu juga dengan Santo.


" Tehnya sangat enak sekali, kau emang pintar meracik minuman seperti ini" ucap Jupri memuji Ratih.


Yah, mas jupri ada ada aja" Jawab Ratih pendek


Sambil meminum teh yang diberikan Ratih untuknya, Santo memberanikan diri bertanya pada Ratih

__ADS_1


"Ratih, apa kau suka memelihara ular?" tanya Santo penasaran


__ADS_2