Tanah Bekas Kuburan

Tanah Bekas Kuburan
Rencana matang


__ADS_3

Keesokan harinya, Santo dan karyawan lain bekerja seperti biasa. Cerita tentang kuntilanak di pabrik hanya beberapa orang saja yang tahu, karena bos Amel mewanti wanti agar karyawan yang ikut bersamanya saat menangkap kuntilanak tak boleh membocorkan pada karyawan lain.


"Santo, gimana Jupri?" apakah dia baik-baik saja di rumah ustad Janu?" tanya Ratna pada Jupri.


"Entahlah Ratna, aku tak tahu" Kabar terakhir tentang Jupri, ya tadi malam saja" Ponsel nya juga belum aktif sampai sekarang" jawab Santo pelan.


"Yaudah, sekarang kita selesaikan pekerjaan pabrik, ntar sore sepulang kerja, kita ke ruangan bos Amel" Kata ustad Janu, malam ini kita akan diberi tahu penyebab dendam sang kuntilanak .


Mereka semua akhirnya bekerja seperti biasa. Terlihat beberapa karyawan laki-laki di pabrik itu tampak pucat pasi tak seperti biasanya. Seperti tertempel sesuatu hal yang negatif namun entah apa itu.


Yang bisa melihat perubahan itu hanyalah Santo dan kawan kawan yang tadi malam berjuang melawan sang kuntilanak.

__ADS_1


Siang harinya, semua karyawan laki laki beristirahat di pojok ruangan kerja.


Santo bertanya pada salah satu teman lelakinya


"Don, kenapa dengan mu?" tak biasanya kamu lemas seperti ini" Apakah kau sakit?" tanya Santo pada Doni


"Aku gak tau juga" Tapi, sepertinya hari ini pekerjaan seakan tak kunjung selesai" jawab doni sambil mengusap keringat di dahinya.


Santo manggut-manggut saja dan tak banyak bicara. Dirinya menyadari keanehan yang terjadi hari ini, diakibatkan dedemit penunggu pabrik itu sedang marah karena tadi malam, ustad Janu mengusik ketenangan mereka.


Mereka bertiga sedang membicarakan sesuatu perihal Ratih yang menghilang dengan sang nenek.

__ADS_1


"Santo, apakah kau tidak merasa aneh dengan Ratih?" Sejak kita membasmi kuntilanak di pabrik bersama ustad Janu, Ratih menghilang bersama nenek nya. Bilangnya sih, mereka pulang ke rumah mereka"


"Bukankah Ratih hendak menikah dengan Jupri?" Tapi mengapa Ratih tak bertanya tentang keberadaan Jupri sama sekali?" padahal Jupri sedang berada di rumah ustad Janu sekarang" ucap Ratna panjang lebar.


"Ya, aku gak mau terlalu berpendapat, biar kita benar-benar jelas siapa Ratih, ayo aku ajak kau ke rumah Ratih" Dulu saat aku ke rumah Ratih, Jupri dan Ratih pergi menyusul ku dengan menaiki angkot" Gimana kalau nanti malam setelah dari rumah ustad Janu, kita mampir ke rumah Ratih?" ajak Santo pada Ratna


"Iya deh, sekarang kita pulang aja dulu" Bos Amel sepertinya juga mau pulang"


"Bos, kita pulang dulu ya?" nanti setelah ashar, kita kerumah ustad Janu menjenguk Jupri" Oh ya, apa bos Amel sudah menghubungi ibu Jupri?" tanya Santo pada bos Amel.


Biasanya, Santo langsung menghubungi ibu Jupri jika terjadi apa-apa pada teman nya itu" Namun entah mengapa, Santo lupa untuk menghubungi ibu Jupri malam kemarin.

__ADS_1


"Oh, ya udah" Aku udah bilang kalau Jupri ada di rumah ustad Janu, dan kebetulan ibu Jupri tahu dimana rumah ustad Janu, jadi kau tenang saja" Sekarang pulang lah dulu" ucap bos Amel pada Santo


Santo dan Ratna akhirnya pulang bersama karena jalan rumah mereka searah. Mery salah satu teman mereka sudah beberapa hari tak ada di pabrik karena mulai kemarin dia sudah mengajukan cuti melahirkan.


__ADS_2