Tanah Bekas Kuburan

Tanah Bekas Kuburan
Nenek Ratih


__ADS_3

"Mas, sebentar aku lihat" ucap Ratih sambil melihat ke arah nenek tua yang duduk dengan kepala menunduk.


"Iya Ratih, ada apa?" tanya Jupri memandang ke arah Ratih yang saat itu terlihat gelisah


"Itu sepertinya nenek ku" Nenek kenapa dengan mu?" tiba tiba saja Ratih menghampiri nenek nya yang sedang duduk di depan sesajen ritual


"Deggg" Jantung Santo dan Jupri mulai berdetak hebat, sesuai dengan prediksi Jupri dan Santo bahwa yang menjadi dukun panggilan bos Amel adalah nenek nya Ratih.


"Loh, yang benar Ratih?" Jupri mulai melihat ke arah nenek tua yang dia duga sebagai neneknya Ratih. Pelan tapi pasti, Jupri menyentuh tubuh nenek Ratih yang masih duduk bersila dengan mata terpejam.


"Nek, nenek" panggil Jupri pada nenek Ratih. Tak ada jawaban dari sang nenek. Namun getaran hebat mulai muncul di telapak tangan Jupri, dan getaran itu terasa panas baginya.


"Duh, kok panas ya?" gumam Jupri dalam hati. Namun Jupri tak terlalu merespon hal itu. Hingga pada akhirnya Ratih mulai menghampiri nenek nya dan membisik kan sesuatu ke telinga nenek nya. Setelah beberapa saat kemudian hal aneh terjadi.


Nenek Ratih terbangun dan matanya memandang Ratih dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Ratih, kau disini?" Kenapa kau ke sini?" tanya Nenek Ratih sinis.


"Nek, aku diajak oleh mas Jupri pergi ke sini" jawab Ratih polos.


"Sudah, ayo pulang" tiba tiba saja nenek Ratih mengajak cucu kesayangan nya itu pulang. Sebelum pulang nenek Ratih berkata pada bos Amel bahwa tugas nya menyingkirkan demit sundel yang ada di pabrik sudah selesai. Sang nenek tak ingin bergelut lebih dalam dengan demit sundel karena tak ingin kehilangan Ratih. Entah apa hubungan antara demit sundel dengan Ratih, karena sang nenek bungkam seribu bahasa alasan detail tentang dirinya mengakhiri kontrak dengan bos amel secara sepihak.


Jupri mencoba bertanya pada sang nenek mengapa terburu buru mengajak Ratih pulang


"Nenek, bagaimana kalau Ratih tetap bersamaku saja?" tanya Jupri mencoba membujuk nenek Ratih agar Ratih bisa ikut bersamanya.


Ratih terpaksa mengikuti arahan nenek nya dan pergi dari pabrik dimana mereka saat itu berada. Pandangan Ratih terasa hambar kala.


Jupri hanya diam seribu bahasa. Percuma mengajak Ratih pergi ke pabrik jika ujung ujung nya, nenek Ratih mengajak Ratih kembali pulang.


Setelah nenek Ratih dan Ratih pergi meninggalkan Pabrik, Jupri mulai berpandang-pandangan dengan bos Amel. Seperti ada sesuatu diantara mereka namun tak bisa terungkap.

__ADS_1


"Ustad, gimana ustad?" Apa kita pergi sekarang?" Tanya Ratna pada ustad Janu


"Iya, ayo kita pergi ke belakang pabrik" ajak ustad Janu.


Mereka semua akhirnya pergi kebelakang pabrik, dan bos Amel berjalan paling belakang sendiri.


Sesampai di belakang pabrik, suasana mulai mencekam. Tak biasanya suasana yang ada di belakang pabrik menjadi seperti ini.


"Jupri, ada apa dengan kamu?" tanya Ratna tiba tiba


Terlihat tubuh Jupri bergerak sendiri sambil menari, matanya terbelalak dan bibir nya seperti mencium sesuatu.


"Hei, Jupri, lihat aku" ucap Ratna sambil berusaha menatap mata Jupri yang sudah tidak fokus lagi. Melihat hal itu, ustad Janu menahan Ratna dan berkata


"Sudah, biarkan saja Jupri menari" Sekarang merapat bersamaku, tampak nya penghuni belakang pabrik sedang mengamuk dan tak mau diganggu" ucap uatad Janu pada Ratna

__ADS_1


__ADS_2