
Lanjutan mimpi 2
"Ratih, jahitan mu kok aneh" Ini bajunya hanya lurus saja dan baju yang kau jahit tak bermodel sama sekali" jawab Jupri sambil terus melihat hasil jahitan dari Ratih.
Hingga pada akhirnya, muncullah sosok wanita yang ternyata merupakan bos dari Ratih. Bos itu berjalan menghampiri Jupri. Pakaian bos itu sangat aneh dan bajunya mirip dengan baju yang di jahit oleh Ratih. Rambut wanita itu panjang hampir menyentuh lantai.
"Siapa kamu?" kenapa kau masuk di tempat kerja wanita?" Apakah kau laki-laki penyusup?" tanya wanita itu ketus
Jupri dengan wajah yang masih bingung akhirnya balik bertanya pada wanita itu
"Loh, aku seharusnya yang bertanya padamu, ini adalah pabrik tempat aku bekerja, mengapa suasana di dalam pabrik menjadi sangat berbeda?" tanya Jupri penasaran.
Saat Jupri selesai bertanya, tiba tiba saja angin berhembus sangat kencang dan hal itu membuat para pekerja wanita yang sedang menjahit di sana pergi berhamburan kemana mana. Wajah mereka mulai acak acakan karena adanya angin tersebut. Begitu juga dengan Ratih
__ADS_1
"Ratih, pegang tanganku yang kuat" ucap Jupri mencoba menolong Ratih.
"Mas Jupri, aku takut, teriak Ratih menjerit.
Rambut Ratih mulai acak acakan karena adanya angin yang muncul sangat mendadak itu, dan saat mereka hendak berlari meninggalkan tempat itu, terlihat sosok wanita kuntilanak berdiri di punggung Ratih.
"Pergi kau, jangan ganggu Ratih" ucap sang wanita itu.
Wanita kuntilanak itu bermata cowong dan lingkar matanya sangat hitam. Baju nya sama persis dengan yang dijahit oleh Ratih. Jupri akhirnya berlari meninggalkan pabrik melewati tembok yang baru saja dinaiki nya itu. Jupri tak memikirkan Ratih kala itu karena dirinya menyelamatkan dirinya sendiri dari sosok wanita kuntilanak misterius yang muncul secara tiba-tiba di depannya.
Wanita kuntilanak itu terbang menuju ke arah Jupri dan menggigit leher Jupri.
"Ahkzzz, sakit" jerit Jupri sambil memegangi lehernya. Hingga akhirnya Jupri terbangun dari mimpi dan memegangi lehernya.
__ADS_1
Dengan keringat yang membasahi tubuhnya, Jupri mulai bangun dari tempat tidur dan mengambil nafas dalam. Sesekali, Jupri mulai melihat jam dinding kamarnya dan ternyata jam dinding nya masih menujukkan jam satu malam.
"Hufz, aku sedang bermimpi rupanya" gumam Jupri dalam hati.
Jupri mulai berdiri menuju ke kamar mandi dan langsung mencuci mukanya.
Wajah Jupri sedikit segar kembali tak kala Jupri selesai membersihkan mukanya.
"Ratih, ada apa dengan mu?' Mengapa aku bermimpi buruk tentang mu?' Nanti setelah aku pulang dari pabrik, aku akan kerumahmu lagi dan mengajak mu secepat nya menikah" guman Jupri sambil memulai tidur nya kembali.
Malam itu adalah malam yang sangat panjang bagi Jupri. Mata Jupri tak berani tidur saat itu karena masih dihantui oleh perasaan was wasa, takut jika mimpi buruk itu terulang lagi.
Suara jangkrrik mulai berbunyi bersahut sahutan. Karena Jupri tak bisa tidur lagi, Jupri mulai menyetel musik kesukaannya dan tak lama kemudian, Jupri bisa tertidur lagi tanpa hambatan yang berarti.
__ADS_1
Sementara itu, terlihat di balik jendela kamar Jupri, Sosok wanira berambut panjang tetap saja mengintip Jupri dari luar. Wajahnya sangat mirip sekali dengan mimpi yang baru saja dialami oleh Jupri.