TEENAGE GIRL.

TEENAGE GIRL.
chapter 10


__ADS_3

Alex mengecupi bahu Abigail yang terbuka. Hari sudah malam, seluruh lampu kamar sudah ia matikan. Kecuali, lampu kamar mandi, dan juga lampu tidur yang berada diatas nakas kedua sisi ranjang nya. Abigail tidur begitu pulas dan juga damai, ia memeluk Abigail dari belakang, mendekap miliknya hangat.


Abigail menggeliat kecil, merasa terusik akan pergerakan Alex yang mengusap dan membelai permukaan kulitnya. Alex terus saja mengecupi bahu Abigail, merembet hingga leher gadisnya. Abigail membalikkan tubuhnya, ia mengulet sebelum akhirnya menyusup mencari kehangatan di dada Alex.


“Entah sampai kapan urusan itu selesai,aku akan terus melindungimu.” bisik Alex sambil menghirup aroma pada pucuk kepala Abigail, ia sedikit beringsut untuk mengambil ponsel yang berada diatas nakas.


Alex mengurung Abigail dengan kedua tangannya. Posisi Abigail berada diatas setengah badannya yang besar, wajah Abigail tenggelam pada dada bidang Alex. Setelah di rasa posisi ini tidak menganggu tidur Abigail. Alex langsung menyalakan ponselnya dibalik punggung Abigail. Ternyata banyak sekali email yang masuk dari ponselnya. Entah pesan pribadi, ataupun dari perusahaan.


Alex memang tidak menggunakan aplikasi chat awalnya. Namun, atas permintaan Abigail, jadilah ia menggunakan WatshApp yang hanya ada nomor Abigail disana. Alex terkekeh geli, mengingat tingkahnya yang seperti remaja.


Alex hanya melihat email yang masuk tanpa berniat membalasnya. Matanya hanya fokus mencari email yang masuk dari pengacara ternama, yang sudah ia sewa untuk membicarakan surat perceraiannya. Ketika tangannya men scroll lebih bawah kotak email, matanya membeku melihat salah satu email yang masuk.


Jessie.

__ADS_1


Alex, Hi darling... Sudah lama kita ti-


Alex langsung menekan layar pada ponselnya. Matanya langsung di suguhkan oleh panjangnya kalimat yang Jessie kirim lewat email-nya. Rahangnya mengeras tajam, bibirnya mengatup rapat-rapat secara tak suka.


Alex, Hi darling... Sudah lama kita tidak bertemu. Bagaimana jika kita bertemu besok? Menjadi sebuah kencan pertama kita. Kau dan aku akan menelusuri panjangnya kisah, yang tidak akan pernah berakhir. Oh ya, simpan saja pengacaramu itu. Karena aku tak akan pernah mau di ceraikan. Oke? I ove you Alex. Aku masih membutuhkanmu.


Alex langsung mematikan ponselnya. Emosinya tiba-tiba saja menjadi naik. Alex lempar asal ponselnya dari atas kasur, ia mulai memeluk Abigail dengan erat. Alex tak akan pernah melepaskan kekasih kecilnya lagi. Tak akan pernah. Alex akan selalu bersama Abigail, lalu melepaskan Jessie bagaimanapun caranya. Menurutnya, tindakan Jessie yang selalu gegabah. Akan kalah telak dengan sikapnya yang arrogant dan terkesan tak mau mengalah.


Alex memutar tubuhnya, menjadi diatas Abigail yang masih tertidur dibawahnya. Alex mulai menciumi Abigail dengan begitu lembut. Namun dapat membuat Abigail terganggu dalam tidur lelapnya. Alex turunkan ciumannya hingga ke leher. Dan berhasil membuat Abigail terlonjak bangun, sontak Abigail meronta-ronta. Alex singkap babydoll terusan Abigail, lalu ia tarik dalaman Abigail. Gadis itu dibuat terisak oleh Alex, Abigail terlalu terkejut dengan tindakan pria itu sekarang.


Abigail ingin menangis. Namun, yang keluar justru erangan dan desahan. Tubuhnya terlonjak disaat serangan yang Alex berikan sangat kuat dan juga berstamina, Alex malam ini benar-benar membuatnya kewalahan.


“I love you. ”

__ADS_1


“I love you so much bubu. ”


Alex terus membisikkan kalimat-kalimat cinta di telinga Abigail. Abigail memang sangat menginginkan Alex mengutarakan cintanya. Namun, bukan seperti ini caranya. Abigail memejamkan matanya, tubuhnya sangat lelah dan juga letih. Abigail Tak menolak disaat Alex membawanya kedalam pelukan, tenaga nya terlalu terkuras abis. Hingga ia hanya ingin tertidur dengan lelap sekarang.


...★★★...


Pagi harinya.


Alex sudah berada di kantor sekarang. Tentu saja tanpa Abigail, karena ia tak ingin membuat Abigail yang kelelahan karena ulahnya semalam menjadi harus mengerjakan pekerjaan. Jadilah Alex menyelesaikan banyak pekerjannya sekarang, sendirian. Tidak membutuhkan waktu lama bagi Alex untuk mengerjakan pekerjaan demi pekerjaan, karena nilai akademik dan performanya yang cekatan dalam bekerja.


Rasanya lega sekali, karena pekerjaan yang ia kerjakan sudah selesai di jam satu siang. Setelah ini Alex akan membawa Abigail untuk pergi refreshing dengannya. Namun, saat langkahnya akan membawanya untuk keluar dari ruangan, tiba-tiba saja ada yang berhenti di hadapan nya. Kedua tangan Alex mengepal, matanya menatap tajam seorang wanita dengan pakaian bak super model dan super ketat yang sedang berdiri di hadapannya.


Tanpa rasa malu sedikitpun, wanita bernama Jesse itu mengecup bibir Alex dengan gamblang. Segera Alex tarik wajahnya kasar, ia mendorong wanita itu dengan keras. Jessie memberengut tak suka. Namun, ia tetap memasang senyum licik yang sangat Alex benci.

__ADS_1


Jesse menarik wajah Alex kembali. Sekarang dengan paksa ia tarik rahang Alex dengan kedua tangannya, ia putar tubuhnya menjadi Alex yang sekarang berada di posisi nya tadi. Ruangan Alex memang berada di bawah satu lantai paling atas, hingga membuat suasana nya sepi dan tidak ramai. Apalagi ruangan ini hanya untuk orang-orang memiliki jabatan tinggi yang dapat melewatinya. Jessie terus mengecup bibir Alex, setelah matanya menangkap pergerakan seorang perempuan yang berdiri mematung tak jauh dari posisi nya.


Perempuan yang tampak shock dengan apa yang ia lihat. Langsung berlari menjauh, setelah melihat pergerakan tangan pria yang ia kenal, justru jatuh ke pinggul wanita itu. Alex sebenarnya mendorong Jessie. Namun, saat Jessie sudah terhempas jatuh diatas lantai. Perempuan itu sudah berlalu duluan, sebelum melihat kondisi yang sebenarnya.


__ADS_2