TEENAGE GIRL.

TEENAGE GIRL.
chapte 18 : kekanakkan


__ADS_3

Abigail menggelengkan wajahnya cepat, kedua tangan nya meremas lengan alex, seolah mengatakan tidak, untuk permintaan jesse kepadanya, namun alex tidak menggubris itu, ia hanya tersenyum tipis, sambil mengangguk seolah semuanya akan baik-baik saja.


“karena tidak ada berkas baru. dan mengurusnya akan lebih lama lagi. aku akan menyalakan perekam suara, dan kau harus menyatakan Kebenarannya. ” ujar jesse licik, mulai menyalakan ponsel nya, abigail semakin menggeleng, troy pun tanpa sadar juga menggelengkan wajahnya.


Troy tahu, bahwa agensi itulah yang membuat nama Alex menjadi terang, di titik itulah Alex mulai merintis karier nya, hingga ia bisa mendirikan agensi dimana-mana, maka tak akan mudah untuk alex melepaskan itu semua, namun pria dihadapannya, dengan tenang mulai mengambil ancang-acang untuk bersuara.


Padahal mantan nyonya-nya, sudah menggeleng begitu keras, menolak agar alex tidak melakukan hal seperti itu. “J-jangan hubby... ” cicit abigail dengan suata bergetar merasa bersalah, alex bisa melakukan pengorbanan sebesar ini, untuk jalan nya hubungan mereka kedepannya. sedangkan dia, hanya bisa menangis, bahkan merengek kepada alex.


Alex menoleh kearah abigail, wajah mereka sangat berdekatan, ia meraih tengkuk abigail dengan tangannya yang tadi berada dipunggung abigail, alex mendekatkan wajahnya.


mata abigail terpejam, saat merasakan benda kenyal itu menyapu bibirnya, ciumana alex sangat lembut, pelan, namun dalam. tidak ada gairah diantara ciuman itu, masing-masing seolah meng-ekspresikan perasaan mereka lewat kecupan kecil, yang berlangsung hingga beberapa detik.


Jesse menahan nafasnya, ia dapat melihat ketulusan dimata alex kepada abigail. troy memincingkan matanya menatap wanita disampingnya.


Ia menyesal karena menerima tawaran jesse untuk menjadikkannya sebagai mata-mata, imbalan yang didapatkan troy sebenarnya bukanlah uang. namun — hubungan intim diantara mereka. Troy mempunyai kelainan seksual yang menyimpang, ia selalu terpancing emosi ketika bercinta, hingga membuat perempuan langsung meninggalkannya, setelah tahu gaya sex yang Troy lakukan.


Namun, Jesse bukan seperti perempuan yang meninggalkannya, justeru jesse bisa mengimbangi, bahkan mewujudkan fantasi troy lewat gaya sex mereka. hingga membuat, troy sepakat dan terus mendalami peran nya sebagai mata-mata.


“Jesse, apa yang kau la—”

__ADS_1


“diam! ” tekan jesse menatap tajam troy yang menghela nafas pasrah, Abigail masih melemparkan tatapan cemas kearah alex, yang mulai beralih mengambil ponsel jesse ketangan nya. Jesse menahan ludahnya, disaat Alex akan berucap.


“Saya akan berikan— namun, kamu harus menandatangani surat cerai nya terlebih dahulu. ” ujar alex melirik map yang terletak disebelah kiri map perjanjian. jesse tampak merfikir-fikir terlebih dahulu, namun pada akhirnya ia mengangguk, dan mulai membuka isi map itu.


“selesai! ” Jesse meletakkan bolpoin itu kembali, terdapat secercah rasa legah yang menghampiri abigail, pada akhirnya alex pun juga menandatangani surat cerai itu, abigail menggigit bibirnya gugup.


Alex mulai mengarahkan ponsel Jesse ke bibirnya, kedua belah bibirnya sudah terbuka, hingga pada akhirnya..


