
Sore hari, terlihat Jupri, bos Amel dan Ratna berada di depan rumah ustad Janu. Tampaknya mereka bertiga sudah janjian pergi ke rumah itu. Tekad mereka sudah bulat, yaitu ingin mengusir kuntilanak pengganggu yang ada di dalam pabrik.
"Ustad, bagaimana kabar Jupri?" apakah dia baik-baik saja?" tanya Santo pada ustad Janu.
"Tenang saja Santo, Jupri baik-baik saja bersamaku" Sekarang dia berada di ruangan khusus" Ada ibunya yang menemani" jawab ustad Janu
"Oh ya ustad" jawab Santo
Mereka langsung dibawa ke ruang tamu oleh ustad Janu.
Sesampai di ruang tamu, wajah Santo tampak tegang karena rumah ustad Janu begitu remang-remang. Terdapat beberapa keris pusaka yang ada di tembok rumah ustad Janu.
Walaupun ustad Janu telah menjadi ustad, namun dirinya tidak lepas dari ilmu kejawen yang diturunkan oleh kakek nya, sehingga benda pusaka peninggalan sang kakek masih saja dia gunakan ketika berurusan dengan bangsa lelembut.
__ADS_1
"Ustad, gimana tentang situasi di belakang pabrik?" Apa ustad Janu sudah menangkap mereka?" tanya Santo pada ustad Janu.
Ustad Janu langsung menatap satu persatu orang yang ada di hadapannya saat itu. Terlihat Ratna, bos Amel dan Santo menundukkan kepala karena wajah ustad Janu sedikit menyeramkan dibandingkan tadi malam.
"Ya, aku akan menceritakan semuanya" ucap Ustad Janu sambil menghela nafas panjang.
"Santo, sekarang ada satu kuntilanak yang menempel di punggung mu" Setiap hari dia menghisap darah yang ada di punggung mu, dan hanya aku yang melihat" Tapi, aku masih belum bisa mengusir nya karena nenek moyang mu pernah melakukan perjanjian dengannya" ucap ustad Janu spontan
"Hah, ada kuntilanak di punggung ku?" Ratna apa kau melihat nya?" tanya Santo gugup.
"Wah, gimana ini?" Emangnya perjanjian apa ustad?" tanya Santo penasaran.
Ustad Janu menatap ke arah punggung Santo, seakan dirinya sedang berkomunikasi dengan kuntilanak yang menempel di punggung Santo.
__ADS_1
"Ustad, ayo jawab" tanya Santo penasaran
Ustad Janu mulai memandang Santo dan berkata
"Santo, kakek buyut mu adalah mantan kekasih kuntilanak yang selalu mengikutimu"
"Karena ditinggal sepihak oleh kakek buyut mu, dia menjadi hilang akal dan bersekutu dengan demit" Lihatlah sekarang, jiwa wanita itu telah terkurung di pabrik tempatmu bekerja" Dahulu kala 100 tahun sebelum kau lahir di dunia ini, ruang belakang pabrik yang biasanya kau gunakan untuk beristirahat melepas lelah adalah tempat kuburan masal wanita yang bunuh diri saat hamil anak haram" ucap ustad Janu panjang lebar. Salah satunya adalah wanita yang saat ini menempel di punggungmu" ucap ustad Janu panjang lebar.
"Terus, gimana ustad, aku ingin lepas ustad" Itu kan salah kakek buyut ku, kenapa aku yanh kena" Sial" ucap Santo menggerutu.
"Sudahlah Santo, sekarang, kau langsung pulang ke rumahmu, aku minta foto kakek buyut mu kalau masih ada" Kalau hilang ya, aku sangat sulit untuk membantumu" ucap Ustad Janu pada Santo
"Loh, trus kalau aku pulang?" Aku masih mau antar Ratna ke rumah Ratih, soal nya Ratna penasaran dengan wanita itu" ucap Santo pada ustad Janu.
__ADS_1
"Untuk Ratih, bisa kau tunda di hari lain" Apakah kau mau kuntilanak itu terus saja menempel di punggung mu?" ujar ustad Janu pada Santo
Santo begidik ngeri karena setelah ustad Janu berkata demikian, punggung nya terasa makin berat saja