
Ratna mulai berdiri di samping ustad Janu. Terlihat mulut ustad Janu komat kamit melafalkan doa. Sementara itu bos Amel akhirnya mulai ikut bersama ustad Janu menuju ke makam yang ada di belakang pabrik.
"Ratna, dimana awal kau melihat jika di sini ada sebuah makam?" tanya ustad Janu pada Ratna
"Oh, disana ustad" jawab Ratna sambil menunjuk ke arah pojok timur. Di pojok timur, tak terlihat sama sekali sebuah makam yang dilihat Ratna. Seakan, makam itu hilang ditelan bumi.
Namun, karena ustad Janu mempunyai ilmu linuwih, akhirnya ustad Janu dapat melihat jika memang ada makam di tempat itu.
Makam itu tersembunyi dibalik rerumputan hijau, dan ustad Janu langsung menghampiri makam itu. Tanpa rasa takut, ustad Janu melihat dengan ilmu batinnya mengenai apa yang terjadi dengan penghuni makam yang meresahkan pegawai pabrik.
Ratna, menjauhlah dariku, setelah ini aku akan menceritakan semua hal tentang misteri yang terjadi di belakang pabrik.
Dalam ilmu terawangannya, ustad Janu mulai melihat sosok bayangan hitam yang menyelinap mendekati dirinya. Bayangan hitam itu semakin lama semakin jelas hingga bayangan itu tepat berada di kaki ustad Janu.
Muncullah sosok wanita dengan mata yang menghitam menjilat kaki ustad Janu. Wanita itu berkata
__ADS_1
"Mengapa kau menggangguku?" Aku tak pernah mengusik mu, sekarang pergilah" ucap wanita kuntilanak itu.
Wanita itu mengeluarkan air liur yang banyak sehingga kaki ustad Janu menjadi basah karenanya. Anehnya seluruh orang yang berada di sana tak melihat kuntilanak itu kecuali ustad Janu.
Hingga suatu ketika, ustad Janu menyempatkan diri melihat Jupri yang terus menari tiada henti. Tampak nya Jupri sedang menari dengan seorang wanita kuntilanak yang wajahnya mirip dengan Ratih, sang kekasih.
Terlihat, wajah kuntilanak itu sangat mirip dengan ratih, hanya saja lebih tua dibandingkan dengan Ratih.
"Siapa kamu?" Kenapa kau mengganggu Jupri?" tanya ustad Janu pada wanita kuntilanak itu.
Dengan senyum sinis, wanita kuntilanak itu membisikkan sesuatu ke telinga ustad Janu hingga membuat ustad Janu geram.
Sesaat setelah terpental, tubuh Jupri lemas dan tak bertenaga. Matanya menatap kosong ke arah timur, dimana sebuah batu nisan ada di sana.
Ustad Janu mulai merapalkan doa lagi, hingga sang kuntilanak pun pergi meninggalkan ustad Janu untuk sementara waktu. Sebelum pergi meninggalkan ustad Janu, wanita kuntilanak itu berteriak dan teriakan itu hanya bisa didengar oleh ustad Janu.
__ADS_1
"Hei, Janu"
"Aku akan kembali" Tubuhku sudah menyatu dengan tanah ini, dan kau tak kan mudah untuk mengusirku begitu saja"
"Tanah ini, sudah bercampur dengan tubuhku" Aku hanya ingin, semua manusia jahat yang ada disini pergi dari sini" Terutama bagi lelaki bajingan yang sudah tega meregut kesucianku" ujar sang kuntilanak.
Setelah berkata demikian, sang kuntilanak pergi entah kemana. Ustad Janu mulai menghela nafas panjang dan tak tega menceritakan apa yang baru saja di dengar dan dilihatnya kepada Ratna dan kawan-kawan.
"Lebih baik, aku akan menceritakan nya besok" gumam ustad janu dalam hati.
Setelah berhasil mengusir sang kuntilanak, Ratna segera menghampiri ustad Janu, dan bertanya pada ustad tentang apa yang telah terjadi.
"Bagaimana ustad?" apakah sang kuntilanak telah pergi?" tanya Ratna
Ustad Janu hanya diam dan mengajak mereka meninggalkan pabrik itu. Sambil berjalan ustad Janu berkata
__ADS_1
"Besok aku akan menceritakan semuanya pada kalian" Sekarang ayo kita pergi" Untuk sementara waktu, Jupri tinggal dirumahku saja" ucap ustad Janu pada Ratna
Ratna menganggukkan kepalanya dan tak berani bertanya lagi kepada ustad Janu