
Author Pov.
Entah sudah berapa kali Troy mencari Jesse, namun perempuan itu seolah hilang ditelan bumi, Troy merasa bersalah akan kepergian Jesse, jika saat itu ia bisa menahan Jesse untuk tidak pergi, mungkin sekarang keadaan nya tidak akan seperti ini.
Bulan depan ia akan menikah bersama perempuan yang ia sudah pacari bertahun-tahun lamanya. Troy memang sudah berkhianat dengan bermain belakang bersama wanita lain, hanya saja ia mencari pelampiasan karena tidak mau merusak pacarnya.
Ia tidak tahu kalau akan berakhir seperti ini hubungan nya dengan Jesse, ia tidak menyangka kalau perempuan seperti Jesse, yang hidup dengan gaya glamour, bisa menyukai pria sepertinya, yang hanya seorang bodyguard keluarga Roy pada saat itu.
“Dimana kamu Jesse.... ” lirih Troy merasa frustasi, entah apa yang membuatnya bisa khawatir seperti ini.
•••••
Disisi lain....
__ADS_1
Alex menurunkan Abigail diatas paintry yang kosong, Abigail memandangu Alex yang sedang sibuk memasak lagi, karena rasa bosan menyerangnya, jadilah Abigail turun dari atas paintry dengan sangat pelan, lalu ia menghampiri Alex yang masih membelakanginya, Abigail melingkarkan kedua tangannya pada perut Alex dengan erat.
“Bubu... Hubby sedang masak. ” tekan Alex menahan nafasnya, dada Abigail sangat menyatu jelas dengan punggungnya, bukannya melepaskan, Abigail justeru semakin mendekap perut Alex dari belakang.
Alex menghembuskan nafasnya pasrah, bukannya ia tidak senang, namun disaat-saat seperti inilah nafsunya di uji, sebisa mungkin ia tahan keinginan nya untuk menyentuh Abigail, namun jika Abigail terus seperti ini, bagaimana Alex bisa menolak.
“Hubby... ” panggil Abigail lirih, tangannya kini mengusap permukaan perut Alex yang sixpack. tangannya yang mungil, kini menyusup dari balik kaos yang Alex kenakan.
Alex memejamkan matanya refleks, saat tangan Abigail menangkup kejantanan nya, perempuan itu tidak hanya menangkupnya, namun juga mencengkramnya, membuat keinginan Alex menjadi semakin memuncak.
“Ck. ” decak Alex kesal saat Abigail menghentikkan remasannya, ini yang membuat Alex kesal setengah mati, ketika Abigail selalu mudah untuk memulainya, namun juga mudah menghentikannya.
Tapi kali ini Alex tidak ingin meloloskan Abigail lagi, ia mematikan kompor sebelum berhasil membalikkan tubuhnya menghadap Abigail yang ingin berjalan dengan memunggunginya.
__ADS_1
Dalam sekali tarikan Alex menarik Abigail kembali menghadapnya, perempuan itu ingin protes, namun dengan cepat Alex bungkam bibir Abigail dengan tangannya, ia senderkan pinggangnya pada kitchen set dibelakangnya, lalu ia tarik Abigail dengan sebelah tangannya yang masih berada pada bibir gadis itu.
“Mmppshh Lepasiinn ” pekik Abigail yang tenggelam pada telapak tangan Alex.
Alex menekan kedua pundak Abigail, lalu ia turunkan tubuh Abigail menjadi berlutut dihadapannya, sekarang kedua tangannya beralih memegang kedua sisi wajah kepala Abigail. Abigail tampak gelagapan, ia tidak berani untuk melihat nya.
Dengan cepat Alex turunkan celana boxernya hingga lutut, muncul lah kepemilikannya, Abigail ingin memundurkan wajahnya terkejut, namun tangan Alex masih menahan kepalanya.
“Aaaa ” Alex memberikan instruksi seperti saat ia akan menyuapi Abigail makanan tadi, Abigail refleks membuka kedua belah bibirnya dengan begitu polos.
Kedua mata Abigail membulat, saat sesuatu yang asing berhasil memenuhi rongga mulutnya, Alex terus memaju mundurkan kepala Abigail dengan pelan, namun saat ia merasakan bahwa Abigail sudah mulai terbiasa dengan miliknya, ia percepat gerakan kepala Abigail dengan tangannya.
Kedua mahluk itu pun saling terlarut, suasana yang sepi dan mendukung, membuat keduanya sama sekali enggan melepaskan diri. Alex tersenyum lembut, lalu kembali ia tegakkan tubuh Abigail berdiri menghadapnya. Ia pangut bibir Abigail pelan. Hingga pada akhirnya mereka mulai meresapi bumbu-bumbu cinta, lewat penyatuan kedua insan.
__ADS_1