“Saya, Alexander Lazuardi, Selaku pemimpin agensi modelling Álexander, memberikan hak sepenuhnya kepada Jesse Alikka Xi aoi, untuk menggantikan posisi saya mulai hari ini. ” Ujar Alex Tanpa celah sedikitpun, Remasan abigail pada tangan alex mulai melemah. Jesse tersenyum puas, Troy mendengus kesal.


“baiklah tuan alex, sidang pertama akan dilakukan tiga bulan lagi. ”


Di sepanjang perjalanan, Alex dan Abigail hanya terdiam, mereka sibuk dengan fikiran masing-masing. Alex yang sedang memikirkan kelangsungan, persiapan pernikahan mereka, sedangkan abigail yang berusaha sekuat mungkin, untuk berfikir bagaimana caranya, mengembalikkan agensi yang alex berikan kepada jesse.


hingga saatnya mereka telah sampai kerumah, alex menggendong abigail untuk menaiki tangga, alex tersenyum lebar, sedangkan abigail hanya melemparkan senyum tipis. alex menjatuhkan abigail diatas kasur, baru saja ia berbalik ingin menutu pintu, abigail merengek.


“Mau mandii.. ” cicit abigail merentangkan kedua tangan nya minta digendong lagi. alex terkekeh geli, ia hampiri pintu dulu, untuk menutupnya. lalu setelah itu, ia menghampiri abigail, mengangkat tubuhnya lewat celah tangan abigail.


Hap.

__ADS_1


Alex membawa abigail dalam gendongannya, Abigail melingkarkan kedua kakinya memeluk pinggang alex, saat setelah tubuh keduanya berada didalam kamar mandi.


Terdapat sebuah kaca besar didalam kamar mandi, Alex masih terdiam di depan pintu kamar mandi yang sudah tertutup dibelakang punggungnya, abigail berhenti tepat didepan kaca besar, yang mengeskplor lekuk tubuhnya yang putih mulus.


Alex meneguk ludahnya kasar, ia harus tetap mengingat bahwa di masa kehamilan abigail, mereka tidak boleh bercinta terlebih dahulu. “Emhh, hubby! ” rengek abigail menghentakkan kakinya kesal.


“Apa bubu?! ” Alex langsung menghampiri abigail, ia takut sekali dengan gerakan abigail yang seperti itu, bisa membuatnya jatuh. “sekarang mandi ya? hubby tunggu luar. ” titah alex mengangkat tubuh mungil abigail secara langsung.


Abigail awalnya sempat meronta tak terima, karena rencananya gagal, untuk membuat alex tergoda. setelah abigail di letakkan diatas bathtub yang sudah terisi air, alex sudah memutar balikkan tubuhnya.


“Hubby! ” seru abigail dengan wajah memerah, menahan ke-cengeng'an nya yang mudah sekali keluar sekarang.


Alex Menghela nafas sabar, ia kembali putar tubuhnya, wajahnya menunduk berusaha hanya, memandang wajah abigail saja. tanpa harus menatap yang lainnya. “apa? ” Tanya Alex sedikit keras, kedua pipi abigail sudah mengembung, dengan gemetar tangan kanan nya melayang lurus, alex mengerinyitkan wajahnya, saat jari telunjuk abigail mengarah kebawah.


“M-mau i-itu... — bubu mau itu.. ”


Pinta Abigail dengan nada yang tercekat, seolah jika ia berbicara sedikit lagi saja, tangisnya akan segera runtuh. Tubuh Alex langsung menegang, matanya turun mengikuti arah jari telunjuk Abigail.


Dan benar saja, bahwa Abigail menunjuk adik kecilnya yang sudah mengembung. Kedua belah bibir Alex langsung terbuka, ia menatap Abigail tanpa kedip, wajah Abigail sungguh patut di kasihani. Wajahnya sangat melas, bagaikan bocah yang merengek meminta mainan kepada ayahnya.

__ADS_1


__ADS_2