
Alex dan Abigail telah sampai kerumah mereka, dengan romantis Alex menggendong Abigail untuk memasuki rumah, sudah ada para maid yang menyambut mereka, namun yang membuat Alex sedikit menyeringit bingung, mengapa wajah mereka tegang-tegang, seolah ada kesalahan yang sedang terjadi.
Alex berjalan hingga kakinya berhenti tepat di ruang utama, niat awalnya ingin bercinta dan membawa Abigail kedalam kamar, menjadi lenyap seketika, matanya menangkap Abigail yang tengah tertidur pulas di dalam gendongannya.
Mengabaikan tatapan dingin dari seorang pria yang tengah duduk di sofa besar, Alex membawa Abigail menaiki tangga, masih dalam gendongannya, Abigail sangat pulas ketika tertidur, hingga ia tak merasakan, bahwa Alex telah menurunkannya diatas ranjang secara perlahan.
“Kita akan selalu bersama bubu.. ” bisik Alex diakhiri kecupan pada kening Abigail, Abigail menyeringit pelan, namun ia akhirnya memunggungi Alex dan kembali terlelap.
Alex melangkah mendekati pintu, Ia menghembuskan nafas lelah, setelah ini sikapnya lah yang menentukan, bagaimana kelanjutannya hubungan nya dengan Abigail.
Tap
Tap
Tap
Alex menuruni tangga dengan tenang, hingga akhirnya ia dapat menangkap pergerakan seorang pria, yang sedang duduk sambil menikmati kopi hitam di tangannya.
Layaknya seorang keturunan bangsawan, Alex berdiri tegap di depan meja yang membatasi jarak mereka berdua, Alex membungkuk kan punggungnya sekilas, namun yang ia dapatkan bukan sapaan hangat, melainkan tatapan mendelik.
“Kita perlu berbicara Alex. ” titah pria itu, Alex tentu mengerti, segera ia menghempaskan pantat nya diatas sofa.
“Tentu saja. ” balas Alex serius, menatap dalam pria tua itu, yang menatap nya tajam.
__ADS_1
“Kau hanya bermain dengan putriku, sebaiknya sudahi permainan mu. ” ujar pria yang tak lain adalah Roy, ayah kandung dari kekasih kecilnya, Abigail.
“Saya tidak pernah bermain-main dengan putri anda. ” balas Alex masih dengan sikapnya yang tenang, namun menyiratkan ketegasan.
“Kau bercanda Alex? apakah kau juga akan mengakhiri hubungan mu dengan Anakku, seperti apa yang telah terjadi antara aku dan Elliot? ” Roy menatap tajam Alex, ia seolah tak terima jika tangan putrinya jatuh ke orang yang salah.
Rahang Alex menegas, “Tidak semua kisah cinta, berakhir tragis seperti kisah cintamu Roy... ” geram Alex mulai berani membantah, Roy mengatupkan kedua belah bibirnya kesal.
“Ingat panggilanmu untuk ku Alex? ” Tanya roy intens. “Sehebat apa dirimu? hingga berani memanggil ku Roy?! ” Tanya Roy geram, Alex masih terdiam mencerna.
“Kehebatanku adalah bimbingan ayahku. selain itu, kau juga yang membimbingku menjadi orang yang berhasil. lalu kau meminta balas budi dariku, untuk menikah dengan keponakanmu. dan keponakanmu pun, meninggalkan ku. setelah kita sepakat bercerai. Lalu apa lagi yang kau inginkan untuk balas budi ?! ”
Ujar Alex panjang lebar, diakhiri pertanyaan yang menyindir Roy secara halus. Roy mengepalkan kedua tangannya, ia codongkan tubuhnya yang sudah tua, namun masih kuat dan berisi itu, kearah Alex yang duduk dengan tenang seolah sedang tak terjadi apa-apa.
“Anda tidak bisa memaksa seperti itu. kekuatan saya bukan hanya pada perusahaan my hero. kau harus ingat itu sekarang. ” ingat Alex mulai terpancing emosi, Ia sangat kesal setengah mati, oleh ayah Abigail yang mudah memanfaatkan keadaan.
“Saham masih berada dibawah naungan perusahaanku Alex, Aku akan segera membuatnya jatuh, jika kau tidak ingin melepaskan Abigail! ” Kekang Roy tajam, Nafas Alex mulai memburu, ingin sekali ia tumbangkan pria dihadapannya.
“ My hero, atau Abigail. ” Ulang Roy
sekali lagi, Ia melayangkan tangannya membentuk dua jari peace, lalu ia gerakkan kearah yang berlawanan.
“Jika kau mempertahankan perusahaan my hero, berarti kau adalah anak yang berbakti kepada orangtu mu. ”
__ADS_1
“Jika kau mempertahankan Abigail, lalu melepaskan my hero, kau akan mengecewakan ibumu Alex! ” Seru roy kencang hingga membuat pasang mata bodyguard yang bekerja dirumah Alex, mulai mengelilingi ruang utama, berusaha menjaga majikan nya.
Roy mendelik menatap sekeliling, “Aku akan bertanya sekali lagi, kau lepaskan my hero atau a— ” ucapan Roy terhenti, saat Alex menjawab nya kencang.
“ABIGAIL! ”
Nafas Alex memburu, Ia menjawab dalam sekali sentakan, wajahnya yang dingin tak tersentuh, seolah menyembunyikan nyeri di hatinya. Mata Roy membulat terkejut, saat suara Alex membuat jantung nya yang mulai tidak normal, menjadi terasa aneh.
Roy Langsung berteriak nyaring, “ALESYA! CEPAT KEMARI! ” Seru roy berupa perintah, Seluruh mata langsung tertuju pada sekelompok perempuan yang berpakaian seperti bodyguarad langsung mengerubuni ruang utama rumah Alex yang besar.
Alex melayangkan tangannya sekilas, membuat pergerakan sekelompok wanita itu, yang ingin menghampiri Roy, menjadi terhenti. Dalam sekali tarikan nafas, mata Alex yang menyalang merah mulai meredup.
“Abigail sedang mengandung Anak ku. jangan pernah lakukan apapun yang membuatnya tersakiti. ” Titah Alex sambil mengepalkan kedua tangannya keras, hingga urat-urat di tangannya menonjol.
Awalnya Roy sempat terkejut, aliran darahnya seolah berhenti, tanpa instruksi apapun, Roy bangun dari duduknya, ia menghampiri Alex, tangannya merenggut kemeja kerah alex dengan kasar. Alex tak berusaha menghindar atau melawan, inilah yang pantas ia dapatkan, karena telah menodai kesucian anak yang seharusnya ia jaga.
Bugh
Bugh
Tubuh Alex terhempas diatas sofa, namun Roy tidak membiarkan itu, ia tarik kembali kerah baju Alex, lalu ia hempaskan hingga tubuh Alex jatuh diatas lantai, semua penjaga masih terdiam, ketika tangan Alex memerintah mereka untuk tetap pada posisinya.
Nafas Roy tersenggal-senggal, ia merasa gagal, ia merasa gagal menjadi seorang ayah, ia telah gagal menjaga putrinya. Roy langsung berteriak nyaring, memerintah para sekelompok perempuan yang sedang mengelilingi mereka.
__ADS_1
“BAWA ABIGAIL KEBAWAH! CEPAT! ” Bentak Roy marah sambil menunjuk lantai atas dengan jari telunjuk nya, sekelompok perempuan itu dengan siaga langsung berlari menaiki tangga, mematuhi ucapan Roy yang sungguh sedang diliputi amarah.